Brantas Abipraya Salurkan 210 Hewan Kurban
Latest Program – Dalam rangkaian perayaan Iduladha, PT Brantas Abipraya terus berkomitmen untuk memberikan kontribusi positif kepada masyarakat. Perusahaan menyalurkan bantuan berupa 210 ekor hewan qurban ke berbagai daerah di Indonesia, sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang telah menjadi kebiasaan tahunan. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat hubungan antara perusahaan dan masyarakat sekitar proyek-proyek yang tengah dijalankan, serta membangun semangat gotong royong yang melekat dalam budaya bangsa.
Peduli Kebutuhan Pangan Masyarakat
Kebaktian Iduladha tidak hanya dianggap sebagai momen untuk merayakan kebersamaan dan keberkahan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menyalurkan bantuan nyata. Brantas Abipraya, yang telah menjadi salah satu pelaku utama dalam pembangunan infrastruktur, memperluas tanggung jawab sosialnya dengan membagikan daging qurban kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan ini bertujuan untuk menjaga ketahanan pangan, terutama di wilayah yang masih menghadapi kesulitan ekonomi, sekaligus memberikan kebahagiaan pada keluarga penerima.
Menurut Dian Sovana, Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, program TJSL ini bukan hanya sekadar kegiatan rutin, tetapi juga wujud komitmen perusahaan untuk bersinergi dengan masyarakat. “Penyaluran hewan qurban menjadi simbol kepedulian sosial Brantas Abipraya dalam mendukung kesejahteraan umat manusia, sekaligus memperkuat nilai-nilai gotong royong yang menjadi bagian dari identitas bangsa,” ungkap Dian. Ia menjelaskan bahwa bantuan ini mencakup berbagai jenis hewan, seperti sapi, kambing, dan domba, yang disesuaikan dengan kebutuhan setiap daerah.
“Melalui penyaluran 210 hewan qurban ini, Brantas Abipraya berharap bantuan tidak hanya memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga mempererat rasa persaudaraan dan semangat gotong royong di tengah kehidupan bermasyarakat,” ujar Dian Sovana.
Program TJSL yang dijalankan Brantas Abipraya ini juga sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat. Pemerintah terus mendorong partisipasi swasta dalam memperkuat ketahanan pangan, terutama di tengah tantangan global seperti kenaikan harga bahan baku. Dengan menyalurkan bantuan hewan qurban, perusahaan mengambil peran aktif dalam mendukung kebijakan tersebut. Bantuan ini tidak hanya membantu memenuhi asupan protein hewani, tetapi juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk merayakan Iduladha secara lebih berarti.
Kebaktian qurban menjadi sarana untuk membangun koneksi emosional antara perusahaan dan masyarakat. Brantas Abipraya, yang telah meraih banyak proyek di berbagai provinsi, memastikan bahwa manfaat dari pembangunan tidak hanya dirasakan oleh pihak-pihak yang terlibat secara langsung, tetapi juga oleh warga sekitar yang secara tidak langsung terdampak. Dengan pendistribusian hewan qurban ke 210 titik, perusahaan mencoba menjangkau masyarakat yang berada di luar lingkaran langsung pembangunan.
Kesejahteraan dan Keterlibatan Masyarakat
Dian Sovana menambahkan bahwa program TJSL ini juga menjadi ajang untuk membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya kerja sama. “Selain memberikan bantuan material, kami juga ingin menginspirasi partisipasi aktif warga dalam kegiatan-kegiatan sosial,” jelasnya. Ia menegaskan bahwa kehadiran Brantas Abipraya di berbagai wilayah bukan hanya bersifat teknis, tetapi juga harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
Kebaktian qurban yang diadakan Brantas Abipraya menjangkau wilayah seperti Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatra Selatan, serta daerah lainnya. Setiap ekor hewan yang disalurkan dipilih dengan hati-hati, agar dapat memenuhi kebutuhan pangan bergizi untuk keluarga penerima. Program ini juga menjadi media untuk membangun hubungan baik antara perusahaan dan masyarakat, terutama di tengah dinamika sosial yang terus berubah.
Kegiatan tersebut turut memberikan dampak positif terhadap ekonomi lokal. Dengan mendistribusikan hewan qurban, Brantas Abipraya memberikan ruang bagi peternak atau warga sekitar untuk menjual produk mereka. Selain itu, proses pengumpulan dana dan penyaluran hewan juga melibatkan partisipasi aktif masyarakat, seperti melalui donasi dan kerja sama dalam memastikan keberlanjutan program.
Visi sebagai Agen Pembangunan
Brantas Abipraya berupaya memperkuat perannya sebagai agen pembangunan yang tidak hanya fokus pada penyelesaian proyek, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat. “Kita percaya bahwa pembangunan yang berkelanjutan tidak bisa tercapai tanpa keterlibatan masyarakat,” kata Dian. Ia menekankan bahwa program TJSL adalah salah satu bentuk wujud nyata komitmen perusahaan untuk tumbuh bersama rakyat Indonesia.
Menurut Dian Sovana, penyaluran hewan qurban ini adalah bagian dari upaya jangka panjang perusahaan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kita tidak ingin hanya menjadi penyedia infrastruktur, tetapi juga menjadi mitra yang membawa manfaat langsung ke kehidupan sehari-hari warga,” tambahnya. Ia berharap program semacam ini bisa menjadi contoh bagi perusahaan-perusahaan lain dalam berpartisipasi aktif pada kegiatan sosial.
Program TJSL juga mengingatkan bahwa Iduladha bukan hanya tentang kegiatan ibadah, tetapi juga sebagai momentum untuk menyebarkan kebaikan. Dengan menyebarkan manfaat melalui bantuan hewan qurban, Brantas Abipraya mencoba memperkuat ikatan antarumat manusia, terutama di tengah tantangan sosial dan ekonomi yang terus berlangsung. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk merasakan perhatian dari perusahaan yang berada di sekitar mereka.
Dengan 210 hewan yang disalurkan, Brantas Abipraya ingin menunjukkan bahwa perusahaan bisa menjadi pelaku utama dalam membangun ketahanan pangan. Program ini juga memperkuat konsep pembangunan yang inklusif, di mana manfaat dari proyek-proyek besar dihadirkan secara merata kepada masyarakat. Dian Sovana berharap kegiatan tahunan ini terus berkembang, baik secara jumlah maupun cakupan wilayah, sehingga bisa mencapai lebih banyak penerima manfaat.
Menurut Dian, kegiatan qurban tidak hanya menjadi bentuk kepedulian, tetapi juga sarana untuk memperkuat nilai-nilai sosial yang melekat dalam budaya bangsa. “Kita ingin menjaga keharmonisan antarwarga, terutama di lingkungan yang terus berkembang,” ujarnya. Dengan demikian, Brantas Abipraya tidak hanya menjadi mitra pembangunan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat yang sedang berkembang.
Untuk mendukung tujuan tersebut, perusahaan terus mengembangkan berbagai program TJSL. Selain bantuan hewan qurban, Brantas Abipraya juga menyediakan layanan pendidikan, kesehatan, dan lingkungan hidup di wilayah-wilayah yang dijangkau proyeknya. Dengan demikian, Brantas Abipraya berupaya memastikan bahwa manfaat dari pembangunan tidak hanya diukur dari kualitas infra
