Pendaftaran Sekolah Swasta Kerja Sama Jabar Dibuka 30 Juni – 6 Juli 2026
Pesonatropis.com – Kota Bandung, JPNN.com – Dinas Pendidikan Jawa Barat (Disdik Jabar) kini membuka jalan bagi Calon Murid Baru (CMB) yang tidak diterima di Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) negeri melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Mereka bisa langsung mendaftar ke Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK) selama periode 30 Juni hingga 6 Juli 2026. Kepala Disdik Jabar, Purwanto, menjelaskan bahwa pembukaan pendaftaran ke SSK dilakukan secara bersamaan dengan SPMB tahap kedua, yang berlaku untuk sekolah negeri reguler.
Menurut Purwanto, kebijakan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada siswa yang mengalami kesulitan memasuki SMA/SMK negeri karena kuota penuh atau jarak yang jauh. Ia menegaskan bahwa para CMB yang merasa tidak cocok dengan jalur domisili atau afirmasi, yang menjadi dua opsi utama dalam SPMB, dapat beralih ke SSK. “SSK menjadi alternatif bagi siswa yang tidak bisa masuk ke sekolah negeri, baik karena kuota terbatas maupun jarak lokasi yang cukup jauh,” kata Purwanto, Sabtu (27/6/2026).
Pendaftaran ke SSK dilakukan secara daring atau online melalui sistem yang sama seperti SPMB tahap kedua. Seluruh proses, termasuk pengisian formulir dan pengumuman hasil, bisa dilakukan melalui situs resmi Disdik Jabar. Purwanto menjelaskan bahwa ini memudahkan calon siswa untuk mengakses informasi tanpa harus datang langsung ke sekolah tujuan. “Siswa tidak perlu ke sekolah pilihan mereka, karena seluruh prosedur berlangsung secara online,” ujarnya.
Dalam SPMB tahap kedua, para CMB dapat memilih jalur yang paling sesuai dengan kondisi mereka. Misalnya, jika jarak ke SMA/SMK negeri terlalu jauh, mereka bisa segera mendaftar ke SSK yang berada di daerah yang lebih dekat. Selain itu, jika kuota di sekolah negeri penuh, SSK menjadi solusi alternatif untuk memenuhi kebutuhan pendidikan. “Jika seorang siswa tidak diterima di sekolah negeri, dia bisa langsung mengajukan pendaftaran ke SSK,” tambah Purwanto.
SSK yang ditawarkan mencapai 1.128 unit di seluruh Jawa Barat. Disdik Jabar memastikan bahwa pendaftaran ke sekolah swasta ini tidak terbatas pada jalur domisili atau afirmasi, seperti SPMB tahap pertama. Pemilihan jalur untuk SSK lebih fleksibel, dengan fokus pada kebutuhan calon siswa dan kemudahan akses. “SSK memiliki mekanisme pendaftaran yang lebih terbuka, tanpa membatasi hanya pada dua jalur seperti SPMB tahap satu,” jelas Purwanto.
Kebijakan ini juga diharapkan mampu mengurangi beban siswa yang tidak diterima di SMA/SMK negeri. Dengan mengakses pendaftaran secara daring, proses menjadi lebih cepat dan transparan. Disdik Jabar juga menjamin bahwa semua sekolah swasta yang bekerja sama dengan pemerintah daerah memiliki standar kualitas yang sama dengan sekolah negeri. “SSK yang terdaftar sudah diakui oleh Disdik Jabar, sehingga memastikan keseragaman dalam pengelolaan dan pembelajaran,” kata Purwanto.
Selain itu, pendaftaran ke SSK juga memudahkan orang tua siswa dalam mengawasi proses pendaftaran. Para orang tua tidak perlu mengirimkan anak ke sekolah secara langsung, karena seluruhnya dapat diakses melalui platform digital. “Orang tua bisa memantau pendaftaran anaknya secara online, tanpa harus ke lokasi sekolah,” ujar Purwanto. Ia juga menekankan bahwa pengelolaan SSK ini memperhatikan kenyamanan dan keadilan bagi semua peserta didik.
