HOYA BIT Jadi Bursa Kripto Pertama di Dunia yang Raih Sertifikat Netralitas Karbon BSI ISO 14068-1
HOYA BIT Raih Sertifikasi Netralitas Karbon BSI ISO 14068-1
HOYA BIT, bursa perdagangan aset digital berasal dari Taiwan, resmi menjadi platform pertama di dunia yang memperoleh sertifikat netralitas karbon berdasarkan BSI ISO 14068-1. Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Bryn Sutton, Vice President BSI, serta Aiman Ali, Global Head Sustainability, selama kunjungan mereka ke Taipei. Penyerahan sertifikasi tersebut mencerminkan pengakuan internasional terhadap komitmen HOYA BIT dalam mengelola dampak lingkungan secara profesional.
Kerangka Kerja Berkelanjutan Dalam Operasional
Dengan menggabungkan manajemen emisi karbon, transparansi data, dan audit mandiri, HOYA BIT berhasil mengembangkan sistem yang dianggap andal dalam industri aset digital. BSI, yang diakui secara global sebagai lembaga standarisasi utama, telah menjadi acuan bagi perusahaan teknologi besar seperti Microsoft dan Google dalam mengukur kepatuhan tata kelola digital. Standar ISO 14068-1 mewajibkan perusahaan mengungkapkan seluruh proses emisi karbon, menetapkan strategi pengurangan, serta menjalani pemeriksaan independen.
“Industri aset digital mampu memenuhi ekspektasi pasar terkait pengelolaan, akuntabilitas, dan transparansi dengan merujuk pada standar internasional yang dapat diverifikasi,” ujar Zoe Peng, pendiri HOYA BIT. “Kematangan sektor tidak hanya ditentukan oleh inovasi fungsi, tetapi juga konsistensi dalam menunjukkan bahwa platform tersebut layak dipercaya melalui tindakan terukur.”
HOYA BIT juga diundang dalam acara perayaan 125 tahun BSI, yang menunjukkan peran Taiwan dalam diskusi global tentang keberlanjutan lingkungan. Selain itu, perusahaan ini menerapkan metode SBTi dan standar penyerapan karbon Gold Standard, sekaligus mengutamakan dukungan energi terbarukan untuk mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).
Ke depan, HOYA BIT berencana meningkatkan laporan transparansi emisi karbon serta menyediakan mekanisme partisipasi pengguna dalam upaya mengurangi dampak lingkungan. Tujuan utamanya adalah menjadikan agenda keberlanjutan sebagai komitmen bersama yang bisa diwujudkan secara nyata.
