Info Terbaru: PBB tegaskan target sipil Iran bukan sasaran perang

PBB Tegaskan Target Sipil Iran Bukan Sasaran Perang

Jakarta – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengingatkan bahwa serangan ke fasilitas sipil selama perang melanggar hukum internasional, setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menyerang jembatan dan pembangkit listrik Iran. Dalam konferensi pers di Markas PBB, Senin (6/4), juru bicara Sekretaris Jenderal PBB, Stephane Dujarric, menyampaikan kekhawatirannya atas ancaman yang disampaikan Trump melalui platform sosial Truth Social.

“Kami terkejut dengan retorika di media sosial yang mengancam serangan AS terhadap pembangkit listrik, jembatan, serta infrastruktur sipil lainnya jika Iran tidak menyetujui kesepakatan apapun,” kata Dujarric, berdasarkan transkrip konferensi pers yang dipantau di Jakarta, Selasa.

Dujarric menambahkan bahwa serangan ke fasilitas sipil dianggap sebagai pelanggaran hukum internasional yang jelas. Menurutnya, Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, sudah menegaskan bahwa fasilitas energi dan fasilitas sipil umumnya tidak boleh diserang. Ia juga menyebut bahwa hukum humaniter internasional melarang serangan terhadap fasilitas sipil yang bisa menyebabkan korban besar.

Sekjen PBB terus mendorong semua pihak untuk memenuhi kewajiban mereka terhadap hukum internasional, bahkan saat sedang berselisih. Dujarric menyampaikan bahwa saat ini adalah waktu untuk mengakhiri konflik karena tidak ada alternatif lain selain penyelesaian damai.

Sebelumnya, pada 30 Maret, Trump menyatakan rencana untuk “meledakkan dan menghancurkan sepenuhnya” semua pembangkit listrik, kilang minyak, fasilitas desalinasi, serta Pulau Kharg jika kesepakatan damai tidak tercapai dan Selat Hormuz belum dibuka. Pada Minggu (5/4), ia kembali mengancam akan menyerang pembangkit listrik dan jembatan di Iran pada 7 April jika Teheran belum memulihkan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.

Merespons ancaman Trump, pemerintah Inggris menyatakan tidak akan mengizinkan AS menggunakan pangkalan militernya untuk meluncurkan serangan ke infrastruktur sipil Iran, menurut harian The i Paper, Senin.

READ  Agenda Utama: PM Italia peringatkan risiko krisis energi akibat konflik Timur Tengah