Special Plan: ANTARA dan Diskominfosantik Sulteng diseminasikan program pemerintah
ANTARA dan Diskominfosantik Sulteng Kolaborasi Diseminasi Program Pemerintah
Kemitraan untuk Meningkatkan Keterjangkauan Informasi Publik
Special Plan – Palu, Rabu — Kemitraan antara Lembaga Komunikasi dan Biro Sulawesi Tengah (LKBN ANTARA) serta Dinas Komunikasi, Informasi, Statistik, dan Persandian (Diskominfosantik) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) terus diperkuat dalam upaya menyebarkan informasi kebijakan pemerintah. Kolaborasi ini diharapkan menjadi jembatan untuk memudahkan masyarakat memahami program yang dijalankan oleh pemerintah pusat maupun daerah. Menurut Sekretaris Diskominfosantik Sulteng, Wahyu Agus Pratama, kerja sama tersebut dilakukan melalui pengembangan program podcast bersama.
Dalam pernyataannya, Wahyu menjelaskan bahwa podcast ini dirancang untuk memperjelas berbagai inisiatif pemerintah. “Podcast ini akan menjadi media untuk mengkomunikasikan informasi secara lebih dinamis dan mudah diakses oleh publik,” ujarnya. Ia menekankan bahwa konsep podcast ini memadukan perspektif beragam, sehingga mampu memberikan gambaran menyeluruh tentang kebijakan yang dianggap relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Kemitraan antara kedua instansi ini tidak hanya mengandalkan penyampaian informasi, tetapi juga memastikan keakuratan serta kredibilitas isi program. Wahyu mengatakan, kewenangan dalam pemilihan narasumber diberikan sepenuhnya kepada tim ANTARA. “Kami memberikan kepercayaan kepada teman-teman dari LKBN ANTARA untuk menentukan siapa yang layak menjadi pembicara utama dalam podcast ini,” katanya. Hal ini dilakukan agar narasumber dapat dipilih berdasarkan keahlian dan kapasitasnya dalam menjelaskan program pemerintah.
Podcast yang akan digarap ini memiliki tema yang bervariasi, termasuk program seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Ketahanan Pangan, Sekolah Rakyat, Cek Kesehatan Gratis, Koperasi Merah Putih, serta beberapa inisiatif prioritas lainnya. Wahyu juga menyebutkan bahwa Program Sembilan Berani akan menjadi fokus utama dalam beberapa sesi podcast. “Program ini menjadi prioritas pemerintah daerah, dan kami ingin memastikan masyarakat memahami manfaat serta implementasinya,” ujarnya.
Kerja sama ini diharapkan mampu meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam berbagai kebijakan pemerintah. Wahyu menuturkan, keberhasilan diseminasi program sangat bergantung pada kejelasan informasi yang disampaikan. “Kami percaya bahwa podcast ini akan menjadi alat efektif untuk membangun kesadaran masyarakat,” katanya. Dengan pendekatan yang berbeda, ia menyatakan bahwa podcast ini dapat menjadi alternatif dalam menyampaikan berita, terutama bagi masyarakat yang kurang terbiasa dengan format media tradisional.
Perspektif Baru dalam Penyebarluasan Informasi
Sementara itu, Kepala LKBN ANTARA Biro Sulawesi Tengah, Andilala, mengungkapkan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari fungsi utama kantor berita sebagai penyedia informasi yang terpercaya. “Kami bertujuan memperkuat posisi ANTARA sebagai pusat verifikasi berita dan referensi untuk berbagai pihak, termasuk media, pemerintah, serta pemangku kepentingan lainnya,” kata Andilala.
Menurut Andilala, podcast bersama Diskominfosantik ini memiliki peran khusus dalam menjembatani komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. “Melalui podcast, informasi tidak hanya disampaikan, tetapi juga disesuaikan dengan kebutuhan dan minat audiens,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa bentuk kolaborasi ini juga memberikan ruang bagi berbagai pihak untuk memperkaya konten yang diberikan.
