Menghadapi Tantangan: 10 Info Terkini Perkara Aktivis KontraS Disiram Air Keras
10 Info Terkini Perkara Aktivis KontraS Disiram Air Keras
Kasus penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS, terus dalam proses penyelidikan. Polda Metro Jaya memberikan update terbaru mengenai peristiwa tersebut. Detikcom merangkum bahwa insiden terjadi pada Kamis (12/3/2026), sekitar pukul 23.30 WIB, di Jalan Salemba, Senen, Jakarta Pusat. Rekaman kamera pengawas menyebutkan dua orang yang diduga pelaku melintasi lokasi dengan menggunakan sepeda motor.
Proses Investigasi Berjalan Ilmiah
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri menyatakan bahwa penyelidikan kasus ini menggunakan pendekatan ilmiah. “Sejak informasi diterima, Polda Metro Jaya dan Mabes Polri telah melakukan tindakan kepolisian secara terpadu dengan metode scientific crime investigation,” terangnya. Proses yang dijalani mencakup pemeriksaan kondisi korban, pengumpulan keterangan saksi, olah tempat kejadian perkara, pembuatan visum et repertum, serta pengambilan alat bukti lainnya.
“Kami menjaga agar setiap informasi yang diberikan kepada publik sudah diverifikasi, sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” tambah Asep.
Tim penyidik menggabungkan Satreskrim Polres Metro Jakarta Pusat dan Direktorat Reserse Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya untuk memproses kasus ini. “Semua tahapan dijalani untuk memastikan fakta, bukti, dan keterangan dapat diungkap secara objektif,” ujarnya. Pihak kepolisian menegaskan komitmen mereka dalam menangani perkara secara profesional, transparan, dan akuntabel.
Penggunaan CCTV sebagai Alat Bukti
Dalam upaya mengungkap pelaku, polisi memeriksa 86 titik CCTV. Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menjelaskan rute yang diikuti terduga pelaku. “Para pelaku diduga mengikuti pergerakan korban sebelum insiden terjadi. Jalur mereka terdeteksi melalui kamera pengawas, mulai dari Jakarta Selatan hingga kumpul awal di Jalan Medan Merdeka Timur, dekat Stasiun Gambir,” katanya.
“Setelah itu, pelaku bergerak ke Jalan Ir H Juanda, Jakarta Pusat, lalu ke Jalan Medan Merdeka Barat. Dari sana, mereka menuju kawasan Tugu Tani, dengan jalur yang melingkari Monas,” imbuh Iman.
Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri dan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto memberikan keterangan terkait perkembangan penanganan kasus. Mereka menegaskan bahwa penyidikan berjalan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. “Tujuan kami adalah memastikan semua proses dijalani dengan profesional dan transparan hingga tuntas,” tuturnya.
Kepolisian juga menekankan prinsip kehati-hatian dalam penyelidikan. “Dengan demikian, informasi yang disampaikan kepada publik tidak menimbulkan spekulasi yang tidak jelas,” pungkas Asep.
