Latest Program: Mendiktisaintek: Pembangunan pendidikan harus utuh berkelanjutan

Mendiktisaintek: Pembangunan pendidikan harus utuh berkelanjutan

Latest Program – Dalam upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Halaman Gedung A Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu pagi, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyampaikan pesan penting terkait transformasi sistem pendidikan nasional. Ia menekankan perlunya membangun pendidikan dalam lingkungan yang utuh dan berkelanjutan, agar ilmu pengetahuan dapat diubah menjadi inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Pendidikan sebagai ekosistem yang terpadu

Brian Yuliarto menyoroti bahwa pendidikan tinggi, menengah, dan dasar harus terintegrasi sebagai satu kesatuan yang saling terkait. “Pendidikan nasional harus kita bangun sebagai ekosistem yang utuh dan berkelanjutan, dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga lembaga perguruan tinggi,” ujarnya. Menurutnya, sistem ini harus mendorong proses pembelajaran yang terus berkembang, mulai dari pengumpulan pengetahuan hingga penerapan riset dan inovasi dalam kehidupan nyata.

“Dari pembelajaran, menuju riset, dari pengetahuan, menuju inovasi,” kata Brian di lokasi acara. Ia menambahkan bahwa pendidikan yang berkelanjutan akan memastikan masyarakat mampu beradaptasi dengan perubahan yang terus-menerus di sekitarnya.

Karena dunia kini berkembang dengan cepat, terutama karena kemajuan teknologi, ia menegaskan bahwa pendidikan harus selalu bergerak maju. “Teknologi telah mengubah cara kita berkomunikasi, bekerja, dan berpikir. Maka, pendidikan harus mampu menyesuaikan diri dengan tren ini,” imbuhnya. Perubahan tersebut, menurut Brian, menjadi dasar untuk mewujudkan sistem yang lebih relevan dan efektif dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.

Digitalisasi dan pendalaman pembelajaran

Untuk mendukung arah transformasi ini, Brian menyebutkan bahwa Kemendikdasmen telah mendorong penerapan pembelajaran mendalam (deep learning). Ia menjelaskan bahwa metode ini tidak hanya menghafal materi, tetapi juga mendorong peserta didik untuk memahami konsep, menalar, serta menerapkan pengetahuan secara praktis. “Pembelajaran mendalam memberikan kesempatan bagi siswa untuk menggali ilmu secara aktif, bukan sekadar mengingat informasi secara pasif,” tegas Brian.

READ  Topics Covered: Pemerintah bentuk gugus tugas kawal perbaikan tata kelola daycare

Menurutnya, penguatan ini diperkuat melalui Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan serta Digitalisasi Pembelajaran. Kedua program tersebut, kata Brian, merupakan bagian dari inisiatif Program Hasil Terbaik Cepat Presiden. “Digitalisasi pembelajaran menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas pendidikan di era modern,” tambahnya. Salah satu alat yang diperkenalkan adalah Papan Interaktif Digital (PID), yang dirancang untuk memfasilitasi proses belajar mengajar yang lebih dinamis dan efisien.

Peran pendidik dan pengembangan kapasitas

Brian juga menekankan pentingnya memperkuat peran pendidik dalam membangun sistem pendidikan yang berkelanjutan. Ia menyebutkan bahwa Kemendikdasmen telah menerapkan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), yang memungkinkan peserta didik mengakui pengalaman belajar sebelumnya. “Program ini membantu mengintegrasikan keahlian yang sudah dimiliki ke dalam jalur pendidikan formal,” ujarnya.

Selain RPL, ia menambahkan bahwa pelatihan seperti Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi guru. “Kemendikdasmen berkomitmen untuk memberikan pelatihan berkualitas agar pendidik mampu mengikuti pergeseran teknologi dan kebutuhan dunia kerja,” imbuh Brian. Penguatan ini diiringi dengan peningkatan kesejahteraan guru melalui sertifikasi dan insentif, yang bertujuan memastikan mereka memiliki motivasi dan kemampuan untuk menginspirasi siswa.

Pada tingkat perguruan tinggi, Brian menyebutkan bahwa dosen dan peneliti berperan penting dalam mendorong ekosistem akademik yang kuat. “Fondasi pendidikan yang solid harus berlanjut menjadi kekuatan untuk menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya. Ia menekankan bahwa lembaga pendidikan tinggi harus menjadi pusat inovasi dan pengembangan ilmu pengetahuan yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan industri.

“Di sinilah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi berperan sebagai akselerator kemajuan bangsa,” kata Brian. Ia menyatakan bahwa kementerian ini bertugas memastikan sistem pendidikan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas, tangguh, dan adaptif.

Collaboration dan pendidikan inklusif

Brian juga mengajak seluruh kementerian dan lembaga terkait untuk meningkatkan partisipasi dalam pembangunan pendidikan. “Kolaborasi antarinstansi menjadi penting agar pendidikan bisa menjadi solusi yang inklusif, relevan, dan berdampak luas bagi semua lapisan masyarakat,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa pendidikan yang berkelanjutan tidak hanya mencakup peningkatan kualitas, tetapi juga aksesibilitas bagi peserta didik yang berasal dari berbagai latar belakang.

READ  Special Plan: BGN: Perputaran dana berkat MBG capai Rp6 triliun per bulan di Jabar

Dalam wawancara terpisah, Brian menjelaskan bahwa pendidikan harus menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi dan inovasi. “Siswa yang terdidik secara mendalam akan menjadi agen perubahan yang mampu menciptakan solusi untuk masalah nyata,” ujarnya. Ia berharap bahwa penerapan program-program ini akan menghasilkan generasi muda yang mampu menghadapi perubahan global dengan lebih baik.

Brian menyoroti bahwa pendidikan yang utuh berkelanjutan juga memerlukan pendekatan holistik. Ia mengatakan bahwa sistem ini harus mencakup pengembangan keterampilan teknis, kecerdasan emosional, serta kemampuan berpikir kritis. “Kombinasi antara teknologi dan pendekatan pedagogi modern akan menciptakan lingkungan belajar yang optimal,” tambahnya.

Dalam kesimpulannya, Brian menyatakan bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang yang harus dipertahankan. “Kita perlu membangun fondasi yang kuat, agar masa depan bangsa dapat dijamin,” ujarnya. Ia yakin bahwa dengan upaya bersama, pendidikan nasional mampu menjadi pilar utama dalam mempercepat kemajuan Indonesia.