Strategi Penting: Bukan Iran, Aksi Trump Justru Hadirkan “Neraka” di Negeri Sendiri

Bukan Iran, Aksi Trump Justru Hadirkan “Neraka” di Negeri Sendiri

Ketegangan antara AS dan Iran memanas setelah Presiden Donald Trump mengeluarkan ancaman terkait penutupan Selat Hormuz. Langkah ini menimbulkan reaksi tajam dari pejabat Iran, termasuk Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf, yang menilai tindakan militer Washington justru merugikan Amerika Serikat sendiri.

Reaksi Iran Terhadap Peringatan Trump

Qalibaf menuduh kebijakan perang Trump berpotensi membawa konsekuensi besar bagi rakyat AS. Ia menyampaikan kritik tersebut setelah Trump memberi ultimatum untuk membuka kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz. Dalam unggahan di Truth Social, Trump memperingatkan bahwa Iran akan “hidup dalam neraka” jika jalur itu tidak dibuka sebelum Selasa pukul 20.00 waktu Timur AS.

“Langkah-langkah gegabah Anda menyeret Amerika Serikat ke dalam NERAKA yang mengerikan bagi setiap keluarga, dan seluruh wilayah kita akan terbakar karena Anda bersikeras mengikuti perintah Netanyahu,” tulis Qalibaf.

Trump juga mengancam akan menyerang infrastruktur Iran, seperti pembangkit listrik dan jembatan. Beberapa jam setelah pernyataan tersebut, Qalibaf merespons melalui X, mendesak Trump untuk menghentikan “permainan berbahaya”nya.

Context Penutupan Selat Hormuz

Ketegangan ini terjadi setelah Iran menutup Selat Hormuz setelah operasi militer AS dan Israel pada 28 Februari. Teheran menyatakan perairan itu akan ditutup bagi kapal-kapal yang dianggap sebagai “musuh.” Pemerintah Iran menegaskan perubahan aturan navigasi dan larangan akses untuk kapal AS serta Israel selama periode yang diperpanjang.

Selat Hormuz menjadi jalur energi terpenting di dunia. Hampir 20% pengiriman minyak global dan sekitar 20% perdagangan LNG melintas melalui perairan sempit tersebut. Gangguan lalu lintas akibat konflik saat ini mulai memengaruhi pasar energi global, termasuk meningkatkan harga minyak dan gas di AS.

READ  Program Terbaru: Video: Iran Akui Akan Menyambut Pasukan AS dengan Hujan Api

Kritik Rusia Terhadap Pendekatan Washington

Penolakan AS terhadap kebijakan Iran juga dibangun oleh Rusia. Duta besar Rusia di Wina, Mikhail Ulyanov, menyatakan pemerintah AS gagal memahami posisi Iran dalam negosiasi. Menurut Ulyanov, Teheran hanya akan menerima kompromi yang “masuk akal,” bukan tekanan atau ultimatum dari pihak luar.