Rembuk Tani di Mamuju, Menko Zulhas: Sekarang Pupuk Lancar dan Mudah Mendapatkannya

1 bulan ago  ·  4 min read
By David Johnson - pesonatropis.com
ee3ad45e-6a15-4436-a691-1b57a700d6d6-0

Zulhas: Regulasi Baru Membawa Kemudahan Akses Pupuk Bersubsidi untuk Petani Mamuju

Pesonatropis.com – Dalam acara Rembuk Tani di Desa Sinyonyoi, Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (3/7), Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan memberikan penjelasan terkait kebijakan pupuk bersubsidi yang kini lebih terjangkau dan mudah didapatkan oleh petani. Menko Zulhas menyampaikan bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, regulasi terkait distribusi pupuk telah diubah agar lebih efisien, sehingga memastikan ketersediaan pupuk di berbagai wilayah secara stabil.

Penyederhanaan Regulasi Mengurangi Hambatan

Sebelumnya, Zulhas mengungkapkan bahwa proses pemberian pupuk subsidi sempat dihambat oleh jumlah regulasi yang terlalu banyak. Dulu, terdapat 145 peraturan yang mengatur distribusi pupuk, sehingga memperlambat kecepatan pengadaan dan menyulitkan petani dalam mengaksesnya. Dengan adanya Perpres Nomor 6 Tahun 2025 dan Perpres Nomor 113 Tahun 2026 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi, jumlah regulasi tersebut dikurangi secara signifikan, menghasilkan sistem yang lebih sederhana.

“Kebijakan yang diterapkan oleh Presiden Prabowo terkait pupuk bersubsidi telah memudahkan akses bagi para petani, sehingga kebutuhan pupuk menjadi lebih terpenuhi secara cepat dan mudah,” ujar Zulhas. Ia menambahkan bahwa kebijakan ini juga menjamin keberlanjutan pasokan pupuk di setiap daerah, yang sebelumnya sering mengalami gangguan.

Menko Zulhas menyebutkan bahwa salah satu dampak positif dari regulasi baru adalah kemampuan petani untuk memperoleh pupuk lebih dini, sesuai dengan alokasi yang ditetapkan. Dengan penerapan Perpres tersebut, distribusi pupuk tidak lagi terkendala oleh prosedur yang rumit, sehingga petani dapat menyalurkan kebutuhan tanaman sebelum masa tanam dimulai. Hal ini berdampak langsung pada peningkatan produktivitas pertanian dan kestabilan harga pupuk di pasar.

Perubahan Harga dan Infrastruktur Pupuk

Menurut Zulhas, kebijakan ini juga memungkinkan diskon harga sebesar 20 persen untuk pupuk bersubsidi, yang menjadi langkah strategis pemerintah untuk mendukung kebutuhan petani. “Sekarang sebelum tanam pupuk sudah ada, bahkan lebih dari cukup,” lanjutnya. Ia berharap kebijakan ini berkelanjutan dan menjadi contoh dalam pengelolaan subsidi pangan di masa depan.

“Sekarang pupuk lancar dan pertama kali dalam sejarah harganya dapat diskon 20 persen. Sekarang sebelum tanam pupuk sudah ada, cukup bahkan lebih,” kata Menko Zulhas.

Dalam kesempatan yang sama, Zulhas mengapresiasi kinerja Pupuk Indonesia yang mempercepat distribusi pupuk bersubsidi. Ia menyebutkan bahwa perusahaan tersebut telah berhasil menurunkan harga pupuk dan membangun pabrik baru, yang menjadi bagian dari upaya peningkatan efisiensi. “Terima kasih kepada Pupuk Indonesia, di bawah kepemimpinan Pak Rahmad luar biasa, bisa menurunkan harga dan membangun pabrik pupuk yang baru,” tambahnya.

PT Pupuk Indonesia (Persero) pun merespons apresiasi tersebut. Direktur Supply Chain perusahaan, Robby Setiabudi Madjid, menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan pemerintah dalam menyalurkan pupuk subsidi secara lebih efektif. “Kinerja kami semakin optimal berkat kebijakan yang dijalankan oleh pemerintah, sehingga mampu mempercepat distribusi pupuk ke petani,” tuturnya. Robby menekankan bahwa pabrik baru yang dibangun menjadi solusi untuk memenuhi permintaan pupuk secara lokal, mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.

Kebijakan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam pengembangan pertanian Indonesia yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Dengan proses penyaluran yang lebih cepat, petani tidak hanya mendapatkan pupuk sesuai kebutuhan, tetapi juga mampu mengoptimalkan penggunaan bahan pertanian tersebut. Zulhas menegaskan bahwa regulasi baru bukan hanya mempercepat distribusi, tetapi juga memastikan transparansi dan keadilan dalam pemberian subsidi kepada masyarakat pedesaan.

Menko Zulhas juga meminta petani untuk tetap menjaga kualitas pertanian dan memanfaatkan kebijakan ini secara maksimal. “Pupuk bersubsidi adalah bagian dari upaya memastikan petani memiliki akses yang sama terhadap sumber daya pertanian,” ujarnya. Dengan kehadiran regulasi yang lebih sederhana, ia yakin distribusi pupuk tidak lagi menjadi hambatan bagi produktivitas pertanian, terutama di daerah-daerah yang terpencil.

Di sisi lain, pembangunan pabrik pupuk baru oleh Pupuk Indonesia menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendukung kebutuhan pertanian nasional. Robby Setiabudi Madjid menjelaskan bahwa pabrik tersebut tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga mempercepat waktu pengiriman pupuk ke petani, sehingga meminimalkan risiko kehabisan stok saat musim tanam. Kebijakan ini, menurut Zulhas, menjadi bukti bahwa pengelolaan subsidi pangan dapat menjadi lebih efektif jika dilakukan dengan pendekatan yang terpadu.

Dengan adanya kebijakan yang mengintegrasikan regulasi, pembangunan infrastruktur, dan peningkatan kapasitas distribusi, Menko Zulhas yakin petani di Mamuju dan wilayah lainnya akan merasakan manfaat yang lebih nyata. Ia berharap program ini dapat menjadi model bagi daerah-daerah lain di Indonesia, sehingga mendorong pertanian yang lebih modern dan berkelanjutan.

Sementara itu, masyarakat petani di Mamuju mengapresiasi langkah pemerintah dan Pupuk Indonesia dalam memberikan solusi untuk kesulitan yang selama ini dialami. Banyak dari mereka menyebutkan bahwa ketersediaan pupuk bersubsidi kini lebih terjamin, dan harga yang lebih terjangkau membuat pengeluaran mereka berkurang. Dengan demikian, kebijakan ini tidak hanya meningkatkan kuantitas produksi, tetapi juga kualitas hidup petani di daerah.

JPNN.com melaporkan bahwa acara Rembuk Tani ini menjadi wadah dialog antara pemerintah dan petani, di mana berbagai aspirasi dan kebutuhan mereka diungkapkan secara langsung. Zulhas menyatakan bahwa partisipasi aktif petani dalam proses ini sangat penting untuk memastikan kebijakan yang diusulkan sesuai dengan kondisi di lapangan. “Kita perlu berkolaborasi agar kebijakan ini benar-benar memberikan manfaat yang maksimal,” tambahnya.

Keberhasilan distribusi pupuk bersubsidi yang lebih lancar di Mamuju menunjukkan progres positif dalam pengelolaan kebijakan pangan. Dengan penyesuaian regulasi dan inisiatif pihak terkait, pet

MORE FROM THIS CATEGORY