News

Historic Moment: Sentul City Ajak Masyarakat Tanam 3.850 Pohon Harapan untuk Lingkungan Lestari

anam 3.850 Pohon Harapan untuk Lingkungan Lestari Historic Moment - Pada perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Sentul City, penyelenggara memilih

Desk News
Published Juni 7, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Sentul City Ajak Masyarakat Tanam 3.850 Pohon Harapan untuk Lingkungan Lestari

Historic Moment – Pada perayaan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Sentul City, penyelenggara memilih pendekatan yang berbeda dari tahun sebelumnya. Bukan sekadar upacara resmi atau kegiatan seremonial, tetapi sebuah peristiwa yang menegaskan bahwa menjaga kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama yang butuh komitmen terus-menerus. Di Cluster Venesia, Desa Sumur Batu, Kecamatan Babakan Madang, Jumat (5/6/2026), masyarakat lokal serta berbagai organisasi bergabung untuk melakukan aksi penghijauan secara aktif.

Keterlibatan sejumlah pihak menjadi sorotan utama dalam acara tersebut. Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemerintah Kecamatan Babakan Madang, Pemerintah Desa Sumur Batu, Karang Taruna, dan Pramuka menjadi bagian dari tim yang bekerja sama menghadirkan ruang hijau di kawasan pengembangan Sentul City. Pemilik perusahaan, Sentul City, juga aktif menginisiasi kegiatan ini sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan.

Membangun Kelestarian dengan Tangan Bersama

Acara penanaman pohon bukan hanya sekadar simbolisasi, tetapi menjadi langkah konkret dalam menciptakan lingkungan yang lebih hijau. Puluhan warga dari berbagai usia dan latar belakang mengikuti kegiatan ini, dengan antusiasme yang menunjukkan minat masyarakat terhadap isu ekologis. Proses penggalian tanah dan penanaman benih menjadi momen yang penuh makna, di mana setiap langkah terasa seperti mengirimkan pesan harapan untuk masa depan.

“Di antara tanah yang digali dan bibit yang ditanam, terselip harapan sederhana: menghadirkan lingkungan yang lebih hijau untuk masa depan,”

ujar salah satu peserta, yang sekaligus merupakan warga Desa Sumur Batu. Peserta acara berharap, melalui aksi ini, lingkungan sekitar dapat tetap terjaga meski kegiatan pembangunan terus berjalan. Kebutuhan ruang hijau dalam kawasan perkotaan semakin mendesak, mengingat pengembangan infrastruktur seringkali mengorbankan vegetasi alami.

Sebagai bentuk kontribusi, Sentul City telah menanam sekitar 3.850 pohon dengan berbagai jenis di kawasan pengembangannya. Angka ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk menciptakan ekosistem yang lebih seimbang. Pohon-pohon yang ditanam termasuk spesies lokal dan asli, seperti pohon mangga, kelengkeng, dan pohon kelapa, yang diharapkan mampu bertahan dalam kondisi lingkungan yang berubah.

Langkah Konsisten dalam Pengelolaan Lingkungan

Kegiatan penanaman pohon menjadi bagian dari program konsisten Sentul City dalam menjaga lingkungan. Perusahaan tersebut telah membangun kebijakan pengelolaan sampah, penghematan energi, serta penerapan teknologi ramah lingkungan di berbagai proyeknya. Dengan menggabungkan kegiatan sosial dan ekologis, Sentul City berusaha menjadi contoh yang baik dalam pengembangan berkelanjutan.

Di sisi lain, masyarakat sekitar juga turut ambil bagian dalam memastikan keberhasilan program ini. Beberapa warga bahkan membawa alat bantu pribadi, sementara lainnya berpartisipasi melalui donasi atau mendukung kegiatan lingkungan di luar acara hari ini. Keterlibatan aktif mereka menunjukkan bahwa lingkungan yang hijau tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga kebutuhan bersama dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat, Ibu Rina Wijaya, mengatakan bahwa aksi penghijauan ini menjadi momentum untuk menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. “Pohon tidak hanya mampu menyerap karbon, tetapi juga memberikan manfaat bagi kesehatan, kenyamanan, serta keindahan lingkungan sekitar,” tuturnya. Ia menambahkan, kegiatan serupa akan terus dilakukan setiap tahun guna menjaga kualitas udara dan keanekaragaman hayati.

Pemerintah Kecamatan Babakan Madang juga mengapresiasi inisiatif Sentul City. Camat setempat, Bapak Suryadi, menegaskan bahwa kerja sama antara pengembang dan warga adalah kunci keberhasilan pengelolaan lingkungan. “Kita perlu terus berupaya membangun kesadaran bahwa lingkungan adalah aset yang tidak bisa tergantikan,” ujarnya. Dukungan dari Pemerintah Desa Sumur Batu dan Karang Taruna menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi inisiatif perusahaan, tetapi juga dipandang sebagai bagian dari kehidupan komunitas.

Dalam proses penanaman, setiap pohon yang ditanam diberi nama dan diawasi oleh tim terkait. Tujuannya adalah untuk memastikan pohon-pohon tersebut dapat bertumbuh optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi lingkungan. Beberapa pohon ditanam di area taman publik, sementara yang lain diperuntukkan untuk lingkungan perumahan warga. Inisiatif ini juga menjadi penyangga terhadap perubahan iklim, sebab pohon dapat berperan dalam menyerap emisi karbon dan menurunkan suhu sekitar.

Kegiatan ini diakhiri dengan upacara kecil yang mengundang partisipasi seluruh peserta. Para peserta berdiri berjejer, menggenggam benih yang baru saja ditanam, sambil berdoa agar pohon-pohon ini dapat bertahan hingga dewasa. Pemandangan itu menegaskan bahwa penghijauan bukan hanya tentang pohon, tetapi juga tentang semangat dan komitmen yang terus dibangun oleh masyarakat.

Dengan keberhasilan 3.850 pohon yang ditanam, Sentul City mengharapkan bahwa kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi warga lainnya. Harapan besar juga terletak pada program penghijauan jangka panjang yang akan dijalankan oleh perusahaan tersebut. Dengan menanam pohon di berbagai titik, Sentul City berusaha menciptakan lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan layak huni untuk generasi mendatang.

Konten ini disusun dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan lingkungan. Dengan pendekatan yang lebih personal dan langsung, Sentul City ingin menggambarkan bahwa setiap aksi kecil dapat menghasilkan perubahan besar. Langkah-langkah seperti ini menjadi pembuktian bahwa lingkungan yang lestari bukan hanya impian, tetapi juga kenyataan yang dapat tercapai melalui kolaborasi dan keseriusan semua pihak.

Leave a Comment