Operasi Pencarian Kapal Nurul Salsa Berlanjut, 25 Penumpang Masih Hilang
Pesonatropis.com – Kendari — Upaya pencarian dan penyelamatan terhadap Kapal Motor (KM) Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, terus digenjot oleh tim SAR. Basarnas Kendari, yang berkedudukan di Sulawesi Tenggara, telah mengerahkan sejumlah personel untuk mendukung operasi pencarian yang sedang berlangsung. Sebanyak 28 orang kru dan tenaga ahli dikirim menggunakan Kapal Negara (KN) SAR Pacitan sebagai bagian dari Bawah Kendali Operasi (BKO) SAR. Kehadiran kapal dan personel ini diharapkan dapat mempercepat proses pencarian para korban yang belum ditemukan.
Perjalanan KN SAR Pacitan Menuju Lokasi Bencana
KN SAR Pacitan telah meninggalkan Dermaga Basarnas Kawasan Timur Kendari sejak pukul 12.10 WITA. Kapal ini menuju perairan Selayar untuk memberikan dukungan penuh terhadap operasi SAR yang terkait dengan kecelakaan KM Nurul Salsa. Tenggelamnya kapal tersebut terjadi di perairan sebelah barat Pulau Polassi pada tanggal 15 Juli 2026 lalu. Kepala Basarnas Kendari, Amiruddin A.S, menyampaikan informasi ini saat dihubungi pada hari Sabtu. Ia menjelaskan bahwa keberangkatan kapal merupakan langkah strategis untuk memperkuat upaya pencarian di lokasi kejadian.
“KN SAR Pacitan telah bertolak dari Dermaga Basarnas Kawasan Timur Kendari menuju perairan Selayar sejak pukul 12.10 WITA guna mendukung operasi SAR kecelakaan KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan sebelah barat Pulau Polassi pada 15 Juli 2026 lalu,” kata Amiruddin A.S.
Komposisi Personel dan Jarak Tempuh
Amiruddin merinci bahwa total 28 personel berada di atas kapal yang berangkat. Komposisi tersebut mencakup satu orang Kepala Seksi Operasi dan Siaga KPP Kendari, 21 orang kru KN SAR Pacitan, serta enam orang tenaga penyelamat atau rescuer. Jarak dari Dermaga Kendari menuju lokasi perkiraan terakhir hilangnya kapal di sekitar perairan Pulau Selayar mencapai 262 mil laut. Dengan memaksimalkan kecepatan hingga 20 knot, perjalanan laut ini diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 18 jam.
Keberangkatan kapal pada siang hari memungkinkan tim SAR untuk tiba di lokasi dalam kondisi optimal. Koordinasi antara berbagai unit SAR menjadi kunci keberhasilan operasi pencarian. Setiap personel memiliki peran spesifik yang harus dijalankan sesuai dengan tugasnya. Kru kapal bertanggung jawab atas navigasi dan operasional kapal, sementara tenaga penyelamat siap melakukan aksi penyelamatan di perairan.
Peralatan dan Dukungan Operasional
Untuk menunjang efektivitas operasi penyelamatan di lapangan, tim SAR dibekali dengan berbagai alat utama dan perlengkapan keselamatan yang memadai. Peralatan ini mencakup alat komunikasi, alat bantu pernapasan, pelampung, dan peralatan medis darurat. Ketersediaan perlengkapan yang lengkap memungkinkan tim SAR bekerja secara efisien di perairan yang luas. Kondisi cuaca dan arus laut juga menjadi faktor penting yang harus dipertimbangkan dalam perencanaan operasi.
“Guna menunjang efektivitas operasi penyelamatan di lapangan, tim juga dibekali dengan berbagai alat utama dan perlengkapan keselamatan yang memadai,” ujarnya.
Operasi pencarian KM Nurul Salsa menjadi perhatian serius bagi Basarnas Kendari. Dengan 25 penumpang yang belum ditemukan, setiap jam sangat berharga dalam upaya menyelamatkan nyawa. Tim SAR terus melakukan pencarian sistematis di area perairan yang diperkirakan menjadi lokasi tenggelamnya kapal. Dukungan dari berbagai pihak termasuk kapal-kapal nelayan sekitar juga membantu memperluas jangkauan pencarian. Harapannya, para penumpang yang hilang dapat segera ditemukan dan diselamatkan dalam waktu terdekat.
Basarnas Kendari terus memberikan update perkembangan operasi pencarian kepada masyarakat. Koordinasi dengan instansi terkait seperti BMKG dan otoritas pelabuhan juga dilakukan untuk memastikan kelancaran operasi. Seluruh personel bekerja dengan penuh dedikasi demi keselamatan para penumpang KM Nurul Salsa. Operasi pencarian akan terus berlangsung hingga semua korban ditemukan atau dinyatakan hilang.
