Mahasiswa FK Usakti Belajar Mengabdi Sejak Dini, Pimpin Abdimas 2026
Key Strategy – BOGOR – Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti (FK Usakti) kembali menegaskan komitmen yang kuat dalam dunia pelayanan kesehatan masyarakat. Acara tahunan “Abdimas Mahasiswa Membina 2026” sukses digelar di Kampus Nagrak, Universitas Trisakti, Kota Bogor. Tahun ini menjadi momen penting karena mahasiswa angkatan 2025 dipercaya memimpin penyuluhan kesehatan secara langsung, bukan hanya sebagai peserta pendukung seperti tahun-tahun sebelumnya. Di bawah bimbingan dosen dan mahasiswa senior angkatan 2023, 15 kelompok mahasiswa berbeda bertugas menginisiasi kegiatan yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan.
Peran Baru Mahasiswa dalam Kegiatan Sosial
Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, gelaran Abdimas 2026 memiliki perubahan signifikan. Sebelumnya, mahasiswa lebih banyak berperan sebagai pendukung, tetapi kali ini mereka diberi tanggung jawab utama dalam menyelenggarakan program ini. Selama kegiatan, para mahasiswa menyiapkan berbagai materi edukasi, mulai dari kebersihan lingkungan hingga pencegahan penyakit menular. Kegiatan ini juga melibatkan interaksi langsung dengan warga sekitar, termasuk memberikan konsultasi kesehatan sederhana dan menyebarluaskan informasi tentang pola hidup sehat.
Proses persiapan Abdimas 2026 berlangsung intensif. Mahasiswa angkatan 2025 mengikuti pelatihan intensif selama beberapa minggu sebelum acara dimulai. Materi yang diajarkan mencakup teknik penyampaian informasi secara efektif, manajemen waktu, serta cara menghadapi berbagai situasi di lapangan. Selain itu, mereka juga diberi kesempatan untuk berdiskusi dengan dosen pembimbing dan sesama mahasiswa senior tentang strategi yang tepat dalam menjalankan tugas sosial.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kemampuan mahasiswa sejak dini untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajari,” ujar Dekan FK Usakti, Dr. dr. Yenny. Ia menambahkan bahwa Abdimas 2026 bukan sekadar acara rutin, melainkan bentuk pembelajaran praktis yang memberikan pengalaman nyata bagi calon dokter.
Manfaat Kegiatan untuk Masa Depan
Dekan Yenny menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membentuk mahasiswa yang siap menghadapi tantangan dunia nyata. “Kita menginginkan mereka terbiasa menjadi pionir perubahan, bukan hanya penerima informasi,” tambahnya. Kehadiran mahasiswa muda sebagai pelaku utama Abdimas juga menjadi momentum untuk mengevaluasi kesiapan mereka dalam berkomunikasi dengan berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga lansia.
Di sisi lain, Wakil Rektor I Universitas Trisakti, Dr. Ir. Muhammad Burhannudinnur, menegaskan bahwa program Abdimas merupakan bentuk kontribusi nyata universitas dalam pembangunan kesehatan nasional. Menurutnya, kegiatan ini menumbuhkan empati sosial dan jiwa kepemimpinan yang menjadi bekal penting bagi lulusan di masa depan. “Kami percaya, mahasiswa yang terlibat dalam program ini akan lebih mampu memahami kebutuhan masyarakat dan menjadikannya bagian dari solusi kesehatan,” kata Burhannudinnur.
“Aksi ini sangat efektif untuk membentuk lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa tanggung jawab dan kemampuan adaptasi yang tinggi,” tambah Burhannudinnur. Ia juga mengapresiasi upaya FK Usakti dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis, di mana mahasiswa diberi ruang untuk mengambil peran aktif.
Keterlibatan Masyarakat dalam Kegiatan
Abdimas 2026 tidak hanya menarik partisipasi mahasiswa, tetapi juga memperkuat hubungan antara FK Usakti dan masyarakat sekitar. Kegiatan ini diharapkan menjadi sarana untuk mengidentifikasi masalah kesehatan yang sering dihadapi warga Nagrak, seperti akses layanan kesehatan terbatas dan kurangnya pengetahuan tentang penyakit menular. Mahasiswa muda berupaya membangun kesadaran melalui berbagai metode, termasuk diskusi kelompok, sesi tanya jawab, dan pelatihan kesehatan dasar.
Kehadiran 15 kelompok penyuluhan memastikan kegiatan ini mencakup berbagai aspek kesehatan yang relevan. Beberapa kelompok fokus pada edukasi kebersihan tangan, penggunaan masker, dan pentingnya vaksinasi, sementara yang lain mengupas topik seperti gizi seimbang dan manajemen stres. Mahasiswa juga berinisiatif mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan kesehatan, seperti pemeriksaan kesehatan dasar dan penyuluhan tentang pola hidup sehat.
Menurut Dr. Yenny, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran yang sangat berharga bagi mahasiswa. “Mereka belajar bagaimana menghadapi berbagai kondisi di lapangan, mulai dari komunikasi dengan warga hingga kerja sama tim,” ujarnya. Selain itu, dia juga menyebutkan bahwa pengalaman ini membantu mereka membangun kepercayaan diri dan kemampuan berpikir kritis, yang sangat dibutuhkan dalam profesi kedokteran.
Persiapan untuk Masa Depan
Persiapan Abdimas 2026 juga mencakup kolaborasi dengan organisasi lokal dan komunitas sekitar. FK Usakti berupaya memastikan kegiatan ini tidak hanya informatif, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang. Misalnya, melalui pemasangan poster kesehatan dan distribusi brosur, mahasiswa berusaha memperluas cakupan informasi. Pihak universitas juga berharap kegiatan ini menjadi dasar untuk program-program serupa di masa mendatang, yang lebih berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan berkelanjutan.
Kegiatan Abdimas 2026 ditutup dengan penampilan mahasiswa dalam bentuk seminar dan presentasi hasil kerja mereka. Dekan Yenny mengapresiasi antusiasme peserta dan yakin bahwa program ini akan terus berkembang. “Kami ingin terus menantang mahasiswa untuk menjadi agen perubahan positif, sekaligus mengukur sejauh mana mereka mampu menerapkan ilmu di dunia nyata,” katanya. Di samping itu, ia juga menyampaikan harapan agar kegiatan serupa bisa menjadi bagian dari kurikulum pendidikan kedokteran yang lebih modern.
Kelompok-kelompok mahasiswa angkatan 2025 terus berusaha mengoptimalkan peran mereka. Dengan bimbingan dosen dan pengalaman dari mahasiswa senior, mereka berharap dapat menjadi contoh yang baik bagi generasi muda lainnya. Abdimas 2026 tidak hanya menginspirasi para peserta, tetapi juga menjadi momentum penting dalam membangun kesehatan masyarakat secara bersama-sama.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News.
