Hasil Pertemuan: Tembakkan 200 Roket dan 20 Drone, Hizbullah Gempur Israel Besar-besaran

Tembakkan 200 Roket dan 20 Drone, Hizbullah Gempur Israel Besar-besaran

TEL AVIV, KOMPAS.com – Militer Israel mengungkapkan bahwa kelompok senjata Lebanon, Hizbullah, melakukan serangan besar-besaran dengan meluncurkan sekitar 200 roket dan 20 drone ke wilayah Israel dalam satu malam. Serangan ini disebut sebagai upaya terbesar yang pernah dilakukan Hizbullah sejak konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran dimulai.

Juru bicara militer Israel, Nadav Shoshani, menjelaskan bahwa serangan tersebut dilakukan secara terkoordinasi dengan Iran. “Tadi malam, Hizbullah mengatur serangan simultan dengan Iran, menembakkan roket dan drone ke kota-kota serta komunitas di seluruh Israel,” tuturnya kepada wartawan dalam konferensi pers.

“Jumlah proyektil yang ditembakkan cukup besar, terdiri dari 200 roket dan 20 UAV (drone), serta digabungkan dengan rudal balistik yang ditembakkan dari Iran pada saat yang sama,” kata Shoshani.

Shoshani menegaskan bahwa serangan ini menjadi yang terbesar sejak awal perang. “Ini adalah rangkaian serangan terbesar Hizbullah sejak konflik berlangsung,” ujarnya.

Menurut militer Israel, sistem pertahanan udara negara itu mampu merespons dengan cepat, sehingga korban minim. “Kami memiliki pertahanan udara yang baik dan respons cepat, sehingga hanya dua atau tiga dampak langsung serta beberapa warga sipil yang mengalami luka ringan,” tambahnya.

Israel Balas Serangan dengan Operasi di Lebanon Selatan

Militer Israel melaporkan bahwa pasukan mereka telah melakukan gelombang serangan ke target Hizbullah di Lebanon selatan untuk membatasi kemampuan kelompok tersebut menyerang. Serangan juga terjadi di wilayah pinggiran selatan Beirut.

Kepala militer Israel, Eyal Zamir, mengatakan bahwa pasukan telah menewaskan komandan Divisi Imam Hussein yang didukung Iran beserta wakilnya. “Jangan sampai ada kebingungan—kami sedang melawan kejahatan mutlak,” tegas Zamir.

READ  Yang Dibahas: Kasus Andrie Yunus Picu Desakan Revisi UU Peradilan Militer

Menurut laporan militer, dalam 12 hari terakhir Hizbullah telah mengirimkan lebih dari 1.000 drone, roket, dan rudal ke Israel. Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa ia memerintahkan pasukan untuk mempersiapkan perluasan operasi di Lebanon setelah serangan terbaru.

Militer Israel juga memperluas perintah evakuasi bagi warga di Lebanon selatan, mengklaim bahwa mereka bertindak “dengan kuat” di kawasan tersebut. Dalam operasi ini, pasukan berhasil menyerang bangunan di pusat Beirut yang diklaim sebagai fasilitas Hizbullah.

Gegara serangan AS-Israel terhadap Iran, ekonomi dunia kini mengalami gangguan.