Perbedaan Gyoza dan Dimsum yang Wajib Diketahui

Perbedaan Gyoza dan Dimsum yang Wajib Diketahui

Apa perbedaan gyoza dan dimsum? Meskipun bentuknya mirip, keduanya berbeda dari segi asal, bahan, cara masak, hingga penyajian.

Makanan berbahan dasar daging dan sayuran yang dibungkus dalam kulit tipis seperti gyoza dan dimsum semakin populer di Asia bahkan secara global. Berdasarkan laporan Allied Market Research (2024) , pasar dumpling & dumpling-based snacks dunia diproyeksikan mencapai nilai USD 63,5 miliar pada tahun 2030 , dengan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 7,1% .

Khusus untuk gyoza , meskipun awalnya merupakan varian dari jiaozi dari Tiongkok, makanan ini sangat diminati di Jepang dan menjadi bagian dari budaya kuliner modern mereka.

Menurut Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries of Japan (2024) , konsumsi gyoza di Jepang meningkat 18% dalam dekade terakhir, didorong oleh popularitas frozen food dan restoran cepat saji.

Sementara itu, dimsum , yang lebih luas sebagai kategori hidangan tradisional Tiongkok, juga mengalami peningkatan permintaan, terutama di negara-negara Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, dan Indonesia.

Survei oleh Euromonitor International (2024) menunjukkan bahwa restoran dimsum dan Cantonese-style dining tumbuh sekitar 9% di Asia Pasifik dalam lima tahun terakhir.

Meski keduanya tampak serupa dan sama-sama populer, banyak orang masih salah kaprah memahami perbedaan antara gyoza dan dimsum . Padahal, perbedaannya cukup jelas — mulai dari asal usul, tekstur kulit, cara memasak, hingga konteks penyajiannya.

Asal Usul Gyoza dan Dimsum

Sejarah Gyoza

Gyoza adalah makanan tradisional Jepang yang berasal dari dumpling Tiongkok, namun mengalami beberapa perbedaan dalam hal rasa dan cara memasaknya. Gyoza pertama kali diperkenalkan ke Jepang pada masa Perang Dunia II oleh tentara Jepang yang kembali dari Tiongkok.

Meskipun pada awalnya merupakan adaptasi dari dumpling Tiongkok, gyoza kemudian mengalami penyesuaian dalam penggunaan bahan dan cara penyajian. Salah satu ciri khas gyoza adalah cara memasaknya yang digoreng hingga renyah di bagian bawah, sementara bagian atasnya tetap lembut dan kenyal.

Sejarah Dimsum

Dimsum, di sisi lain, merupakan hidangan khas dari Tiongkok yang sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Dimsum biasanya disajikan dalam bentuk kecil-kecil, cocok untuk dimakan sebagai cemilan atau hidangan pembuka.

Dimsum memiliki berbagai macam variasi yang bisa disesuaikan dengan selera, dan biasanya dimasak dengan cara dikukus, digoreng, atau dipanggang.

Hidangan ini sangat populer di Hong Kong dan berbagai negara Asia lainnya, dengan banyak restoran yang menawarkan berbagai jenis dimsum sebagai pilihan menu.

Bahan dan Isi Gyoza serta Dimsum

Bahan dan Isi Gyoza serta Dimsum

Bahan Gyoza

Gyoza biasanya diisi dengan bahan-bahan sederhana seperti daging ayam, daging babi, sayuran, atau udang. Bahan-bahan tersebut dicincang halus dan dibumbui dengan kecap, bawang putih, jahe, dan bahan lainnya sesuai dengan selera. Kulit gyoza terbuat dari tepung terigu yang tipis dan elastis, yang memungkinkan untuk dilipat rapat di sekitar isian dan kemudian dimasak dengan cara dipanggang atau digoreng. Proses memasaknya memastikan bahwa kulitnya renyah dan bagian dalamnya tetap lembut.

Bahan Dimsum

Sementara itu, dimsum memiliki lebih banyak variasi dalam hal bahan dan isi. Ada dimsum yang diisi dengan daging ayam, daging sapi, babi, udang, atau bahkan jamur. Selain itu, ada juga dimsum yang berisi pasta kacang hijau atau bahan manis lainnya, seperti char siu bao yang berisi daging babi manis.

Kulit dimsum juga berbeda-beda tergantung pada jenisnya; ada yang terbuat dari tepung terigu, beras, atau tepung tapioka. Sebagian besar dimsum dimasak dengan cara dikukus, namun ada juga yang digoreng atau dipanggang.

Bentuk dan Tekstur Gyoza dan Dimsum

Bentuk Gyoza

Gyoza umumnya memiliki bentuk setengah bulan atau setengah lingkaran. Kulitnya tipis namun cukup elastis untuk membungkus isian yang padat. Gyoza biasanya digoreng terlebih dahulu di bagian bawahnya untuk menciptakan tekstur renyah, kemudian dimasak dengan cara dikukus.

Hasilnya adalah tekstur yang sangat kontras antara bagian bawah yang garing dan bagian atas yang lembut dan kenyal. Beberapa variasi gyoza memiliki bentuk persegi panjang atau bulat, namun umumnya bentuk setengah bulan adalah yang paling umum.

Bentuk Dimsum

Dimsum memiliki banyak variasi bentuk, tergantung pada jenisnya. Beberapa dimsum, seperti siomay, berbentuk bola kecil dengan isian yang terlihat jelas di atasnya. Ada juga yang berbentuk kantong kecil, seperti xiao long bao, yang berisi sup panas di dalamnya.

