Key Strategy: Hasan ungkap rencananya setelah ditunjuk sebagai penasihat presiden
Hasan Ungkap Rencana Kerja Setelah Ditunjuk Sebagai Penasihat Presiden
Rencana Kerja Hasan Nasbi Sebagai Penasihat Komunikasi
Key Strategy – Jakarta, Senin — Hasan Nasbi, yang baru saja dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden dalam bidang komunikasi oleh Prabowo Subianto di Istana Negara, memberikan pandangan tentang langkah strategis yang akan diambilnya setelah mengemban tugas baru. Dalam wawancara setelah acara pelantikan, Hasan menjelaskan bahwa perannya sebagai penasihat akan fokus pada sinergi antara berbagai lembaga yang terkait dengan komunikasi pemerintah. “Saya berharap dapat berkolaborasi secara intensif dengan tim Badan Komunikasi (Bakom) yang baru saja dibentuk, serta dengan para menteri di Kementerian Komunikasi dan Digital,” ujarnya. Ia menekankan bahwa kerja sama ini penting untuk memastikan pesan-pesan kebijakan dan program strategis pemerintah dapat disampaikan secara efektif kepada masyarakat.
“Jadi nanti tentu sebagai pembantu Presiden, saya akan bekerja sama yang sangat erat dengan abangda di Bakom yang baru, Bang Qodari, mungkin juga nanti dengan Ibu Menkomdigi, dengan Wamenkomdigi,” kata Hasan Nasbi menjawab pertanyaan wartawan.
Hasan mengungkapkan bahwa sinergi antarinstansi akan menjadi kunci dalam meningkatkan kemampuan pemerintah menyampaikan informasi secara jelas dan tepat. Ia menyatakan, kebijakan-kebijakan yang diumumkan oleh pemerintah memerlukan pendekatan yang lebih terstruktur agar masyarakat dapat memahami dan merespons secara optimal. “Kerja sama erat itu, red., untuk memperkuat lagi bidang komunikasi yang dikeluarkan oleh pemerintah supaya pesan-pesan yang ingin (disampaikan) ke publik itu bisa lebih baik lagi, bisa jauh lebih sampai dan bisa dipahami oleh masyarakat,” lanjutnya. Hasan berharap, melalui peran ini, komunikasi pemerintah bisa menjadi lebih efisien, terutama dalam menjangkau berbagai lapisan masyarakat yang terpencil atau kurang akses.
Peran Hasan dalam Pembenaran Informasi
Dalam kesempatan yang sama, Hasan Nasbi juga membicarakan tanggung jawabnya untuk memastikan informasi yang disampaikan kepada publik tetap akurat dan sesuai dengan fakta. Ia menyebut bahwa satu dari fokus utamanya adalah memperbaiki berita-berita yang mungkin menyimpang dari kebenaran. “Kita mungkin nanti membantu pemerintah dalam soal strategi, dalam soal yang sifatnya mungkin ke substansi,” ujarnya. Hasan menegaskan bahwa tugas ini tidak hanya tentang memberikan pengarahan, tetapi juga mengawasi dan mengoreksi narasi yang mungkin memperumit situasi.
“Kita mungkin nanti membantu pemerintah dalam soal strategi, dalam soal yang sifatnya mungkin ke substansi,” kata Hasan Nasbi.
Hasan mengakui bahwa masyarakat sering kali mengalami kebingungan akibat informasi yang bersifat kontradiktif atau tidak lengkap. Menurutnya, dengan adanya koordinasi yang lebih baik antara Bakom dan Kementerian Komunikasi dan Digital, peran pemerintah dalam menyebarkan pesan kebijakan bisa lebih kuat. “Selama ini, kita sering melihat berita yang mungkin bisa membuat publik bingung. Jadi, saya yakin dengan adanya keberadaan lembaga ini, kita bisa memperjelas dan membimbing narasi agar lebih sesuai dengan tujuan,” tambahnya. Ia juga menyoroti pentingnya transparansi dalam penyampaian kebijakan, terutama di tengah dinamika politik yang semakin kompleks.
