Andai Kita Tumbuh Besar Nanti, The Jansen Memutus Siklus Trauma Keluarga

4 minggu ago  ·  4 min read
By Patricia Jones - pesonatropis.com
khrisna-gen-1783544708-a88d757c64

Key Issue: The Jansen Putus Siklus Trauma Keluarga Lewat Lagu Baru

Pesonatropis.com – Kota Bogor kembali menghadirkan talenta musik yang patut diperhitungkan di kancah industri musik Indonesia. The Jansen, sebuah band punk rock yang telah lama dikenal publik, resmi merilis karya terbaru mereka dengan judul “Andai Kita Tumbuh Besar Nanti”. Key Issue ini menjadi sorotan karena lagu tersebut berhasil menggali tema trauma keluarga dengan mendalam. Single kedua dari album mendatang berjudul “Romantisasi Impulsif” ini menandai kelanjutan perjalanan musik The Jansen setelah sebelumnya berhasil memikat pendengar melalui single pertama mereka.

Perjalanan Musik The Jansen

Band yang terdiri dari Cinta Rama Bani Satria sebagai vokalis dan pemain gitar, serta Adji Pamungkas sebagai bassist ini, terus menunjukkan konsistensi dalam mengembangkan suara musik mereka. Key Issue yang diangkat dalam lagu terbaru ini menunjukkan kedewasaan artistik The Jansen. Sebelumnya, The Jansen telah merilis single berjudul “Bila Cinta Adalah Sebuah Propaganda (Wo Ai Ni)” yang menjadi pembuka babak baru dalam diskografi mereka. Single pertama tersebut berhasil memberikan gambaran awal tentang arah musik yang akan mereka tempuh dalam album “Romantisasi Impulsif”.

Kini, dengan kehadiran “Andai Kita Tumbuh Besar Nanti”, Key Issue trauma keluarga semakin diperjelas dalam visi musik mereka. Lagu ini tidak hanya melanjutkan narasi yang dibangun melalui single sebelumnya, tetapi juga memperdalam tema-tema yang diangkat dalam album mendatang. Kehadiran lagu ini menunjukkan bahwa The Jansen memiliki konsep yang kuat dan konsisten dalam setiap karya yang mereka hasilkan. Key Issue ini menjadi pembeda The Jansen dari band punk rock lainnya di Indonesia.

Inspirasi di Balik Lagu

“Andai Kita Tumbuh Besar Nanti” diciptakan oleh Adji Pamungkas, yang menuangkan berbagai inspirasi dari sumber bacaan yang ia kumpulkan. Key Issue trauma keluarga ini terinspirasi dari novel “Orexas” karya Remy Sylado. Namun, inspirasi tersebut tidak hanya datang dari satu sumber saja. Adji juga mengumpulkan pengalaman kolektif dan berbagai bacaan yang ia temui selama ini. Key Issue ini menjadi tema sentral yang menghubungkan semua elemen penciptaan lagu.

Proses penciptaan lagu ini melibatkan pengamatan mendalam terhadap dinamika keluarga dan pengalaman-pengalaman yang sering kali dialami oleh banyak orang. Adji berhasil merangkai elemen-elemen tersebut menjadi sebuah karya musik yang menyentuh dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Key Issue trauma masa kecil yang diangkatnya menjadi sangat personal namun tetap universal. Melalui lagu ini, ia ingin menyampaikan pesan-pesan tentang trauma masa kecil yang sering kali tidak disadari oleh banyak orang.

Mengungkap Trauma Masa Kecil

Adji Pamungkas menjelaskan bahwa proses penciptaan lagu ini dimulai setelah ia membaca berbagai cerita dan diksi dari sumber-sumber yang berbeda. Key Issue yang ia angkat berkaitan erat dengan dinamika keluarga yang sering kali tidak terlihat. Dalam bacaan-bacaan tersebut, ia menemukan gambaran-gambaran yang sangat familiar tentang kehidupan keluarga. Ia menyebutkan beberapa hal yang sering kali terjadi dalam kehidupan keluarga, seperti ayah yang tenggelam dalam masalahnya sendiri, ibu yang terlihat tidak peduli, dan terjebak dalam dunia pamer sosialita.

“Saya menulis lagu ini setelah baca-baca cerita dan diksi dari berbagai sumber. Di dalamnya, saya menemukan hal-hal kayak ‘papi hanyut sama masalahnya’, ‘mami gak peduli’, dan ‘kejebak dalam pamer sosialita’,” ungkap Adji Pamungkas pada Rabu (8/7).

Pernyataan ini menunjukkan betapa Adji mengamati kehidupan sekitar dengan cermat. Key Issue trauma keluarga yang ia angkat bukan hanya tentang dirinya sendiri, tetapi juga tentang pengalaman kolektif. Ia tidak hanya mengandalkan pengalaman pribadi, tetapi juga menggali cerita-cerita dari berbagai sumber untuk menciptakan karya yang lebih kaya dan mendalam. Key Issue ini menjadi jembatan antara pengalaman personal dan pengalaman universal.

Universalitas Trauma Keluarga

Menurut Adji, lagu “Andai Kita Tumbuh Besar Nanti” berangkat dari keyakinannya bahwa trauma masa kecil adalah hal yang universal. Key Issue ini menjadi fondasi dari seluruh karya yang ia ciptakan. Ia percaya bahwa setiap orang pasti memiliki trauma masa kecil masing-masing, dan setiap keluarga juga memiliki masalahnya sendiri-sendiri. Pandangan ini menjadikan lagu tersebut tidak hanya personal, tetapi juga memiliki resonansi yang luas dengan pendengar dari berbagai latar belakang. Key Issue trauma keluarga yang diangkatnya berhasil menyentuh hati banyak orang.

Dengan mengangkat tema trauma keluarga, The Jansen mencoba memutus siklus yang sering kali terjadi dalam kehidupan banyak orang. Key Issue ini menjadi harapan baru bagi mereka yang pernah mengalami hal serupa. Mereka berharap melalui musik, pendengar dapat menemukan cara untuk memahami dan mengatasi trauma yang mereka alami. Album “Romantisasi Impulsif” yang akan segera dirilis diharapkan dapat menjadi wadah bagi banyak orang untuk menemukan kedamaian melalui musik. Key Issue yang diangkat The Jansen ini menunjukkan bahwa musik bisa menjadi terapi yang powerful.

Kehadiran “Andai Kita Tumbuh Besar Nanti” menandai sebuah babak baru dalam perjalanan musik The Jansen. Key Issue trauma keluarga yang mereka angkat menjadi pembeda utama dalam karya-karya mereka. Dengan menggabungkan elemen punk rock yang khas dengan tema-tema yang mendalam, band ini berhasil menciptakan karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyentuh hati para pendengarnya. Key Issue ini menjadi bukti bahwa musik dapat menjadi media yang powerful untuk menyampaikan pesan-pesan penting tentang kehidupan dan hubungan antarmanusia. The Jansen berhasil membuktikan bahwa Key Issue personal bisa menjadi universal melalui seni musik.

MORE FROM THIS CATEGORY