News

Latest Facts: Bidan di Situbondo Jadi Korban Pembunuhan

Latest Facts: cts - Seorang bidan bernama Murtafia Rafika Devi (34) ditemukan tewas dalam keadaan terbaring di saluran drainase wilayah Kecamatan Banyuglugur

Desk News
Published Juni 7, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Bidan di Situbondo Jadi Korban Pembunuhan

Latest Facts – Seorang bidan bernama Murtafia Rafika Devi (34) ditemukan tewas dalam keadaan terbaring di saluran drainase wilayah Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, pada malam Sabtu (6/6). Tubuh korban ditemukan sekitar pukul 21.00 WIB, kemudian langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Abdoer Rahem Situbondo. Insiden ini mengejutkan warga setempat, karena bidan yang sudah bertahun-tahun berpraktik di daerah tersebut tercatat sebagai salah satu profesi yang dihormati.

Polisi Terlibat dalam Olah Tempat Kejadian Perkara

Kapolsek Banyuglugur AKP Teguh Santoso mengungkapkan bahwa tim kepolisian segera melakukan pengamanan di lokasi ditemukannya korban. Personel juga mendampingi Tim Identifikasi (Inafis) Satreskrim Polres Situbondo untuk menyelidiki kondisi jenazah dan mengumpulkan bukti-bukti yang relevan. Menurut informasi yang diberikan, jasad bidan tersebut ditemukan dalam kondisi luka-luka dan membusuk, dengan tanda-tanda kekerasan yang jelas.

“Iya benar, jenazah korban sekitar pukul 21.00 WIB sudah dievakuasi dan dibawa ke RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo,” ungkap AKP Teguh Santoso. Dia menambahkan bahwa tim investigasi terus bekerja untuk memastikan tidak ada petunjuk yang terlewat dalam penyelidikan kasus ini.

Kabupaten Situbondo yang berada di bagian utara Jawa Timur kini menjadi sorotan publik setelah terjadi kejadian misterius tersebut. Masyarakat setempat menyampaikan kekecewaan dan rasa kaget atas hilangnya seorang profesional yang dianggap menjadi bagian dari kehidupan komunitas. Sementara itu, proses olah tempat kejadian perkara (TKP) masih dalam tahap penyelidikan intensif.

RSUD Besuki Konfirmasi Profesi Korban

Direktur RSUD Besuki, dr. Imam Haryono, membenarkan bahwa Murtafia Rafika Devi memang bekerja sebagai bidan di rumah sakit tersebut. Menurut keterangan staf rumah sakit, korban masih aktif menjalankan tugasnya pada Jumat (5/6) malam sebelum ditemukan meninggal. “Korban tetap hadir di RSUD Besuki hingga malam hari Jumat, dan tak ada keluhan kesehatan yang mencurigakan,” jelas Imam.

“Berdasarkan informasi dari staf rumah sakit, korban masih masuk kerja pada Jumat (5/6) malam sebelum ditemukan meninggal dunia,” tambah Imam. Ia menegaskan bahwa kematian bidan tersebut menjadi kejutan bagi seluruh pihak di lingkungan rumah sakit.

Dari sisi medis, korban dinyatakan meninggal dunia setelah diperiksa oleh tim medis RSUD dr. Abdoer Rahem Situbondo. Tindakan evakuasi jenazah diambil segera setelah jasadnya ditemukan, guna memastikan identitas dan kondisi tubuh yang diperlukan dalam proses penyelidikan. Selain itu, rumah sakit juga berupaya mempercepat pemeriksaan untuk mengetahui penyebab kematian korban.

Proses Penyelidikan Masih Berlangsung

Tim Inafis Satreskrim Polres Situbondo terus melakukan investigasi terkait kasus pembunuhan ini. Selain olah TKP, pihak kepolisian juga mengumpulkan saksi-saksi dan memeriksa alat-alat yang digunakan dalam proses identifikasi. “Tadi Tim Inafis sudah melakukan olah TKP, kemudian jenazah dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut,” kata AKP Teguh Santoso dalam konferensi pers Sabtu malam.

Proses penyelidikan ini dilakukan secara sistematis, dengan fokus pada pencarian sumber kejadian dan alur waktu kejadian. Kapolsek menyebutkan bahwa pihaknya telah memperoleh informasi awal dari warga sekitar, meski belum ada penjelasan jelas mengenai motif pembunuhan. “Kami masih menunggu keterangan lebih lanjut dari korban atau saksi yang terlibat,” terangnya.

Kondisi Lingkungan dan Pengaruh terhadap Masyarakat

Saluran drainase di Kecamatan Banyuglugur menjadi lokasi unik untuk ditemukannya korban, mengingat area tersebut sering dianggap aman bagi warga. Namun, kejadian ini menyebabkan kecemasan di kalangan penduduk, terutama di sekitar wilayah Banyuglugur yang dikenal sebagai daerah pertanian. Pihak kepolisian berupaya memastikan bahwa tidak ada kejadian serupa yang terjadi di area lain.

Sejumlah warga mengungkapkan bahwa peristiwa ini memicu peningkatan kehati-hatian di sekitar tempat kejadian. Beberapa dari mereka mengatakan bahwa korban dikenal baik dan ramah, sehingga kematian tragisnya menambah sedih bagi keluarga dan rekan kerja. “Bidan itu selalu tersenyum dan menolong ibu-ibu di desa, jadi kita tak sangka dia bisa menjadi korban,” kata salah satu warga.

Langkah-Langkah Selanjutnya dalam Penyelidikan

Kepolisian menyatakan bahwa investigasi akan terus dilakukan hingga diperoleh jawaban terkait penyebab kematian. Tim Inafis Satreskrim diberi petunjuk awal bahwa korban diduga menjadi korban kejahatan yang terencana. “Kami akan menyelidiki semua kemungkinan, termasuk kemungkinan korban menjadi sasaran kejahatan di luar lingkup kerjanya,” tambah AKP Teguh Santoso.

Sebagai bagian dari penyelidikan, pihak kepolisian juga berencana mengumpulkan data medis korban untuk melengkapi informasi. Selain itu, Tim Identifikasi akan mengecek kondisi tubuh korban lebih lanjut, termasuk mencari tanda-tanda luka atau perubahan yang mencurigakan. “Kami percaya bahwa semua fakta akan terungkap secara lengkap,” ujar Kapolsek.

Pengaruh Kasus terhadap Profesi Bidan

Insiden ini menimbulkan perhatian terhadap profesi bidan di Indonesia, terutama di wilayah pedesaan yang masih bergantung pada layanan kesehatan reproduksi. Bidan sebagai bagian dari sistem kesehatan primer sering menjadi pilihan utama bagi ibu hamil yang tidak memiliki akses ke fasilitas kesehatan rumah sakit. Kematian Murtafia Rafika Devi menjadi pengingat bahwa para bidan tetap rentan terhadap ancaman kejahatan.

Direktur RSUD Besuki menegaskan bahwa kejadian ini bisa memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap bidan. “Kami berharap kasus ini tidak menyurutkan semangat profesi

Leave a Comment