Mengatasi Masalah: AS tak akan hambat akses kapal selain ke Iran
AS tak akan hambat akses kapal selain ke Iran
Dari Tokyo, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan bahwa blokade Selat Hormuz akan diberlakukan tanpa menghalangi akses kapal dari atau ke pelabuhan negara-negara yang bukan Iran. Pernyataan ini dikeluarkan setelah angkatan laut AS memulai proses penutupan jalur tersebut, setelah serangkaian perundingan perdamaian antara Washington dan Teheran berakhir tanpa kesepakatan.
Menurut pihak militer AS, pembatasan akses akan dimulai Senin pukul 10.00 waktu setempat. Dalam waktu singkat, Presiden Donald Trump mengkritik Iran di media sosial, menegaskan bahwa negara itu bersikeras pada ambisi nuklirnya dan sengaja menolak membuka kembali jalur laut penting dunia.
“Iran tidak mau meninggalkan ambisi nuklirnya dan dengan sengaja menolak membuka kembali jalur pelayaran utama,” tulis Trump.
Frustrasi atas kegagalan negosiasi di Pakistan, Trump mengecam Iran dalam pernyataan media sosial. Saat perundingan berlangsung di Islamabad, Wakil Presiden J.D. Vance menyampaikan bahwa pihak AS mengajukan proposal sederhana, yang disebut sebagai tawaran terbaik dan terakhir untuk Iran.
Vance mengatakan, “Kami membawa proposal sederhana yang merupakan tawaran terakhir dan terbaik bagi Iran.”
Pekan lalu, AS dan Iran telah mencapai kesepakatan sementara untuk menghentikan perang selama dua minggu, tetapi gagal menyelaraskan pandangan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz. Kegagalan tersebut memperparah gangguan pasar global, setelah blokade hampir total di koridor maritim itu diluncurkan setelah perang antara AS dan Israel dengan Iran dimulai 28 Februari.
Dari data terkini, sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz, bersamaan dengan transportasi gas alam cair, pupuk, dan bahan bakar lainnya. Langkah ini memberikan tekanan besar terhadap rantai pasokan internasional, terutama dalam konteks persaingan geopolitik yang terus berlangsung.
