Menkes: CKG upaya tingkatkan umur harapan hidup sehat perempuan RI

Menkes: CKG Upaya Tingkatkan Umur Harapan Hidup Sehat Perempuan RI

Menkes – Jakarta – Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan, menjelaskan bahwa program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi bagian dari strategi Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan indeks harapan hidup sehat (Healthy Average Life Expectancy/HALE) bagi perempuan di Indonesia. Ia menekankan bahwa upaya ini bertujuan untuk mengurangi risiko kematian dini dan memperpanjang usia produktif masyarakat. Menurut Budi, data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa rata-rata usia penduduk Indonesia telah naik dari 72 tahun menjadi 74 tahun, menyejajarkan angka tersebut dengan rata-rata global.

Perbedaan Usia Perempuan dan Laki-Laki

Mengenai perbedaan antara usia harapan hidup perempuan dan laki-laki, Budi menyebutkan bahwa perempuan memiliki usia yang lebih panjang, yakni 76 tahun, dibandingkan laki-laki yang hanya 71,9 tahun. Namun, angka HALE masih menunjukkan perbedaan signifikan. Dikutip dari data World Health Organization (WHO), rata-rata HALE di Indonesia mencapai 65 tahun, dengan perempuan berada di 66 tahun dan laki-laki di 64 tahun. “Bayangkan, usia harapan hidup penduduk Indonesia mencapai 74 tahun, tapi di usia 65 tahun mereka sudah mengalami gangguan kesehatan,” jelas Budi saat berbicara dalam Forum Nasional Kesehatan Perempuan 2026 dengan tema “No Woman Left Behind”.

“Nah di Indonesia angka Healthy Average Life Expectancy itu rata-rata 65, data dari WHO. Perempuannya 66, laki-lakinya 64. Jadi bayangkan rata-rata orang Indonesia itu meninggalnya umur 74 Tapi umur 65 tahun hidupnya sudah tidak sehat,” ujar Budi dalam Forum Nasional Kesehatan Perempuan 2026 bertema No Woman Left Behind.

Kondisi Kesehatan yang Perlu Diperbaiki

Dalam kesempatan tersebut, Budi juga menyoroti kondisi kesehatan yang rentan menyebabkan kematian dini. Ia menyebutkan bahwa penyakit seperti stroke, penyakit jantung, kanker, dan penyakit ginjal menjadi ancaman utama. Angka kasus stroke mencapai 350 ribu, penyakit jantung 250 ribu, kanker 234 ribu, dan penyakit ginjal menjadi 234 ribu. “Keempat penyakit itu tidak muncul secara mendadak, tapi berkembang perlahan, sehingga ada kesempatan untuk mencegahnya jika diperiksa secara rutin,” tegasnya. Menurut Budi, program CKG bisa menjadi sarana pencegahan sejak dini untuk memutus siklus penyakit yang memperpendek usia sehat.

READ  Key Issue: Menteri Agama: Umat beragama adalah penjaga moral dan perekat bangsa

Budi menekankan pentingnya pendekatan promotif dan preventif sebagai cara terbaik untuk menjaga kesehatan. “Sekarang ini, jangan sampai orang sakit. Itu sebabnya Bapak Presiden Prabowo menghadirkan program CKG sebagai langkah paling efektif dan efisien,” tambahnya. Ia mengingatkan bahwa menggalakkan kebiasaan hidup sehat, seperti pola makan seimbang, aktivitas fisik teratur, dan pengukuran tiga indikator kesehatan utama, bisa mengurangi risiko komorbiditas yang mengancam usia harapan hidup.

Pendekatan Tiga Indikator Utama

Budi menjelaskan bahwa tiga indikator kesehatan yang perlu dijaga adalah tekanan darah, kadar gula darah, dan kadar kolesterol. Ia menyampaikan bahwa dengan mengontrol ketiga parameter tersebut, kehidupan sehat bisa terjaga hingga usia 74 tahun. “Kalau makan dijaga, olahraga dijaga, diukur tiga (indikator), Insya Allah 74 gak pake sakit,” ujarnya. Menurutnya, survei kesehatan rutin membantu mengidentifikasi masalah sebelum memburuk dan mengakibatkan komplikasi serius.

“Jangan sampai sakit. Itu sebabnya Bapak Presiden Prabowo, cara jaga kesehatan yang paling baik Nomor satu Itu udah dikasih sama Bapak Prabowo Cek Kesehatan Gratis, minimal setahun sekali,” katanya.

Upaya Kolaboratif untuk Meningkatkan HALE

Budi berharap dengan adanya program CKG, serta kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, HALE Indonesia bisa naik menjadi 84 tahun. Ia menyoroti bahwa program ini tidak hanya memperbaiki kondisi kesehatan individu, tetapi juga memberikan dampak luas terhadap kesehatan masyarakat secara keseluruhan. “Jika setiap orang terjangkau pemeriksaan kesehatan, kita bisa mengurangi beban rumah sakit dan meningkatkan kualitas kehidupan sehat,” katanya. Ia menambahkan bahwa penggunaan teknologi digital dan sosialisasi program ini ke berbagai lapisan masyarakat adalah kunci keberhasilan.

Menurut Budi, peningkatan HALE tidak hanya bergantung pada program CKG, tetapi juga pada kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan sejak dini. Ia menyebutkan bahwa tingkat kesadaran terhadap penyakit kronis masih rendah, terutama di daerah-daerah dengan akses layanan kesehatan yang terbatas. “Kami berupaya memperluas jangkauan program ini, agar semua lapisan masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang merata,” jelasnya. Dengan memperkuat sistem kesehatan, ia optimis bahwa usia harapan hidup sehat bisa meningkat signifikan dalam waktu dekat.

READ  New Policy: RSCM-SCL Group perkenalkan liquid biopsy guna deteksi dini kanker

Pentingnya Hidup Sehat dalam Masa Kini

Dalam era kesehatan modern, Budi menekankan bahwa hidup sehat bukan hanya tentang menghindari penyakit, tetapi juga tentang memaksimalkan masa produktif. Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan rutin dapat mengidentifikasi kondisi seperti hipertensi, diabetes, atau penyakit jantung sebelum mengarah ke ketergantungan terapi jangka panjang. “Kondisi kesehatan yang tidak terawat bisa menyebabkan kecacatan atau kematian dini, yang berdampak pada kualitas kehidupan dan produktivitas,” katanya.

Budi juga menyinggung peran perempuan dalam memperbaiki kesehatan keluarga. “Perempuan sering menjadi pelaku utama dalam pengambilan keputusan kesehatan, termasuk memantau pola makan dan aktivitas fisik anggota kel