Yang Terjadi Saat: Haru dan isak tangis keluarga sambut jenazah prajurit TNI yang gugur

Haru dan isak tangis keluarga sambut jenazah prajurit TNI yang gugur

Sabtu petang, Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, menjadi tempat tiba tiga jenazah prajurit TNI yang gugur selama melaksanakan misi perdamaian di Lebanon. Kedatangan mereka disambut dengan perasaan haru dan air mata keluarga. Tiga peti jenazah yang dihiasi bendera Merah Putih langsung ditempatkan di ruangan khusus untuk prosesi persemayaman.

Menurut laporan dari siaran YouTube Sekretariat Presiden, hanya keluarga terdekat yang diperbolehkan mendekati peti jenazah. Orang tua dan istri para prajurit, termasuk seorang bayi dalam gendongan, terlihat menyambut dengan rasa sedih mendalam. Saat memeluk peti jenazah, isak tangis pecah di antara keluarga yang terpukul. Beberapa anggota keluarga tak mampu mengendalikan emosi, memeluk erat peti sebagai simbol kepergian sang istri atau ayah.

Setelah prosesi awal selesai, para keluarga dipersilakan duduk di samping jenazah sambil menantikan kedatangan Presiden RI Prabowo Subianto. Dalam upacara tersebut, Presiden langsung mendekati keluarga dan menyampaikan ucapan belasungkawa. Ia menyalami satu per satu istri dan ibu prajurit, lalu berbicara untuk memberikan dukungan moril. Meski berusaha tegar, beberapa wanita dari keluarga masih menangis saat berinteraksi dengan Presiden.

Dalam salah satu momen, Presiden juga tampak mencium kepala bayi yang berada dalam gendongan istri salah satu prajurit yang gugur.

Setelah menghormati keluarga, Presiden berdiri di depan tiga peti jenazah dan memberikan penghormatan terakhir kepada para prajurit yang telah berpulang dalam tugas. TNI yang gugur dalam misi bersama United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) adalah Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon. Ketiganya berpulang saat menjaga stabilitas dan perdamaian dunia di bawah mandat PBB.

Sebelum dibawa ke Indonesia, upacara penghormatan militer telah dilakukan di Hanggar Lebanese Air Force, Beirut, pada Kamis (2/4) waktu setempat. Acara itu dipimpin oleh Force Commander UNIFIL, Mayor Jenderal Diodato Abagnara, dan dihadiri oleh Duta Besar Indonesia untuk Lebanon, jajaran KBRI, serta perwakilan dari United Nations Headquarters di New York. Unsur militer Lebanon dan kontingen internasional juga turut hadir. Dalam prosesi, UNIFIL secara simbolis menyematkan scarf PBB ke peti jenazah sebelum menyampaikan belasungkawa kepada kontingen TNI.