Menkum Supratman Tutup Rakor Kinerja, Sentil Pentingnya Soliditas Jajaran

1 bulan ago  ·  4 min read
By David Johnson - pesonatropis.com
c50c2549-49bf-4c12-96f3-a2a8ac09c0e3-0

Menkum Supratman Tutup Rakor Kinerja, Sentil Pentingnya Soliditas Jajaran

Pesonatropis.com – Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (MenkumHAM) kembali memperkuat komitmen dalam mencapai target kinerja tahunan 2026 melalui serangkaian kegiatan evaluasi yang berlangsung di Graha Pengayoman, Kuningan, Jakarta Selatan. Acara penutupan Rakor Pengendalian Kinerja Semester I ini dihadiri langsung oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Supratman, yang mengapresiasi upaya kolektif seluruh jajaran di Bali. Dalam suasana yang penuh keharmonisan, acara ini juga menjadi momen penting untuk merayakan pengabdian para pejabat yang telah memasuki masa pensiun.

Rapat Koordinasi sebagai Momentum Evaluasi

Pada Kamis malam (2/7), para pejabat utama Kementerian Hukum berkesempatan mempresentasikan capaian dan tantangan selama setengah tahun terakhir. Menteri Supratman menekankan bahwa Rakor ini tidak hanya sebagai ajang pengambilan kesimpulan, tetapi juga sebagai platform untuk menyelaraskan strategi antar-unit kerja. “Kinerja yang baik harus didukung oleh kekompakan tim, karena satu kegagalan dalam satu bagian bisa memengaruhi keseluruhan proses,” ujarnya.

Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa kepala unit penting, seperti Kakanwil Bali Eem Nurmanah, Kadiv Pelayanan Hukum I Wayan Redana, Kadiv P3H Mustiqo Vitra Ardhiansyah, serta Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum I Nengah Sukadana. Hadirnya mereka menunjukkan komitmen untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam setiap aktivitas. Selain itu, acara juga dilengkapi dengan serangkaian diskusi terkait reformasi pelayanan hukum dan peningkatan kualitas pengelolaan institusi.

Penghormatan untuk Pejabat Purnabakti

Momen emosional menjadi bagian dari acara penutupan Rakor. Sebagai penghormatan terakhir, para pimpinan tinggi yang telah memasuki masa pensiun, seperti Andap Budhi Revianto, Haris Sukamto, dan Tejo Harwanto, dilepas dengan penuh keharu. Acara ini dianggap sebagai bukti penghargaan atas kontribusi mereka selama bertahun-tahun melayani masyarakat dan negara.

“Pengabdian itu hanya berganti bentuk dan ruang. Meskipun tugas formal saya di Kementerian Hukum telah berakhir, hati, perhatian, dan jiwa pengabdian ini akan selalu hidup bersama kementerian ini,” kata Andap Budhi Revianto, salah satu mantan pimpinan yang dilepas.

Kata-kata Andap menjadi penyemangat bagi jajaran yang masih aktif. Ia menegaskan bahwa pengabdian yang tulus tidak berhenti pada saat pensiun, tetapi terus berlanjut dalam bentuk lain, seperti kegiatan sosial atau konsultasi. Haris Sukamto, yang juga dilepas, menyampaikan harapannya agar para pejabat yang baru saja pensiun tetap bisa memberikan masukan dalam kemajuan lembaga.

Komitmen Terhadap Keberlanjutan Pelayanan

Menkum Supratman menyoroti pentingnya soliditas internal sebagai kunci sukses implementasi kebijakan. Ia menekankan bahwa kekompakan antar-staf dan keberlanjutan proses kerja adalah aspek yang tak terpisahkan dari pencapaian kinerja. “Kita harus membangun kepercayaan antar-anggota, karena itu adalah fondasi kuat untuk mendorong inovasi dan efisiensi,” ujarnya.

Dalam pidatonya, Menteri Supratman juga menyebutkan bahwa evaluasi kinerja ini adalah langkah awal untuk mempersiapkan target semester kedua. Ia berharap semua tim dapat memperbaiki kelemahan dan memaksimalkan potensi di masa depan. Selain itu, ia mengapresiasi kerja keras yang telah dilakukan selama ini, termasuk dalam peningkatan layanan hukum kepada masyarakat.

Insight dari Para Purnabakti

Para mantan pimpinan yang dilepas turut memberikan pengarahan khusus. Andap Budhi Revianto, yang telah menjabat selama beberapa tahun, menyampaikan bahwa pengalaman kerja di Kementerian Hukum memberinya wawasan tentang pentingnya kesadaran hukum dalam masyarakat. “Kita harus terus berinovasi untuk menyesuaikan pelayanan dengan tuntutan era digital,” tambahnya.

Kehadiran para purnabakti ini juga menjadi pembelajaran bagi generasi muda di dalam institusi. Haris Sukamto menyebut bahwa pengalaman langsung di lapangan adalah aset berharga yang harus dijaga. “Saya percaya, mereka yang telah pensiun tetap bisa memberikan arahan yang relevan,” ujarnya. Sementara itu, Tejo Harwanto mengatakan bahwa keberhasilan Rakor ini menunjukkan bahwa kolaborasi adalah kunci utama dalam mencapai tujuan nasional.

Harapan untuk Masa Depan

Dalam suasana yang penuh semangat, Menteri Supratman menitipkan harapan kepada jajaran yang masih aktif. Ia menegaskan bahwa pengabdian yang berkelanjutan memerlukan keinginan untuk terus belajar dan berkembang. “Kita harus berani mengambil langkah-langkah baru, meskipun tantangan kadang berat,” pesannya.

Acara penutupan Rakor ini juga menjadi momentum untuk membangun komunikasi yang lebih intens antar-pegawai. Dengan memperkuat rasa solidaritas dan kebersamaan, Kementerian Hukum diharapkan bisa memberikan layanan yang lebih optimal kepada masyarakat Bali. Selain itu, penghormatan yang diberikan kepada para purnabakti menunjukkan bahwa pengabdiannya tidak akan terlupakan, dan akan menjadi inspirasi bagi pejabat yang baru saja dilantik.

Bali.jpnn.com mengunggah laporan lengkap tentang acara ini, yang bisa dibaca lebih lanjut di Google News. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari evaluasi kinerja, tetapi juga sebagai perayaan atas perjalanan para pejabat yang telah menorehkan sejarah dalam upaya memajukan sistem hukum di Indonesia. Dengan harmonisasi antar-jajaran, Kementerian Hukum diharapkan bisa terus menjadi tulang punggung dalam pelayanan hukum yang transparan dan efektif.

MORE FROM THIS CATEGORY