News

New Policy: Jokowi Bakal Pakai Jaket PSI, Deddy Ungkit Pemecatan dari PDIP

Jokowi Bakal Pakai Jaket PSI, Deddy Ungkit Pemecatan dari PDIP PDIP Pecat Jokowi, Deddy: Urusan Sudah Selesai New Policy - Jakarta, JPNN.com - Deddy Yevri

Desk News
Published Juni 15, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Jokowi Bakal Pakai Jaket PSI, Deddy Ungkit Pemecatan dari PDIP

PDIP Pecat Jokowi, Deddy: Urusan Sudah Selesai

New Policy – Jakarta, JPNN.com – Deddy Yevri Sitorus, ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), mengungkapkan bahwa Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, telah dikeluarkan dari anggota partai. Pernyataan ini dikeluarkan Deddy sebagai tanggapan terhadap isu yang berkembang bahwa Jokowi akan menjadi Ketua Dewan Pembina Partai Sosialisme Indonesia (PSI) dengan menggunakan jaket partai sebagai simbol perubahan statusnya. Deddy menjelaskan bahwa keputusan PDIP untuk memutus hubungan dengan Jokowi telah final, sehingga tidak ada lagi yang perlu diperdebatkan.

“Bagi kami, urusan dengan Jokowi sudah selesai, sudah dipecat dari keanggotaan partai. Jadi dia mau pakai jaket partai apa pun, itu urusan Jokowi,” ujar Deddy melalui layanan pesan, Senin (15/6).

Deddy menegaskan bahwa langkah Jokowi untuk bergabung dengan PSI tidak akan memengaruhi PDIP. Menurutnya, partai berlambang banteng moncong putih tetap optimis dan tidak khawatir meski ada isu mengenai keterlibatan Jokowi dalam kegiatan partai lain. Deddy juga menyebut bahwa tindakan Jokowi ini merupakan keputusan pribadi, tidak terkait dengan hubungan PDIP dengan dirinya.

Deddy: Jokowi Bantu Kaesang Besarkan PSI

Deddy menyampaikan alasan mengapa ia tidak terkejut dengan rencana Jokowi menjadi Ketua Dewan Pembina PSI. Menurutnya, Jokowi selama ini aktif mendukung Kaesang Pangarep, anak sulung Presiden Jokowi, dalam mengembangkan partai tersebut. Deddy menekankan bahwa Jokowi sudah memberikan kontribusi signifikan dalam membesarkan PSI sebelum Kaesang menjabat Ketua Umum.

“Kan, anaknya sudah Ketua Umum dan sebelum itu dia membesarkan PSI dengan merekrut orang-orangnya di pemerintahan dan BUMN,” katanya.

Deddy menjelaskan bahwa Jokowi memiliki peran penting dalam membantu Kaesang membangun kekuatan PSI. Ia menganggap bahwa keikutsertaan Jokowi dalam partai ini adalah hasil dari kontribusi yang telah diberikan selama ini. Dengan demikian, Deddy merasa bahwa Jokowi memiliki hak untuk memilih partai yang akan diwakili, terlepas dari statusnya sebelumnya di PDIP.

Kebijakan PDIP dalam memutus hubungan dengan Jokowi juga dianggap sebagai langkah strategis untuk menjaga konsistensi dalam pemerintahan. Deddy mengatakan bahwa PDIP tetap fokus pada tujuan politik partai, dan keputusan pemecatan Jokowi adalah untuk memastikan bahwa keterlibatan pihak luar tidak mengganggu kestabilan internal partai. Ia menambahkan bahwa PDIP percaya pada keputusan yang diambil, meski ada perbedaan pendapat atau pergeseran politik dari tokoh yang pernah menjadi anggota.

