Meski Sudah Minta Maaf – Iran Tetap Gempur Riyadh, Dubai dan Doha

Meski Sudah Minta Maaf, Iran Tetap Gempur Riyadh, Dubai dan Doha

Beberapa menit setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengeluarkan pernyataan permintaan maaf atas serangan terhadap negara-negara tetangga, kejadian lain terjadi di langit Doha. Alarm keamanan pun berbunyi. “Dewan kepemimpinan sementara Iran menyetujui bahwa negara-negara tetangga tidak akan lagi diserang, kecuali jika serangan terhadap Iran berasal dari sana,” ujar Pezeshkian, menurut laporan Al Jazeera.

Serangan Udara Terus Berlangsung

Presiden Iran juga menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara tetangga atas serangan yang terjadi beberapa hari terakhir. Dalam pernyataan yang diterbitkan media Iran, ia menegaskan bahwa negara-negara Arab tetangga tidak lagi menjadi target, kecuali dalam situasi terpaksa.

“Saya meminta maaf… kepada negara-negara tetangga yang diserang oleh Iran,” kata Pezeshkian dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah. “Dewan kepemimpinan sementara kemarin sepakat bahwa tidak akan ada lagi serangan terhadap negara-negara tetangga dan tidak akan ada rudal yang ditembakkan kecuali jika serangan terhadap Iran berasal dari negara-negara tersebut,” tambahnya.

Komentar tersebut muncul di tengah konflik yang masih berlangsung, di mana Israel dan Amerika Serikat terus melakukan serangan udara terhadap Republik Islam Iran. Serangan berulang kali diluncurkan ke Bahrain, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Kurang dari satu jam setelah pidato maaf, rekaman video menunjukkan drone Iran menghantam Bandara Internasional Dubai. Tidak ada laporan kerusakan langsung di bandara tersebut.

Presiden Iran menyebut tuntutan Amerika Serikat untuk penyerahan tanpa syarat sebagai “mimpi yang harus mereka wujudkan hingga ke akhir hayat.” Pernyataan ini dikeluarkan dalam pidato yang direkam sebelumnya dan disiarkan oleh televisi negara.

READ  PBB Sesalkan Serangan AS-Israel ke Iran - Desak Perang Berhenti dan Dialog Segera