Pelantikan Hasan dan Keppres 2026
Presiden Prabowo Subianto melantik Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Komunikasi dalam acara pelantikan pejabat negara yang diadakan di Istana Negara, Jakarta, Senin lalu. Pelantikan ini ditetapkan melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 53 P Tahun 2026, yang diteken oleh Presiden pada 27 April 2026. Dokumen tersebut memberikan mandat resmi kepada Hasan untuk mengemban tanggung jawab dalam mengelola aspek komunikasi pemerintah, termasuk sosialisasi kebijakan dan program strategis.
Hasan Nasbi, yang kembali masuk Kabinet Merah Putih, menegaskan bahwa jabatan baru ini bukan hanya tentang promosi karier, tetapi juga tentang komitmen untuk meningkatkan efektivitas komunikasi nasional. Ia mengungkapkan bahwa penasihat presiden akan menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat, memastikan bahwa pesan-pesan yang disampaikan tidak hanya mencapai sasaran, tetapi juga dihargai dan diterima oleh seluruh lapisan. “Kita perlu membangun kepercayaan publik, dan hal itu tidak bisa dicapai tanpa komunikasi yang jelas dan konsisten,” jelas Hasan.
Kemungkinan Menjadi Juru Bicara Presiden
Ketika ditanya tentang potensi menjadi juru bicara presiden, Hasan Nasbi menjelaskan bahwa dirinya bersedia menjalankan peran tersebut jika diperintahkan. “Kalau diperintahkan Presiden untuk maju lagi (sebagai juru bicara, red.) kita siap,” kata Hasan Nasbi menjawab pertanyaan wartawan. Ia mengungkapkan bahwa menjadi juru bicara tidak hanya tentang menyampaikan pesan, tetapi juga tentang menjaga konsistensi dan kejelasan dalam setiap pernyataan yang dikeluarkan oleh pemerintah.
“Kalau diperintahkan Presiden untuk maju lagi (sebagai juru bicara, red.) kita siap,” kata Hasan Nasbi menjawab pertanyaan wartawan.
Hasan menekankan bahwa jabatan sebagai penasihat khusus akan menjadi fondasi untuk kemudian mungkin menjadi juru bicara. Ia menilai, keberadaan seorang penasihat yang dipercaya dapat memberikan stabilitas dalam komunikasi publik, terutama saat menghadapi situasi yang menuntut respons cepat. “Saya yakin, dengan keberadaan lembaga seperti Bakom dan Kemenkomdigi, kita bisa menciptakan sistem komunikasi yang lebih terpadu dan terarah,” ujarnya. Hasan juga meminta dukungan dari seluruh instansi terkait agar perannya bisa berjalan maksimal.
Proses Pelantikan dan Harapan Masa Depan
Keputusan pelantikan Hasan Nasbi sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkuat arah kebijakan pemerintah. Ia diharapkan bisa membantu membangun hubungan yang lebih baik antara pemerintah dan warga negara, terutama dalam menyampaikan informasi yang relevan dan bermanfaat. Hasan Nasbi menyatakan, ia akan berusaha memberikan kontribusi maksimal untuk mewujudkan visi pemerintah dalam meningkatkan kualitas komunikasi publik.
Dalam wawancara lebih lanjut, Hasan juga menyoroti pentingnya peran komunikasi dalam membangun kredibilitas pemerintah. Ia mengatakan bahwa setiap kebijakan yang diumumkan harus disertai dengan penjelasan yang memadai, agar masyarakat bisa memahami tujuan dan manfaatnya. “Kami akan berupaya memastikan bahwa informasi yang disampaikan tidak hanya akurat, tetapi juga mudah dipahami oleh semua kalangan,” jelasnya. Hasan juga menegaskan bahwa komunikasi yang baik akan membantu meminimalkan kesalahpahaman dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan.
Kerja Sama Antara Bakom dan Kemenkomdigi
Kemenkomdigi serta Bakom menjadi dua lembaga utama yang akan mendukung Hasan Nasbi dalam menjalankan tugasnya. Ia menjelaskan bahwa kementerian ini memiliki peran penting dalam mengembangkan infrastruktur komunikasi dan digital, yang menjadi dasar untuk menyampaikan pesan pemerintah secara efektif. “Kerja sama antara Bakom dan Kemenkomdigi akan menjadi pilar utama dalam memastikan komunikasi yang ter