PDIP Tidak Takut Meski Jokowi Bergabung dengan PSI

Deddy juga menegaskan bahwa PDIP tidak mengalami rasa takut meski Jokowi masuk ke dalam PSI. Ia menilai partai besar seperti PDIP mampu menghadapi perubahan dan dinamika politik yang terjadi. Deddy menyatakan bahwa keberadaan Jokowi di PSI justru bisa menjadi peluang bagi PDIP untuk tetap aktif dalam ranah politik nasional.

“Terus terang kami tidak takut,” katanya.

Deddy menekankan bahwa PDIP memiliki strategi untuk memastikan bahwa keberadaan Jokowi di PSI tidak merugikan partai. Ia berharap PDIP bisa terus memperkuat kekuatan politiknya, bahkan dengan adanya pergeseran tokoh penting seperti Jokowi. Deddy juga menyebut bahwa PDIP bisa menjaga hubungan baik dengan berbagai pihak, termasuk dengan partai-partai lain yang memiliki keterlibatan politik dengan tokoh-tokoh mentereng.

Pemecatan Jokowi dari PDIP sendiri menurut Deddy adalah akibat dari konflik yang terjadi sebelumnya. Ia menyatakan bahwa Jokowi tidak lagi memiliki peran aktif dalam kepengurusan partai, sehingga keputusan tersebut dianggap sudah tepat. Namun, Deddy tidak menyangkal bahwa Jokowi tetap bisa berdampak besar dalam dunia politik, baik melalui PDIP maupun lewat partai baru yang ia bantu membangun.

Isu Jokowi masuk PSI juga menjadi sorotan media dan masyarakat. Banyak pihak mengaitkan langkah ini dengan keinginan Jokowi untuk menjaga konsistensi dalam pembangunan pemerintahan. Deddy menilai bahwa PSI adalah pilihan yang sesuai, karena Jokowi telah membangun hubungan yang kuat dengan Kaesang sejak awal. Ia mengatakan bahwa PSI memperoleh dukungan politik yang signifikan dari Jokowi, sehingga tindakan tersebut bisa dianggap sebagai keputusan yang bijak.

Sebagai seorang legislatif, Deddy berharap PDIP tetap solid dan tidak terpengaruh oleh keputusan Jokowi. Ia menambahkan bahwa keberadaan Jokowi di PSI bisa menjadi pengingat bagi PDIP untuk terus mengoptimalkan kekuatan partai dan menjaga konsistensi dalam mencapai tujuan politik. Deddy juga menyampaikan bahwa PDIP siap beradaptasi dengan situasi yang berubah, termasuk menghadapi keberadaan tokoh penting di partai lain.

Kebijakan PDIP dalam memecat Jokowi sekaligus membuka jalan bagi Jokowi untuk bergabung dengan PSI dianggap sebagai bagian dari dinamika politik yang terjadi. Deddy menyebut bahwa ini bukanlah konflik besar, melainkan langkah untuk memastikan bahwa PDIP tetap berjalan sesuai visi dan misinya. Ia menegaskan bahwa PDIP akan terus bergerak maju, meski ada pergeseran pihak dari dalam.

Dengan rencana Jokowi menjadi Ketua Dewan Pembina PSI, Deddy yakin bahwa keberadaan Jokowi akan memberikan dampak positif bagi partai tersebut. Ia berharap PSI bisa berkembang lebih besar, terutama dalam konteks politik yang semakin kompleks. Namun, Deddy juga mengingatkan bahwa PDIP tetap memiliki fondasi kuat untuk berkiprah di berbagai lini politik, termasuk dalam menghadapi tantangan dari partai-partai lain yang mungkin terlibat dengan tokoh-tokoh besar.

Deddy menutup pernyataannya dengan menyampaikan bahwa PDIP tidak akan kehilangan arah meski Jokowi memilih partai lain. Ia meminta publik untuk tetap mempercayai keputusan PDIP dalam menjaga keutuhan partai dan keberhasilannya dalam mengarahkan politik nasional. Isu pemecatan Jokowi dari PDIP dan keikutsertaannya di PSI, menurut Deddy, adalah bagian dari proses alami dalam dinamika partai.

Leave a Comment