Anak Gajah Nona Seroja Tebar 15.000 Bibit Pohon dalam Riau Bhayangkara Run

2 minggu ago  ·  3 min read
By Michael Taylor - pesonatropis.com

Program Lingkungan Hidup Menuju Riau Bhayangkara Run 2026

Pesonatropis.com – PEKANBARU — Penyelenggaraan pengambilan race pack untuk Riau Bhayangkara Run tahun 2026 menghadirkan nuansa baru yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Para peserta tidak hanya menerima perlengkapan standar untuk berlari, tetapi juga mendapatkan kejutan istimewa berupa boneka karakter Nona Seroja. Boneka anak gajah Sumatra ini hadir dengan misi lingkungan yang menarik perhatian banyak orang. Setiap boneka membawa delapan bibit pohon trembesi yang siap ditanam di berbagai lokasi.

Total sebanyak 15.000 peserta mendapatkan souvenir unik ini selama proses pengambilan race pack. Inisiatif tersebut merupakan bagian dari kampanye pelestarian lingkungan yang digagas oleh kepolisian daerah. Nona Seroja menjadi simbol penting dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga keanekaragaman hayati. Gajah Sumatra merupakan satwa langka yang perlu dilindungi, sehingga kehadiran boneka ini memiliki makna ganda sebagai edukasi dan kampanye lingkungan.

Pengalaman Peserta yang Berkesan

Naira, seorang siswi berusia 11 tahun dari Sekolah Taruna Islam Pekanbaru, menjadi salah satu peserta yang merasakan kebahagiaan luar biasa saat menerima race pack. Ia mengungkapkan perasaannya dengan antusias setelah menemukan boneka Nona Seroja yang unik di dalam tas race pack. Kegembiraannya semakin bertambah ketika mengetahui bahwa boneka tersebut menyimpan bibit pohon trembesi di dalam tas kecil yang melekat padanya.

“Saya baru saja ambil race pack event RBR, sangat senang karena ada yang beda. Di dalam race pack ada boneka gajah Nona Seroja,” ujar Naira di GOR Gelanggang Remaja Pekanbaru, Jumat (17/7).

Setelah mengetahui bahwa setiap boneka membawa bibit pohon, Naira segera merencanakan untuk menanamnya di pekarangan rumahnya. Ia berharap bibit tersebut dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi keluarganya serta masyarakat sekitar. Rasa terima kasihnya kepada Nona Seroja terucap dengan tulus karena program ini memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pelestarian lingkungan.

“Bibit ini nanti mau saya tanam di pekarangan rumah. Semoga bisa bermanfaat bagi keluarga kami dan orang banyak. Terima kasih Nona Seroja,” katanya.

Kampanye Green Policing Polda Riau

Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menjelaskan bahwa pembagian bibit pohon melalui boneka Nona Seroja merupakan bagian integral dari kampanye Green Policing. Program ini telah terus digelorakan oleh Polda Riau dalam rangka menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan hidup. Green Policing bukan sekadar program lingkungan biasa, melainkan upaya strategis untuk mengintegrasikan nilai-nilai kelestarian alam dalam setiap aspek kehidupan masyarakat.

Pohon trembesi yang dibagikan merupakan jenis pohon yang memiliki banyak manfaat ekologis. Pohon ini mampu menyerap karbon dioksida dalam jumlah besar, memberikan naungan yang luas, dan menjadi habitat bagi berbagai jenis burung serta serangga. Dengan menanam 15.000 bibit trembesi, Polda Riau berharap dapat menciptakan dampak positif yang signifikan terhadap kualitas udara dan lingkungan di wilayah Riau.

Program ini juga sejalan dengan gerakan nasional untuk meningkatkan tutupan hutan dan mengurangi emisi karbon. Setiap bibit yang ditanam oleh peserta RBR 2026 akan menjadi bagian dari upaya kolektif untuk menjaga keseimbangan ekosistem. Para peserta tidak hanya berpartisipasi dalam lomba lari, tetapi juga menjadi agen perubahan lingkungan yang aktif berkontribusi bagi masa depan yang lebih hijau.

Kehadiran Nona Seroja sebagai maskot lingkungan menambah daya tarik program ini bagi berbagai kalangan. Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa merasa terinspirasi untuk turut serta dalam pelestarian alam. Boneka gajah Sumatra ini menjadi pengingat visual yang menarik setiap kali seseorang melihatnya, mengingatkan mereka akan pentingnya menjaga satwa langka dan habitatnya.

GOR Gelanggang Remaja Pekanbaru menjadi lokasi strategis untuk pengambilan race pack karena mudah diakses oleh peserta dari berbagai daerah. Suasana meriah dan penuh semangat terlihat jelas di lokasi tersebut. Para peserta berbondong-bondong datang untuk mendapatkan race pack dan boneka Nona Seroja yang telah disiapkan dengan baik.

Kampanye Green Policing ini juga membuka peluang bagi kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sekolah, komunitas lingkungan, dan instansi pemerintah. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat akan memperkuat efektivitas program pelestarian lingkungan. Peserta RBR 2026 diharapkan tidak hanya aktif berlari, tetapi juga aktif menanam dan merawat bibit pohon yang mereka terima.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai program ini dan kegiatan lingkungan lainnya, pembaca dapat mengakses konten menarik dari JPNN.com melalui Google News. Program Green Policing akan terus dikembangkan sebagai bagian dari komitmen Polda Riau terhadap pembangunan berkelanjutan dan kelestarian alam Indonesia.

MORE FROM THIS CATEGORY