Andilala juga menyoroti pentingnya pendekatan pendidikan dalam menyampaikan informasi. “Podcast ini dirancang agar mampu mengedukasi, mencerahkan, dan memberdayakan masyarakat, sekaligus membantu membangun kesadaran nasional untuk menjaga keutuhan NKRI,” katanya. Dengan menitikberatkan pada penyampaian informasi yang terstruktur dan mudah dipahami, ia yakin kolaborasi ini akan memberikan dampak signifikan.
Strategi Komunikasi yang Adaptif dan Inklusif
Kolaborasi ANTARA dengan Diskominfosantik Sulteng dianggap sebagai langkah strategis dalam meningkatkan keterjangkauan berita. Wahyu menjelaskan bahwa podcast ini akan diproduksi secara rutin, dengan durasi yang terukur agar tidak menguras waktu pembaca. “Kami ingin membuat konten yang informatif, tetapi juga ringkas,” ujarnya. Hal ini menjadi strategi untuk menjangkau berbagai kalangan, termasuk remaja dan lansia, tanpa memandang latar belakang pendidikan.
Andilala menegaskan bahwa ANTARA akan terus berupaya memberikan informasi yang bisa diakses oleh seluruh masyarakat. “Kami ingin memastikan bahwa setiap program pemerintah tidak hanya dikenal oleh elite, tetapi juga oleh rakyat umum,” katanya. Dengan memanfaatkan platform digital, kemitraan ini diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan informasi yang beragam, terutama dalam era ketergantungan pada teknologi.
Sebagai media nasional yang juga aktif di luar negeri, ANTARA mengambil peran penting dalam menyebarkan visi pemerintah ke berbagai wilayah. Wahyu menyatakan bahwa podcast ini juga menjadi sarana untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan. “Dengan informasi yang jelas, masyarakat bisa lebih aktif dalam menilai kebijakan yang dijalankan,” katanya. Kolaborasi ini diharapkan menjadi contoh baik bagaimana media dan pemerintah dapat bekerja sama untuk kepentingan bersama.
Menurut Andilala, podcast ini tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membuka ruang dialog. “Kami ingin masyarakat merasa terlibat langsung, sehingga tidak hanya mendengar, tetapi juga bisa memberikan masukan,” katanya. Ia menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah upaya untuk mewujudkan komunikasi dua arah, yang menjadi fondasi dari pemerintahan yang transparan dan responsif.
Diskominfosantik Sulteng juga menekankan pentingnya kolaborasi ini dalam menunjang kinerja pemerintah daerah. “Podcast ini menjadi sarana untuk memastikan setiap program pemerintah tidak hanya dikelola, tetapi juga dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat,” kata Wahyu. Dengan adanya penyampaian informasi yang lebih hidup dan menyenangkan, diharapkan masyarakat akan lebih tertarik mengikuti perkembangan kebijakan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Kerja sama antara ANTARA dan Diskominfosantik Sulteng dianggap sebagai salah satu inisiatif inovatif dalam era digital. “Program ini membuktikan bahwa kantor berita tidak hanya sebagai penyiar berita, tetapi juga sebagai penyebarluas informasi yang berdaya,” ujar Andilala. Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini juga menjadi upaya untuk memperkuat jaringan informasi antar wilayah, sehingga memudahkan koordinasi dan pertukaran data.
Dengan adanya podcast yang dianggap lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat, pemerintah daerah diharapkan mampu membangun keterlibatan yang lebih kuat. Wahyu menilai bahwa bentuk komunikasi ini akan mempercepat proses adopsi program oleh masyarakat. “Kami berharap podcast ini menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat,” katanya. Keberhasilan diseminasi program pemerintah, menurutnya, akan berdampak pada keberlanjutan kebijakan yang diterapkan.
Andilala menutup wawancara dengan menyatakan bahwa kolaborasi ini adalah bagian dari komitmen ANTARA dalam menjaga kualitas informasi. “Kami ingin menjadikan podcast ini sebagai salah satu media alternatif yang dapat diandalkan,” katanya. Dengan berbagai teman dan narasumber yang beragam, program ini akan menjadi sumber informasi yang berimbang dan dapat dipercaya bagi seluruh masyarakat Sulteng.
