Special Plan: Korsel kucurkan BLT atasi tekanan finansial imbas konflik Timteng
Korsel kucurkan BLT atasi tekanan finansial imbas konflik Timteng
Pembagian BLT Dimulai untuk Mitigasi Dampak Ekonomi
Pemerintah Korea Selatan (Korsel) hari ini, Senin (27/4), memulai distribusi Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada kelompok yang menerima jaminan kebutuhan hidup dasar serta kelompok rentan. Upaya ini bertujuan mengurangi tekanan keuangan akibat kenaikan harga minyak yang terjadi di tengah konflik di Timur Tengah. Program BLT ini menawarkan dana sebesar 550.000 won (Rp5,8 juta) untuk penerima jaminan kebutuhan hidup dasar, dan 450.000 won (Rp5,2 juta) per orang bagi keluarga dengan orang tua tunggal atau masyarakat di atas ambang batas kelayakan sosial.
Penerima BLT dan Tambahan Dana
Bantuan tambahan senilai 50.000 won (Rp585.000) diberikan kepada individu yang tinggal di luar ibu kota atau wilayah dengan penurunan jumlah penduduk. Pengajuan BLT dibuka hingga 8 Mei, dengan pemohon yang disetujui bebas memilih metode pencairan melalui kartu kredit, kartu debit, atau voucer lokal. Dana BLT akan berlaku hingga 31 Agustus dan hanya bisa digunakan di usaha kecil dengan penjualan tahunan di bawah 3 miliar won (Rp35,1 miliar) atau tempat usaha yang menerima voucher mata uang lokal.
Perluasan Program Bantuan
Pemerintah Korsel juga berencana mengirimkan bantuan tunai secara lebih luas kepada 70 persen dari kelompok penduduk berpenghasilan terbawah. Kriteria penerima akan diumumkan pada awal bulan depan. Sebelumnya, Majelis Nasional menyetujui rancangan anggaran tambahan sebesar 26,2 triliun won (Rp306,7 triliun), yang mencakup rencana distribusi BLT ini, sebagai upaya mengatasi dampak ekonomi dari konflik Timur Tengah.
