Fajar Ryan Akbar Ingatkan Bahaya Overclaim Produk di Media Sosial
Pesonatropis.com – JAKARTA – Sebagai seorang pemerhati hukum digital dan kreator konten, Fajar Ryan Akbar AM menyoroti pentingnya kejujuran dalam promosi produk melalui platform media sosial. Dia menekankan bahwa praktik overclaim atau klaim berlebihan dalam ulasan produk bisa menimbulkan kerugian bagi para pembeli. “Pesatnya perkembangan e-commerce dan metode penjualan langsung melalui live selling perlu disertai dengan etika bisnis dan pemahaman tentang hukum perlindungan konsumen,” kata Fajar Ryan, Sabtu (4/7).
Etika Bisnis dalam Digitalisasi Pemasaran
Fajar Ryan memaparkan bahwa di era digital, kemudahan akses informasi melalui media sosial berpotensi menipu konsumen jika tidak dikontrol dengan baik. Ia menilai kebiasaan menyampaikan klaim yang berlebihan dalam ulasan produk bisa membuat masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap merek dan pemain pasar. “Platform digital memberikan ruang yang sangat luas bagi pertumbuhan ekonomi kreatif, tetapi ruang itu juga bisa menjadi celah untuk penipuan jika tidak disertai kejujuran,” jelasnya.
“Pesatnya perkembangan e-commerce dan live selling harus diimbangi dengan etika bisnis serta pemahaman hukum perlindungan konsumen,” kata Fajar Ryan, Sabtu (4/7).
Kewajiban Content Creator dan Afiliator
Dalam wawancara terbarunya, Fajar Ryan juga menekankan kewajiban content creator dan afiliator untuk menjaga akurasi informasi produk saat mempromosikannya. Menurutnya, para kreator konten memiliki peran penting dalam membentuk opini publik, sehingga mereka harus bertanggung jawab untuk tidak memanipulasi data atau menyuap konsumen dengan informasi yang tidak benar. “Setiap ulasan yang dibagikan di media sosial bukan hanya sekadar komentar, tetapi bisa menjadi alat persuasi yang memengaruhi keputusan beli,” tambahnya.
“Platform digital memberikan ruang yang sangat luas bagi pertumbuhan ekonomi kreatif,” ucapnya.
Manfaat Akurasi Ulasan untuk Konsumen
Fajar Ryan, yang dikenal melalui akun media sosial @rekomendasijarrr, menegaskan bahwa keakuratan ulasan menjadi bagian kunci dalam menciptakan kepercayaan masyarakat. Ia menekankan bahwa konsumen perlu menyadari dampak dari praktik overclaim yang sering muncul di berbagai platform. “Ulasan yang semu atau klaim yang berlebihan bisa mengaburkan kualitas asli suatu produk, sehingga pembeli kehilangan kenyamanan dalam memilih barang,” jelasnya.
“Promosi yang sehat harus didasarkan pada fakta, bukan manipulasi informasi,” bebernya.
Kesadaran Publik dalam Menghadapi Pemasaran Online
Dalam beberapa tahun terakhir, peningkatan penggunaan media sosial untuk promosi produk semakin pesat. Fajar Ryan mengingatkan bahwa publik tidak boleh menutup mata terhadap munculnya praktik overclaim atau ulasan yang tidak realistis. Menurutnya, konsumen perlu aktif memeriksa sumber informasi dan mencari bukti yang mendukung klaim yang disampaikan. “Kesadaran ini sangat penting karena pengaruh ulasan online terhadap keputusan pembelian bisa sangat signifikan,” katanya.
Strategi Pemasaran yang Transparan
Menurut Fajar Ryan, pemasaran yang transparan dan akurat bisa membantu meningkatkan kualitas ekonomi kreatif di Indonesia. Ia menyarankan para content creator untuk menghindari kesan berlebihan dalam promosi, misalnya dengan menggunakan data yang jelas dan disertai dengan penjelasan yang mendetail. “Misalnya, jika suatu produk diklaim sebagai ‘terbaik’ atau ‘tercepat’, sebaiknya ada bukti ilmiah atau pengalaman nyata yang mendukung pernyataan itu,” ujarnya.
Di samping itu, Fajar Ryan juga berharap pemerintah dan lembaga perlindungan konsumen dapat memberikan pedoman yang lebih jelas terkait aturan promosi di media sosial. Menurutnya, kejelasan aturan ini bisa meminimalkan risiko penipuan dan memastikan konsumen mendapatkan informasi yang benar. “Dengan adanya regulasi yang memadai, konsumen bisa lebih mudah mengenali mana informasi yang jujur dan mana yang dimanipulasi,” tegasnya.
Kebutuhan Edukasi dan Pengawasan
Fajar Ryan menekankan bahwa edukasi bagi para kreator konten dan afiliator harus menjadi prioritas. Ia mencontohkan bahwa banyak ulasan produk di media sosial sering kali hanya mengandalkan persepsi subjektif, tanpa diimbangi dengan data objektif. “Dengan menerapkan prinsip kejujuran, promosi bisa lebih efektif dan berkelanjutan,” katanya. Selain itu, ia juga meminta pihak platform digital untuk lebih aktif dalam melakukan pengawasan terhadap konten yang menyebar di jaringannya.
Di luar itu, Fajar Ryan menyoroti pentingnya transparansi dalam segala aspek pemasaran digital. Ia mencontohkan bahwa konsumen yang sadar akan informasi lebih mampu mengambil keputusan yang tepat, baik dalam memilih produk maupun menilai kredibilitas penjual. “Dengan kesadaran ini, masyarakat bisa menjadi penguasa pasar yang lebih cerdas, bukan korban dari manipulasi informasi,” jelasnya.
Peran Media Sosial dalam Era Digital
Menurut Fajar Ryan, media sosial adalah alat yang efektif dalam memperluas jangkauan pemasaran produk, tetapi juga bisa menjadi sarana penyebaran informasi yang tidak akurat. Ia menyarankan bahwa para pengguna media sosial harus lebih kritis dalam menganalisis konten yang mereka terima. “Dengan melatih kemampuan kritis, konsumen bisa

