Hubungan Industrial Pancasila Jadi Kunci Ketahanan Industri, Ini Pesan Menaker
Pesonatropis.com – Surabaya, Jatim – Dalam sebuah acara yang diadakan di PT HM Sampoerna Tbk. Plant Rungkut 1, Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yassierli, menyampaikan pesan penting tentang pentingnya hubungan industri berlandaskan nilai-nilai Pancasila. Acara ini, yang berjudul “Sinergi Pilar Bangsa, Praktik Baik Hubungan Industrial Pancasila,” dihadiri oleh sekitar 200 peserta secara langsung serta hampir 1.000 peserta melalui platform daring. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi wadah diskusi tetapi juga dilengkapi dengan peluncuran buku bertema “Hubungan Industrial Pancasila Berdasarkan Falsafah Tiga Tangan,” yang menjelaskan cara menerapkan prinsip-prinsip Pancasila dalam dinamika hubungan antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah.
Mengapa Pancasila Penting dalam Hubungan Industrial?
Menurut Yassierli, nilai-nilai Pancasila seperti gotong royong, kerja sama, dan keadilan menjadi fondasi untuk menciptakan iklim kerja yang stabil dan berkelanjutan. “Hubungan industrial yang harmonis bukan hanya kewajiban, tetapi juga kunci utama untuk memastikan ketahanan sektor industri,” ujarnya. Ia menekankan bahwa kolaborasi antara semua pihak—baik pekerja, pengusaha, maupun institusi pemerintah—diperlukan agar keberlanjutan ekonomi dapat tercapai. Nilai-nilai Pancasila, menurutnya, membantu mengurangi konflik, membangun saling percaya, serta menciptakan keadilan dalam proses pembagian hasil kerja.
Praktik Baik dari PT HM Sampoerna Tbk.
Acara tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan inisiatif-inisiatif yang telah dijalankan oleh PT HM Sampoerna Tbk. sebagai contoh nyata penerapan Hubungan Industrial Pancasila. Perusahaan yang bergerak di bidang industri rokok ini menurutkan program peningkatan keterampilan kerja yang bertujuan mengembangkan kompetensi pekerja dan pencari kerja. Program Upskilling, Reskilling, serta Kewirausahaan ini, lanjut Yassierli, sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperkuat pelatihan vokasi dan menyiapkan sumber daya manusia yang adaptif terhadap perubahan teknologi dan pasar kerja.
Peluncuran Buku dan Diskusi Lintas Pemangku Kepentingan
Salah satu momen menarik dalam acara tersebut adalah peluncuran buku “Hubungan Industrial Pancasila Berdasarkan Falsafah Tiga Tangan.” Buku ini dirancang untuk menjadi panduan praktis bagi pengusaha, pekerja, serta institusi terkait dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila ke dalam praktik sehari-hari. Falsafah tiga tangan, yang mengacu pada keikutsertaan pemerintah, dunia usaha, dan pekerja, menjadi konsep sentral dalam buku tersebut. Ia memaparkan bahwa pendekatan ini tidak hanya mengurangi ketegangan antarpihak tetapi juga memperkuat kemitraan yang saling menguntungkan.
Dalam sesi talkshow lintas pemangku kepentingan, para pembicara membahas bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat diinternalisasi dalam sistem hubungan industrial. Topik yang dibahas meliputi harmoni, produktivitas, serta transformasi dalam dunia kerja. Diskusi ini diikuti oleh sejumlah pemangku kepentingan, termasuk perwakilan dari asosiasi serikat pekerja, kementerian terkait, serta perusahaan besar. Yassierli menegaskan bahwa kolaborasi seperti ini membantu mengatasi tantangan yang dihadapi sektor industri, baik secara langsung maupun melalui perubahan struktural.
“Sinergi Pilar Bangsa merupakan contoh nyata kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, pekerja, dan serikat pekerja, dalam membangun hubungan industrial yang kuat, sehat, dan berkelanjutan,” ujar Yassierli. Ia menjelaskan bahwa sistem hubungan kerja berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 tidak hanya mengatur hubungan antara pihak-pihak terlibat tetapi juga memperkuat tanggung jawab sosial dan ekonomi dari semua elemen. “Dengan menerapkan nilai-nilai ini, kita dapat menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan berkelanjutan,” tambahnya.
Menurut Yassierli, program upskilling dan reskilling yang dicanangkan oleh PT HM Sampoerna Tbk. menjadi bagian penting dari upaya menyiapkan tenaga kerja yang siap menghadapi dinamika pasar kerja modern. “Program ini tidak hanya memberdayakan pekerja tetapi juga meningkatkan kualitas SDM secara keseluruhan,” katanya. Ia menyoroti bahwa dalam era ketidakpastian, seperti dampak pandemi atau perubahan teknologi, penguasaan keterampilan baru adalah kunci untuk tetap kompetitif.
Peran Pemerintah dalam Membangun Ketahanan Industri
Ketahanan industri, kata Yassierli, tidak dapat tercapai tanpa dukungan dari pemerintah. Ia menegaskan bahwa kebijakan yang mengutamakan hubungan industrial yang sehat harus menjadi prioritas. “Pemerintah harus terus berperan sebagai mediator dan pengarah,” ujarnya. Selain itu, ia menekankan pentingnya regulasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi, sekaligus menjaga kesejahteraan pekerja. Dalam pandangan ini, hubungan industrial Pancasila tidak hanya menjadi prinsip semangat tetapi juga pedoman operasional yang konkret.
Acara tersebut juga menyoroti bagaimana perusahaan besar dapat menjadi model dalam membangun industri yang berkelanjutan. PT HM Sampoerna Tbk., yang terkenal dengan komitmennya terhadap kesejahteraan pekerja, dinilai sebagai perusahaan yang berhasil menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek operasionalnya. Dengan berbagai inisiatif seperti pelatihan keterampilan dan pengembangan usaha kewirausahaan, perusahaan ini menunjukkan bahwa hubungan industrial yang harmonis mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berimbang.
Sebagai penutup, Yassierli mengingatkan bahwa keberhasilan pembangunan ekonomi tergantung pada kolaborasi yang solid antara semua pihak. “Kita harus terus mengingat bahwa hubungan industrial Pancasila adalah jalan untuk menciptakan keadilan dan kemajuan bersama,” katanya. Ia berharap program serupa dapat diadopsi oleh perusahaan-perusahaan lain di Indonesia, sehingga menciptakan ekosistem kerja yang lebih baik dan lebih inklusif. Acara ini menjadi bukti bahwa upaya membangun hubungan industrial yang sehat tidak hanya mungkin tetapi juga menjadi keharusan dalam menghadapi tantangan masa depan.
Untuk menambah wawasan, berikutnya artikel lainnya tentang kebijakan ketenagakerjaan dan inisiatif industri bisa dibaca di Google News. Semoga pengembangan ini menjadi inspirasi bagi berbagai sektor untuk memperkuat komitmen pada nilai-nilai Pancasila dalam pengelolaan industri.