Bentuk dimsum sangat beragam, namun biasanya berukuran lebih kecil daripada gyoza dan disajikan dalam bentuk porsi individu yang lebih banyak. Tekstur dimsum bervariasi sesuai dengan jenisnya, namun sebagian besar memiliki tekstur yang lembut dan kenyal, terutama yang dikukus.

Rasa Gyoza dan Dimsum

Rasa Gyoza dan Dimsum

Rasa Gyoza

Rasa gyoza cenderung lebih kaya dan gurih, berkat kombinasi daging yang dibumbui dengan baik dan kulit yang digoreng renyah. Gyoza juga sering disajikan dengan saus celup khas, seperti saus kecap atau saus cuka, untuk menambah rasa.

Rasanya yang kaya membuat gyoza cocok disajikan sebagai makanan utama atau pendamping nasi. Beberapa variasi gyoza juga menambahkan bahan-bahan seperti cabai atau rempah-rempah untuk memberi rasa pedas.

Rasa Dimsum

Rasa dimsum sangat bervariasi tergantung pada jenis dan bahan yang digunakan. Beberapa dimsum memiliki rasa manis, seperti char siu bao, yang berisi daging babi manis, sementara yang lain memiliki rasa gurih seperti siomay dan hakau yang diisi dengan udang.

Rasa dimsum yang lembut dan bervariasi membuat hidangan ini sangat cocok untuk dimakan sebagai camilan ringan atau hidangan pembuka. Dimsum juga sering disajikan dengan saus khas seperti kecap asin, saus sambal, atau cuka.

Proses Pembuatan Gyoza dan Dimsum

Cara Membuat Gyoza

Membuat gyoza cukup mudah, namun membutuhkan perhatian pada setiap detailnya. Proses dimulai dengan menyiapkan bahan isian, seperti daging yang dicincang halus, sayuran, dan bumbu. Setelah itu, adonan kulit gyoza disiapkan dengan mencampurkan tepung terigu, air, dan sedikit garam.

Kulit gyoza kemudian dibentuk bulat dan diisi dengan bahan isian. Gyoza digoreng di bagian bawah hingga renyah, kemudian dikukus untuk memasak bagian atasnya. Setelah matang, gyoza siap disajikan dengan saus celup.

Cara Membuat Dimsum

Proses pembuatan dimsum sangat beragam, tergantung pada jenis dimsum yang dibuat. Untuk dimsum yang dikukus, adonan kulit biasanya dibuat dengan tepung terigu, air, dan garam, kemudian diisi dengan berbagai bahan seperti daging ayam, babi, atau udang.

Setelah dibungkus rapat, dimsum dikukus hingga matang. Beberapa jenis dimsum, seperti spring rolls, digoreng terlebih dahulu sebelum disajikan. Dimsum juga sering disajikan dalam keranjang bambu kecil yang digunakan untuk mengukusnya.

Variasi Gyoza dan Dimsum

Variasi Gyoza

Gyoza hadir dalam berbagai variasi yang dapat disesuaikan dengan selera. Ada gyoza dengan isian daging ayam, babi, dan udang, namun ada juga gyoza vegetarian yang diisi dengan sayuran.

Beberapa variasi gyoza juga menggunakan bahan isian yang lebih eksotis seperti ikan atau jamur. Selain itu, gyoza juga bisa disajikan dengan berbagai jenis saus celup, seperti saus cabai atau saus kacang.

Variasi Dimsum

Dim sum juga memiliki berbagai jenis yang sangat bervariasi. Beberapa dimsum yang populer termasuk siomay, hakau (dumpling udang), char siu bao (roti isi daging babi manis), xiao long bao (dumpling isi sup), dan chow mein (mie goreng).

Selain itu, ada juga dimsum manis seperti tang yuan (bola ketan isi kacang hijau manis) yang cocok dinikmati sebagai hidangan penutup.

Baca Juga : Perbedaan Dumpling dan Dimsum yang Wajib Diketahui

FAQ (Frequently Asked Questions)

Apa perbedaan gyoza dan dimsum?
Gyoza adalah hidangan Jepang yang biasanya digoreng di bagian bawah dan dikukus, sedangkan dimsum adalah hidangan Tiongkok yang lebih beragam, baik dalam bentuk maupun cara memasaknya.

Gyoza dan dimsum sama atau berbeda?
Gyoza dan dimsum berbeda dalam banyak hal, termasuk asal usul, bahan, bentuk, cara memasak, dan rasa. Gyoza lebih condong ke rasa gurih dengan tekstur renyah, sementara dimsum lebih beragam dalam rasa dan bentuk.

Bagaimana cara membuat gyoza dan dimsum?
Untuk membuat gyoza, adonan kulit digoreng di bagian bawah dan dikukus di bagian atas, sementara dimsum biasanya dikukus atau digoreng terlebih dahulu.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, meskipun gyoza dan dimsum terlihat mirip karena keduanya terbuat dari kulit tepung dengan isian di dalamnya, keduanya memiliki perbedaan yang signifikan dalam hal asal usul, bahan, cara memasak, dan rasa.

Gyoza, yang berasal dari Jepang, memiliki tekstur yang renyah di bagian bawah dan lebih sederhana dalam hal bahan, sementara dimsum, yang berasal dari Tiongkok, menawarkan berbagai variasi yang lebih kaya dan beragam. Memahami perbedaan gyoza dan dimsum ini dapat membantu kita lebih menghargai kedua hidangan khas Asia ini.