Pembukaan pendaftaran SSK pada 30 Juni – 6 Juli 2026 menjadi bagian dari upaya Disdik Jabar untuk memperluas akses pendidikan menengah. Kebijakan ini mengakomodasi kebutuhan siswa yang tidak bisa memenuhi syarat masuk ke sekolah negeri. Purwanto menyebutkan bahwa pihaknya terus berupaya memperbaiki sistem penerimaan murid, agar lebih inklusif dan memenuhi harapan masyarakat.
SSK yang bekerja sama dengan Disdik Jabar ini juga berperan dalam meningkatkan kualitas pendidikan swasta. Para sekolah swasta terlibat dalam program ini sebagai mitra pemerintah, sehingga bisa saling melengkapi dalam memberikan kesempatan pendidikan yang berkualitas. “Kerja sama antara pemerintah dan sekolah swasta sangat penting untuk memastikan semua siswa memiliki akses yang adil,” kata Purwanto.
Para CMB yang ingin mendaftar ke SSK diwajibkan mempersiapkan berkas-berkas yang diperlukan, seperti foto, ijazah, dan rekomendasi. Mereka juga harus memilih sekolah tujuan berdasarkan preferensi dan jadwal yang tersedia. Purwanto menambahkan bahwa pendaftaran bisa dilakukan dalam jangka waktu yang sama dengan SPMB tahap kedua, sehingga tidak ada pemborosan waktu. “Siswa bisa langsung memilih SSK sebagai opsi terakhir, setelah SPMB tahap satu dan dua selesai,” jelasnya.
Dinas Pendidikan Jawa Barat mengimbau calon siswa untuk memanfaatkan kesempatan ini secara maksimal. Mereka dianjurkan memperhatikan informasi mengenai kuota dan persyaratan masuk ke masing-masing SSK. Selain itu, Disdik Jabar juga menyediakan bimbingan teknis bagi orang tua atau siswa yang masih bingung dalam proses pendaftaran. “Kami siap bantu selama proses berlangsung, agar tidak ada hambatan bagi CMB,” kata Purwanto.
Proses pendaftaran SSK ini tidak hanya terbuka untuk siswa yang tidak diterima di SMA/SMK negeri, tetapi juga untuk yang ingin mencoba pendidikan swasta. Pemilihan jalur terbuka, sehingga siswa bisa mengeksplorasi berbagai pilihan berdasarkan minat dan kemampuan. Purwanto berharap dengan adanya SSK, jumlah siswa yang lulus ke jenjang pendidikan menengah bisa meningkat. “Kami optimis dengan adanya SSK, banyak siswa yang bisa menemukan sekolah yang tepat,” ujarnya.
Pendaftaran SSK ini menjadi solusi terbaru dalam mencari jenjang pendidikan setelah SMP. Dengan system yang mudah dan fleksibel, Disdik Jabar ingin memastikan bahwa setiap siswa memiliki peluang yang sama untuk melanjutkan studi. Katanya, sistem ini juga mendorong kompetisi sehat antara sekolah negeri dan swasta, sehingga kualitas pendidikan di Jawa Barat bisa tetap terjaga. “SSK menjadi bagian dari pilihan yang lebih luas, tanpa mengurangi kualitas pendidikan yang diberikan,” pungkas Purwanto.
“SSK adalah bagian dari upaya kami untuk memberikan akses pendidikan yang lebih luas dan transparan bagi semua siswa. Seluruh proses dilakukan secara daring, agar lebih efisien dan memudahkan calon siswa,”
kata Purwanto, menjelaskan lebih lanjut tentang kebijakan pendaftaran ini.
Kebijakan ini juga menjadi langkah strategis dalam menghadapi tantangan jumlah siswa yang meningkat. Disdik Jabar memperkirakan bahwa adanya SSK akan membantu menyeimbangkan antara kebutuhan pendaftaran dan kapasitas sekolah negeri. “Dengan SSK, kami bisa menampung lebih banyak siswa, tanpa mengurangi kualitas pendidikan yang diberikan,” jelas Purwanto.
Menurut Purwanto, pendaftaran SSK akan dibuka pada 30 Juni – 6 Juli 2026, dan prosesnya akan diawasi secara ketat. “Semua sekolah swasta yang be

