Libur Sekolah, Masyarakat Diimbau Jaga Imunitas Tubuh di Tengah Cuaca Tak Menentu
SURABAYA – Periode Libur Sekolah yang Bertepatan dengan Cuaca Tidak Menentu Perlu Diwaspadai
Pesonatropis.com – Masa libur sekolah seringkali menjadi waktu yang penuh kegiatan dan kesenangan. Namun, jika dikombinasikan dengan perubahan cuaca yang tidak terduga, periode ini bisa berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat. Dokter spesialis penyakit dalam dari National Hospital, dr Hendera Henderi, Sp.OG, MHPM, menyoroti bahwa mobilitas yang meningkat selama liburan, diiringi oleh perubahan iklim, dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh. Hal ini berisiko meningkatkan kemungkinan infeksi seperti flu, batuk, demam, hingga gangguan pada saluran pernapasan.
Direktur National Hospital tersebut menegaskan bahwa perubahan cuaca, khususnya suhu yang tiba-tiba naik atau turun, berdampak signifikan pada kondisi tubuh. “Pola hidup sehat dan nutrisi yang memadai menjadi kunci untuk menjaga daya tahan tubuh selama masa liburan,” jelas dr Hendera. Ia menambahkan, kegiatan liburan yang aktif tanpa dukungan kesehatan jasmani dan mental bisa menyebabkan penurunan imunitas, sehingga masyarakat perlu lebih waspada.
“Karena itu, penting untuk tetap menjaga daya tahan tubuh agar aktivitas liburan tetap berjalan nyaman dan sehat,” ujarnya, Minggu (28/6).
Menurut dr Hendera, menjaga sistem imun bisa dimulai dari kebiasaan sehari-hari. Ia menyarankan konsumsi makanan yang kaya nutrisi, seperti buah-buahan segar, sayuran hijau, dan protein hewani yang baik. Selain itu, menjaga keseimbangan cairan tubuh dengan minum air putih secara teratur juga diperlukan. Aktivitas fisik ringan, seperti jalan kaki atau bersepeda, serta istirahat cukup menjadi bagian dari upaya memperkuat daya tahan tubuh.
dr Hendera menekankan bahwa kelelahan berlebihan selama berlibur bisa berdampak negatif pada kesehatan. “Banyak orang mengabaikan istirahat dan mengutamakan aktivitas ekstra, padahal itu bisa menguras energi tubuh,” kata dia. Ia juga menyebutkan bahwa pola hidup sehat tidak hanya tentang makanan dan olahraga, tetapi juga mengenai pengaturan jadwal yang baik serta menghindari stres berlebihan.
Sebagai upaya memastikan masyarakat tetap sehat, National Hospital meluncurkan layanan Immune Booster melalui Medical Check Up Center. Layanan ini dirancang untuk mendukung peningkatan sistem kekebalan tubuh dengan pemeriksaan kesehatan menyeluruh, termasuk pengukuran kadar vitamin dan mineral yang diperlukan. “Selain di rumah sakit, layanan ini juga bisa dilakukan di lingkungan kerja atau rumah melalui paket khusus,” terang dr Hendera. Ketersediaan layanan di berbagai tempat bertujuan memudahkan akses masyarakat, terutama yang kesulitan mengambil waktu liburan untuk pergi ke rumah sakit.
Dokter tersebut menjelaskan bahwa cuaca yang tak menentu, seperti hujan deras atau panas terik, bisa memicu perubahan hormonal dan gangguan metabolisme. Perubahan ini berdampak pada fungsi imun, sehingga penting untuk mengatur aktivitas sesuai dengan kondisi lingkungan. Misalnya, saat cuaca dingin, masyarakat dianjurkan menghindari udara kotor dengan memakai masker dan memperhatikan kebersihan tangan. Sementara di cuaca panas, menjaga hidrasi dan menghindari terlalu lama terpapar sinar matahari menjadi langkah penting.
Layanan Immune Booster di National Hospital juga menyediakan konsultasi khusus untuk penyakit tertentu yang sering muncul selama musim cuaca tidak menentu. Seperti flu musiman atau infeksi saluran pernapasan atas, layanan ini mencakup tes cepat, pemeriksaan darah, dan rekomendasi pola hidup sehat berdasarkan hasil diagnosis. “Kami berupaya memberikan solusi yang praktis, karena tidak semua orang bisa mengambil waktu untuk periksa ke dokter selama liburan,” tambah dr Hendera.
Masyarakat yang ingin memanfaatkan layanan ini bisa melakukan pendaftaran online atau melalui telepon. Selain itu, National Hospital juga menawarkan program konseling kebugaran dan kesehatan mental, yang dirasa perlu untuk menjaga keseimbangan fisik dan emosional selama liburan. Dr Hendera berharap, dengan adanya layanan ini, masyarakat dapat tetap menjaga kesehatan tanpa mengorbankan kesenangan berlibur.
Menurut data dari Kementerian Kesehatan, 30% dari kasus penyakit menular di Indonesia terjadi pada masa liburan akibat perubahan iklim dan mobilitas tinggi. Faktor ini terutama memengaruhi anak-anak dan orang tua yang sering beraktivitas di luar rumah. “Kebiasaan sehat selama liburan tidak hanya mencegah penyakit, tetapi juga mengurangi beban pengobatan di masa depan,” kata dr Hendera. Ia menekankan bahwa kesehatan jangka panjang lebih baik jika dipertahankan sejak masa liburan.
Untuk memaksimalkan manfaat layanan Immune Booster, dr Hendera merekomendasikan mengikuti anjuran spesifik seperti konsumsi suplemen vitamin C dan D, serta menjaga kebersihan lingkungan. Ia juga menyebutkan bahwa rutin berolahraga ringan, seperti yoga atau berjalan kaki, bisa meningkatkan produksi sel darah putih yang membantu melawan infeksi. “Kesadaran akan kesehatan imun harus ditingkatkan, terutama di tengah cuaca yang tidak stabil,” pungkasnya.
Dengan kombinasi layanan kesehatan dan edukasi, National Hospital berharap masyarakat bisa menjalani masa liburan dengan lebih tenang. Selain itu, mereka juga d

