Special Plan: Motivasi Sean Gelael membesar oleh dukungan penonton
Motivasi Sean Gelael Membesar oleh Dukungan Penonton
Special Plan –
Jakarta – Sean Gelael, pembalap muda asal Indonesia, mengungkapkan bahwa kehadiran para penonton menjadi faktor pendorong penting dalam menghadapi balapan di GT World Challenge Asia (GTWCA) di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu lalu. Dalam pernyataannya, Sean menyampaikan rasa bahagianya dapat tampil di Mandalika, yang dihiasi oleh ribuan penggemar. “Dukungan dari penonton yang datang memberi semangat tambahan, sehingga motivasi saya terus membesar,” kata Sean dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.
Perjalanan Sean di GTWCA
Sean, yang didukung oleh Pertamina Patra Niaga, tampil tangguh sepanjang seri Mandalika. Ia berhasil memperoleh posisi podium di Race 1, meskipun mengalami beberapa kendala selama pertandingan. Pada sesi kualifikasi, Sean mampu meraih pole position setelah mencatat waktu terbaik sebesar 1 menit 28,026 detik. Keberhasilan ini menjadi awal yang baik bagi pembalap tim Garage 75 tersebut.
Di balapan pertama, Sean segera menunjukkan konsistensinya. Ia menyelesaikan lomba di posisi ketiga dalam klasemen umum, sekaligus meraih peringkat kedua di kelas Silver. Namun, keunggulan ini sempat terganggu akibat situasi Full Course Yellow dan penampilan Safety Car. Meski demikian, Sean tetap mampu mempertahankan posisinya hingga akhir.
Kemenangan di Race 1 memberi kepercayaan diri yang baik bagi Sean. Di Race 2, yang digelar sehari setelahnya, ia memulai dari posisi keenam. Meski di awal balapan ia sedikit tertinggal, Sean berusaha memperbaiki hasil sebelumnya. Ia pun sempat terlibat dalam persaingan untuk menduduki podium kelas Silver.
Kendala di Race 2
Saat lomba memasuki Tikungan 11, Sean mengalami insiden yang menghambat kemajuan. Tabrakan dengan Adderley Fong, yang mengemudikan Ferrari nomor 13, membuat mobil Sean terjebak di area gravel. Kondisi mobil yang mengalami kerusakan memaksa pembalap tersebut mengakhiri balapan lebih dini.
Dalam wawancara, Sean menjelaskan kejadian tersebut. “Saya melihat dia melebar dan berusaha menyusul karena kesempatan terbuka. Tapi jalurnya ditutup, akhirnya terjadilah tabrakan itu,” kata Sean dalam kesanannya. Meski mengalami hambatan, Sean tetap memuji kehadiran penonton yang mendukungnya.
Pertamina Patra Niaga Memberi Apresiasi
Perusahaan energi Pertamina Patra Niaga merasa bangga dengan prestasi Sean di Mandalika. Mereka menilai bahwa kombinasi strategi yang matang dan dukungan produk berkualitas seperti Pertamax Turbo serta Pertamina Fastron berhasil menciptakan daya saing yang kuat dalam arena balap internasional.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, mengatakan bahwa penampilan Sean menjadi bukti keberhasilan kolaborasi antara tim dan sponsor. “Performa Sean menunjukkan bagaimana perencanaan yang cermat dan penggunaan bahan bakar serta komponen berkualitas dapat menghasilkan hasil yang memuaskan di lintasan balap bergengsi,” ujarnya.
Dukungan Pertamina Patra Niaga tidak hanya berdampak pada performa Sean di Mandalika, tetapi juga menjadi faktor penting dalam membentuk mentalnya sebagai pembalap. Perusahaan ini telah mendukung Sean sejak awal kariernya, dan kontribusi tersebut terus terasa dalam setiap seri balapan yang diikutinya.
Persiapan untuk Balapan Berikutnya
Setelah menyelesaikan GTWCA di Mandalika, Sean siap menghadapi balapan berikutnya, yaitu FIA World Endurance Championship. Pada 9 Mei, ia akan tampil di 6 Hours of Spa-Francorchamps di Belgia. Ini menjadi kesempatan baru untuk menunjukkan kemampuan dan konsistensinya di arena balap internasional.
Sean mengakui bahwa balapan di Spa-Francorchamps akan menjadi tantangan berbeda dibanding Mandalika. “Lomba di Belgia akan lebih berat karena lintasan yang kompleks dan persaingan yang ketat,” katanya. Namun, ia yakin dukungan dari penonton dan pengalaman yang didapat di Mandalika akan menjadi bekal penting.
Pembalap berusia 25 tahun ini terus berusaha meningkatkan performa dalam setiap seri. Dukungan dari para penonton Indonesia menjadi sumber semangat utama, sebab mereka adalah penjaga kebanggaan negara. “Kehadiran mereka membuat saya merasa lebih bersemangat, bahkan di saat yang paling sulit,” imbuh Sean.
Dalam beberapa bulan terakhir, Sean terus berlatih keras untuk mempersiapkan diri. Ia memanfaatkan waktu antar seri untuk memperbaiki teknik dan mengoptimalkan penggunaan mobil. Selain itu, Sean juga bekerja sama dengan tim untuk memperkuat strategi di setiap lomba.
Sean menilai bahwa dukungan penonton tidak hanya meningkatkan motivasinya, tetapi juga memperkuat kepercayaan diri sebagai pembalap. “Mereka adalah bagian dari perjalanan saya, dan setiap suara yang mereka beri memberi energi baru,” katanya.
Sebagai pembalap Indonesia yang berkembang pesat, Sean bertekad untuk terus menorehkan prestasi. Ia berharap kehadiran penonton bisa terus menjadi dorongan bagi dirinya, terutama di ajang-ajang internasional. “Saya ingin membuktikan bahwa pembalap lokal mampu bersaing di tingkat global,” ujarnya.
Dengan hasil yang telah dicapai di Mandalika, Sean yakin bisa memberikan penampilan yang lebih baik di Spa-Francorchamps. Ia berharap pengalaman tersebut bisa menjadi fondasi untuk meraih kesuksesan di balapan berikutnya. “Saya menantikan tantangan baru dan ingin menunjukkan kemampuan terbaik,” pungkas Sean.
