Prof. Zainuddin Maliki: Kampus Harus Jadi Pusat Inovasi Bertumbuhnya Desa Tematik dan Ekspor

1 bulan ago  ·  4 min read
By David Johnson - pesonatropis.com
66608e85-ad53-49df-8f0d-cde5fbcb85fd-0

Prof. Zainuddin Maliki: Kampus Harus Jadi Pusat Inovasi Bertumbuhnya Desa Tematik dan Ekspor

Pesonatropis.com – Sebagai penasihat Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDT), Prof. Zainuddin Maliki menggarisbawahi pentingnya perubahan fungsi perguruan tinggi dari sekadar lembaga pendidikan menjadi pusat pengembangan inovasi, pemberdayaan masyarakat, serta penggerak progres desa. Hal ini diungkapkan dalam Seminar Nasional yang digelar oleh STITM Bojonegoro, Senin (29/7/2026), dengan tema “Transformasi Pendidikan Desa Berbasis Masyarakat Menuju Indonesia Emas 2045”. Prof. Zainuddin menekankan bahwa transformasi ini sangat penting dalam mendukung upaya menteri desa menumbuhkan desa-desa tematik dan desa ekspor sebagai model pembangunan baru.

Transformasi Pendidikan Desa untuk Indonesia Emas 2045

Dalam seminar tersebut, Prof. Zainuddin Maliki menyampaikan bahwa terwujudnya Indonesia Emas 2045 tidak mungkin terlepas dari pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas di desa. Ia menegaskan bahwa kampus harus menjadi penggerak utama dalam memperkuat ekonomi desa, terutama melalui pemanfaatan potensi lokal sebagai dasar pertumbuhan ekonomi. “Peran kampus tidak hanya terbatas pada transfer pengetahuan, tetapi juga pada penerapan riset dan inovasi yang langsung berdampak pada masyarakat desa,” kata seorang penulis buku Rekonstruksi Teori Sosial Modern ini.

“Karena itu, kampus perlu hadir secara nyata melalui riset, pendampingan, dan inovasi yang dapat melahirkan desa-desa tematik dan desa-desa ekspor,” ungkap Prof. Zainuddin Maliki.

Menurutnya, desa tematik memiliki peran kunci dalam membangun identitas unik sebuah wilayah, dengan memanfaatkan potensi alam dan budaya sebagai mesin penggerak ekonomi. Sementara itu, desa ekspor menjadi langkah strategis agar desa tidak hanya berperan sebagai pemasok bahan baku, tetapi juga mampu menghasilkan produk bernilai tambah yang siap bersaing di pasar global. “Desa ekspor adalah lompatan baru dalam menumbuhkan ekonomi desa, sekaligus memperkuat daya tahan ekosistem perekonomian lokal,” tambahnya.

Membangun Ekosistem Pemberdayaan Masyarakat Desa

Prof. Zainuddin Maliki menyoroti bahwa peran kampus tidak terbatas pada penyediaan sumber daya manusia, tetapi juga pada pembentukan ekosistem yang mendukung pemberdayaan masyarakat desa secara holistik. Ia mengusulkan kolaborasi antara institusi pendidikan dengan pemerintah daerah dan sektor swasta untuk menciptakan jejaring kemitraan yang kuat. “Riset terapan, inovasi teknologi, serta penguatan kapasitas manusia adalah kunci untuk mengubah paradigma desa dari daerah yang dipandang sebagai lokasi pemasok bahan mentah menjadi sentra kreativitas dan keunggulan,” jelasnya.

Prof. Zainuddin juga menyoroti pentingnya literasi digital dan hilirisasi produk dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Dengan meningkatkan akses ke teknologi informasi, desa dapat memanfaatkan media digital sebagai alat promosi dan distribusi produk unggulnya. Selain itu, peningkatan nilai tambah dari hasil pertanian, perikanan, atau industri lokal dapat meningkatkan daya saing di tingkat internasional. “Kampus harus menjadi tempat lahirnya solusi-solusi inovatif yang relevan dengan kebutuhan desa, termasuk membangun jaringan ekspor yang efisien,” tegasnya.

Apresiasi Terhadap STITM Bojonegoro

Sebagai anggota DPR RI 2019-2024, Prof. Zainuddin Maliki memberikan apresiasi khusus kepada STITM Bojonegoro. Ia menilai institusi tersebut tidak hanya berfokus pada pengembangan akademik, tetapi juga aktif menciptakan keterlibatan sosial yang berdampak nyata di masyarakat. “STITM Bojonegoro telah mengambil langkah progresif dengan memotivasi pendidik dan tenaga kependidikan menjadi agen perubahan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Prof. Zainuddin menyebutkan bahwa STITM Bojonegoro menjadi contoh nyata bagaimana perguruan tinggi dapat berkontribusi pada pemberdayaan masyarakat. Di tengah tantangan pembangunan di daerah penghasil minyak dan gas bumi (migas), institusi ini berhasil mengintegrasikan pendidikan dengan kegiatan pengembangan lokal. “Kemajuan di kota migas tidak hanya diukur dari sumber daya alam, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia dan keberdayaan masyarakat desa,” tambahnya.

Strategi Kolaborasi untuk Masa Depan

Prof. Zainuddin Maliki menegaskan bahwa kolaborasi antara Kementerian Desa dan International Fund for Agricultural Development (IFAD) melalui program TEKAD menjadi platform penting untuk mendorong transisi desa ke arah yang lebih berkualitas. Ia menekankan bahwa kampus harus menjadi bagian aktif dari program ini, baik melalui pelatihan, penelitian, maupun pengembangan produk unggulan. “Peran perguruan tinggi tidak hanya sebagai penunjang, tetapi juga sebagai mitra utama dalam menciptakan ekosistem desa yang mandiri dan berdaya saing,” jelasnya.

Dalam konteks ini, Prof. Zainuddin Maliki menyebutkan bahwa keberhasilan desa tematik dan ekspor bergantung pada keterlibatan aktif akademisi dalam proses perencanaan dan penerapan solusi. “Kampus harus mampu merespons kebutuhan masyarakat desa secara cepat dan relevan, dengan memperhatikan konteks lokal dan potensi sumber daya yang ada,” ungkapnya.

Sebagai penulis buku Rekonstruksi Teori Sosial Modern, Prof. Zainuddin Maliki juga menyoroti pentingnya pendekatan partisipatif dalam proses transformasi desa. Ia menilai bahwa keberhasilan pembangunan tidak bisa terlepas dari partisipasi masyarakat dan pemerintah daerah. “Kampus perlu menjadi jembatan antara teori dan praktek, serta mendorong kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan,” katanya.

Dengan menggabungkan pendidikan, inovasi, dan keberdayaan masyarakat, Prof. Zainuddin Maliki optimis bahwa desa dapat menjadi tulang punggung pembangunan nasional. “Transformasi ini tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah, tetapi juga memerlukan peran aktif kampus dalam membangun masyarakat desa yang lebih unggul,” pungkasnya.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News.

MORE FROM THIS CATEGORY