Demo Mahasiswa di Gedung DPRD Jabar Berakhir Ricuh, Petasan dan Botol Menjadi Penyebab Utama
Aksi Demonstran di Bandung Dipicu oleh Isu Kebijakan Pendidikan
Massa Aksi Mahasiswa di DPRD Jabar – Kota Bandung, Jawa Barat—Sejumlah massa aksi yang tergabung dalam demonstrasi mahasiswa akhirnya meninggalkan Gedung DPRD Jawa Barat setelah melakukan orasi sekitar satu jam. Aksi ini dimulai sejak pagi hari, dengan peserta yang datang dari berbagai universitas se-Jabar. Mereka membawa banner bertuliskan tuntutan terkait kebijakan pendidikan dan pengangkatan karyawan tetap di lingkungan kampus. Meski awalnya berlangsung damai, aksi sempat berubah menjadi ricuh saat sejumlah peserta mengarahkan petasan ke arah bangunan legislatif.
Dalam pantauan, kondisi di sekitar gedung mulai memanas sekitar pukul 17.30 WIB. Saat massa aksi sedang berbaris untuk meninggalkan tempat, seseorang tiba-tiba melempar petasan ke bagian atap gedung. Bunyi ledakan tersebut menggetarkan udara, hingga beberapa peserta aksi terkejut dan mulai bergerak ke arah yang berbeda. Tidak hanya petasan, beberapa peserta juga melempar botol ke arah polisi yang sedang berusaha mengarahkan massa agar kembali tenang.
“Tenang-tenang. Jangan lari, tetap tenang dan silakan membubarkan diri,” kata seorang petugas polisi menggunakan pengeras suara saat berusaha mengendalikan situasi.
Aksi ini mengalami titik puncak saat petasan dilemparkan ke berbagai sudut gedung. Bunyi ledakan terdengar berulang kali, mengganggu keheningan yang sebelumnya terjaga. Para peserta yang terkejut berlarian ke berbagai arah, sementara petugas kepolisian mengambil langkah cepat untuk melindungi area sekitar dan mencegah kerusakan lebih lanjut. Beberapa orang terluka akibat pecahan kaca dari botol yang dilemparkan, namun kondisi mereka tidak terlalu parah.
Kebisingan dari petasan terus terdengar meski massa aksi sudah membubarkan diri. Petugas kepolisian tetap berjaga-jaga di sekitar gedung, mengantisipasi kemungkinan tindakan lanjutan dari peserta yang masih memperhatikan situasi. Beberapa di antara mereka juga terlihat berdiri di depan gedung, menunggu apakah ada penambahan pengunjuk rasa atau tidak.
Dalam keterangannya, petugas kepolisian menyebutkan bahwa aksi tersebut berjalan lancar sebelum mengalami gangguan akibat adanya pihak yang sengaja melemparkan benda-benda tersebut. “Kami sudah memberi peringatan sebelumnya, tetapi masih ada yang tidak menghargai,” ujar salah seorang petugas di lokasi. Menurut sumber di lapangan, sebagian besar peserta aksi bersikap tenang meski beberapa di antaranya terlihat marah karena petasan membuat suasana gelap.
Massa aksi yang berlarian tersebut sempat menimbulkan kekhawatiran karena beberapa dari mereka terjatuh di dekat kaca gedung. Tapi keadaan terkendali setelah petugas kepolisian melakukan pengamanan dan membantu memindahkan peserta yang terluka. Dalam waktu singkat, kondisi di sekitar gedung kembali normal, dengan tidak ada tindakan lebih lanjut yang dilakukan oleh peserta.
Menurut informasi dari pengunjung di sekitar gedung, aksi ini terjadi setelah beberapa hari gerakan mahasiswa di berbagai kota besar. Mereka menuntut transparansi dalam pengambilan keputusan pemerintah terkait pendidikan dan kesejahteraan karyawan. Aksi di Bandung ini dianggap sebagai bagian dari momentum nasional yang sedang berlangsung.
Salah satu peserta aksi yang masih berada di lokasi menyampaikan bahwa kejadian lemparan petasan terjadi karena ketidaktahuan beberapa orang. “Kami hanya ingin menyampaikan keinginan, tapi beberapa orang di antara kami mungkin terlalu emosional,” katanya. Meski begitu, ia mengakui bahwa kejadian tersebut tidak mengubah tujuan utama dari aksi yang diadakan.
Petugas kepolisian juga menyampaikan bahwa mereka sudah mengantisipasi kemungkinan ricuh sejak awal. “Kami siapkan pola pengamanan yang ketat, karena kami tahu aksi ini bisa berubah cepat menjadi konflik,” ujar seorang petugas. Selain itu, pihak kepolisian juga melakukan pemeriksaan terhadap massa aksi yang masih ada di sekitar gedung untuk memastikan tidak ada yang membawa benda tajam atau senjata lain.
Di sisi lain, warga sekitar menyebutkan bahwa aksi ini tidak mengganggu aktivitas harian mereka, karena jumlah peserta yang tidak terlalu banyak. Namun, beberapa warga merasa khawatir karena petasan terus-menerus dilemparkan ke arah gedung. “Kami harap aksi ini bisa berjalan lebih tertib, agar tidak merusak tempat kerja,” kata seorang warga yang tinggal di sekitar gedung DPRD.
Sebagai langkah pencegahan, pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan menghindari area yang rawan. “Kami menghargai hak warga untuk berkumpul, tapi kita harus menghormati aturan dan keselamatan bersama,” imbuh petugas. Aksi mahasiswa ini berakhir sekitar pukul 18.00 WIB, dengan tidak ada tindakan lanjut yang dilakukan oleh peserta. Namun, petasan masih terdengar di beberapa titik, meski intensitasnya mulai berkurang.
Panitia aksi menyatakan bahwa mereka akan melaporkan kejadian ini ke pihak berwenang. “Kami ingin menyampaikan bahwa petasan yang dilemparkan bukan tujuan untuk mengganggu, tapi sebagai bentuk kegembiraan dan perayaan akhir aksi,” katanya. Meski demikian, mereka juga mengakui bahwa ada yang terlalu impulsif dalam mengambil tindakan.
Dengan selesainya aksi, masyarakat kembali beraktivitas normal. Namun, kejadian ini memberikan pelajaran tentang pentingnya koordinasi dan pengelolaan emosi dalam setiap demonstrasi. “Semoga aksi ini menjadi contoh bagaimana kegiatan sosial bisa lebih terarah,” harap seorang warga yang turut mengawasi kejadian tersebut.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News.
