Ternyata Ini Alasan PSS Sleman Tak Lagi Gunakan Jasa Muhammad Tahir
Penutupan Kerja Sama dengan Muhammad Tahir
Pesonatropis.com – Klub yang baru promosi ke BRI Super League, PSS Sleman, secara resmi memberitahukan berakhirnya kerja sama dengan gelandang bertahan Muhammad Tahir setelah menyelesaikan kompetisi musim 2025/2026. Pengumuman ini diunggah melalui laman resmi klub pada Senin, menurut laporan dari situs tersebut. Direktur PT Putra Sleman Sembada, Yoni Arseto, memberikan apresiasi atas peran Tahir dalam tim sepanjang musim lalu.
“PSS Sleman mengucapkan terima kasih kepada Muhammad Tahir atas dedikasinya dan kontribusi yang diberikan di lini pertahanan Super Elja sepanjang musim 2025/2026,” kata Yoni. Ia menegaskan bahwa pemain asal Jayapura, Papua, itu menjadi bagian yang tak tergantikan dalam perjuangan klub untuk berlaga di level tertinggi sepak bola Indonesia.
Yoni Arseto menyoroti peran Tahir dalam membantu PSS Sleman mencapai prestasi membanggakan pada musim lalu. Setelah menyelesaikan penyelesaian kompetisi Pegadaian Championship, tim berhasil menempati peringkat kedua, yang memungkinkan mereka kembali berlaga di liga utama. Dalam satu musim, Tahir menghabiskan 12 pertandingan dan 870 menit bermain untuk klub tersebut. Prestasi ini menjadi bukti penting baginya dalam mengukir sejarah tim.
Perjalanan Karier Muhammad Tahir di PSS Sleman
Sebelum bergabung dengan PSS Sleman, Muhammad Tahir telah menjalani beberapa tahun karier di berbagai klub. Ia didatangkan dengan status pinjaman dari PSBS Biak pada awal musim 2025/2026, sebelum akhirnya memperkuat tim Sleman sebagai bagian dari strategi promosi ke BRI Super League. Pemain yang lahir di Jayapura ini dikenal sebagai penjaga gawang yang andal, dengan kemampuan mengantisipasi bola dan menutup ruang di bagian belakang.
Durasi waktu yang ia habiskan di PSS Sleman mencapai 870 menit, dengan empat pertandingan di babak pertama dan delapan di babak kedua. Meski tidak selalu menjadi starter utama, kehadirannya tetap memberikan dampak signifikan terhadap kinerja tim. Dalam beberapa laga krusial, Tahir menunjukkan performa yang konsisten, baik dalam menghadang serangan lawan maupun menjaga keseimbangan pertahanan.
Kehadiran Tahir juga membantu tim mendapatkan kepercayaan diri yang lebih baik. Dengan pengalaman bermain di liga lebih tinggi, ia mampu beradaptasi cepat dan berkontribusi dalam mengubah dinamika pertandingan. Dukungan dari rekan-rekan sekaligus pelatih berperan besar dalam memperkuat posisinya sebagai bagian dari skuad utama. Sejumlah pemain muda pun merasa termotivasi untuk meniru pola permainan yang ia tunjukkan, khususnya dalam posisi bek tengah.
Kontribusi dalam Membawa PSS Sleman Kembali ke Liga Utama
Performa Tahir di Pegadaian Championship menjadi salah satu faktor penting dalam keberhasilan PSS Sleman mencapai peringkat kedua. Hasil ini memungkinkan klub berkompetisi kembali di liga utama, setelah sebelumnya berada di level yang lebih rendah. Meski tidak menjadi pemain inti di semua laga, kontribusinya tetap dihargai oleh seluruh pemain dan staf tim.
Yoni Arseto menekankan bahwa Tahir tidak hanya membantu dalam pertahanan, tetapi juga menjadi pilar yang stabil saat tim menghadapi tekanan lawan. Kepercayaan yang diberikan oleh manajemen serta pelatih menjadi bukti bahwa kontribusi pemain tersebut sangat berharga bagi kemajuan PSS Sleman. Selama satu musim, Tahir menunjukkan sikap profesional dan dedikasi tinggi, yang membuatnya layak mendapatkan apresiasi dari klub.
Dalam wawancara dengan media, Yoni menjelaskan bahwa keputusan untuk memutus kontrak dengan Tahir adalah karena berbagai pertimbangan. Meski ia telah memberikan kontribusi besar, kebutuhan tim untuk mengisi posisi lain atau strategi jangka panjang memengaruhi keputusan tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa Tahir tetap diberikan penghargaan atas usaha yang ia berikan selama satu musim bersama klub.
Harapan untuk Karier Mendatang
Yoni Arseto menyampaikan harapan agar Muhammad Tahir dapat melanjutkan perjalanan karier dengan sukses di masa depan. “Kami percaya dia memiliki potensi besar dan mampu memberikan yang lebih baik di level yang lebih tinggi,” ujarnya. PSS Sleman memberikan kesempatan kepada Tahir untuk berkembang, dan harapan tersebut juga diwujudkan melalui dukungan dari pelatih dan tim.
Sebagai bek yang berpengalaman, Tahir dinilai mampu menjadi contoh bagi pemain muda lainnya. Dalam beberapa laga, ia menunjukkan kemampuan mengantisipasi bola, kecepatan dalam menutup ruang, serta kekompakan dalam bermain dengan rekan-rekan. Kehadirannya memberikan kestabilan pertahanan, yang sangat dibutuhkan oleh tim saat berlaga di kompetisi tingkat nasional.
Setelah meninggalkan PSS Sleman, Tahir diperkirakan akan bermain di klub lain yang memiliki visi serupa untuk mengembangkan pemain muda. Dukungan dari fans dan media tetap menjadi sumber motivasi bagi sang pemain. Yoni berharap, dengan pengalaman di liga utama, Tahir dapat terus meningkatkan performa dan menjadi bagian dari keberhasilan tim lain di masa depan.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News.

