Rupiah dan IHSG Kembali Menguat, Sultan Baktiar Najamudin Pujian Peran Prof. Dasco
Key Issue – Nilai tukar Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan tren peningkatan, hal ini dinilai sangat penting dalam upaya menjaga konsolidasi ekonomi nasional. Sultan Baktiar Najamudin, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia, mengungkapkan rasa terima kasih terhadap peran aktif Prof. Sufmi Dasco Ahmad, Wakil Ketua DPR RI, dalam menjaga kestabilan mata uang lokal serta pasar saham. Sultan menegaskan bahwa langkah-langkah yang diambil oleh Dasco telah memberikan dampak positif yang signifikan terhadap dinamika ekonomi saat ini.
Konsolidasi yang Efektif dalam Menghadapi Tantangan
Sebagai anggota DPR RI, Prof. Dasco telah menunjukkan kompetensi dalam mengkoordinasikan berbagai pihak terkait, termasuk lembaga keuangan, otoritas moneter, dan pemerintah. Sultan menjelaskan bahwa tugas tersebut tidak hanya membutuhkan kebijakan yang cepat, tetapi juga strategi yang matang untuk menghadapi tekanan dari pelemahan Rupiah beberapa pekan terakhir. Dalam situasi ekonomi yang fluktuatif, peran Dasco dinilai menjadi kunci dalam membangun kepercayaan pasar terhadap stabilitas perekonomian Indonesia.
“Sebagai pimpinan DPD RI, kami sangat mendukung dan mengapresiasi upaya Prof Dasco dalam memperkuat kerja sama antarlembaga keuangan, pemerintah, serta otoritas moneter. Langkah konsolidasi yang diambilnya secara taktis berhasil membawa dampak signifikan dalam memulihkan optimisme pasar terhadap ekonomi nasional,” ujar Sultan dalam keterangan resmi yang diterbitkan pada hari Sabtu (13/6/2026).
Perkembangan nilai tukar Rupiah yang sebelumnya mencapai level 18.000 per dolar Amerika Serikat (USD) kini mulai stabil dan cenderung kembali ke titik seimbang, yaitu sekitar 17.000 per USD. Sultan menyoroti bahwa kebijakan yang diusung oleh Dasco telah membantu mengurangi ketidakpastian dan meningkatkan kepercayaan investor. Dalam konteks ini, pihaknya menilai bahwa upaya untuk melepas Rupiah dari tekanan eksternal serta mendorong pembelian saham emiten nasional, terutama yang berasal dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN), menjadi langkah yang tepat.
Buyback Saham sebagai Strategi Dukungan Moral
Prof. Dasco juga memberikan rekomendasi kepada masyarakat untuk menjual dolar AS dan membeli saham-saham perusahaan domestik. Sultan mengatakan, saran tersebut merupakan seruan moral yang layak didukung oleh seluruh elemen bangsa. “Buyback saham emiten dalam negeri, khususnya dari BUMN, tidak hanya memberikan sinyal positif terhadap kepercayaan publik, tetapi juga menjadi investasi yang menjanjikan untuk menghadapi dinamika pasar keuangan saat ini,” tambahnya.
Dalam situasi di mana Rupiah sempat mengalami gejolak akibat konflik geopolitik, Sultan mengakui bahwa fondasi ekonomi Indonesia tetap kuat. Pemerintah dan otoritas moneter telah berhasil menjaga stabilitas makroekonomi, dengan indikator seperti inflasi yang terkendali serta pertumbuhan sektor produsen yang baik. Sultan menegaskan bahwa ekonomi nasional memiliki daya tahan yang tinggi, meski perlu dukungan dari seluruh lapisan masyarakat dalam menjaga momentum.
Peran Kritis DPR dalam Konsolidasi Ekonomi
DPR RI, sebagai salah satu lembaga representatif rakyat, berperan penting dalam mengarahkan kebijakan keuangan yang selaras dengan kebutuhan perekonomian. Sultan menjelaskan bahwa upaya konsolidasi yang dilakukan oleh Prof. Dasco tidak hanya melibatkan koordinasi antarlembaga, tetapi juga melibatkan komunikasi yang efektif kepada masyarakat. Hal ini membantu memperkuat persepsi bahwa pemerintah bersungguh-sungguh dalam menjaga kestabilan ekonomi.
Selain itu, Sultan juga menyoroti pentingnya peran Himbara, Danantara, serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam mendukung kebijakan tersebut. Ketiga lembaga tersebut berperan aktif dalam mengawasi transaksi keuangan, memberikan saran strategis, serta memastikan bahwa langkah-langkah yang diambil memiliki dampak yang luas. “Kerja sama antarlembaga menjadi prinsip yang tidak bisa dipisahkan dalam upaya mengembalikan kepercayaan pasar,” jelas Sultan.
Konsistensi dalam Menghadapi Tantangan Global
Dalam beberapa bulan terakhir, Rupiah mengalami tekanan dari berbagai faktor global, seperti kenaikan suku bunga di AS dan ketidakpastian politik di berbagai negara. Namun, Sultan berpendapat bahwa upaya konsolidasi yang dijalankan oleh Prof. Dasco telah membantu meringankan dampak tersebut. “Saya yakin, langkah-langkah yang diambil tidak hanya membantu stabilisasi nilai tukar Rupiah, tetapi juga memberikan kejelasan kepada investor tentang komitmen pemerintah dalam mengelola ekonomi nasional,” katanya.
Sultan menjelaskan bahwa upaya konsolidasi ini tidak terlepas dari peran strategis Prof. Dasco sebagai wakil ketua DPR. Dalam posisi tersebut, Dasco mampu memadukan antara kebijakan makroekonomi dan kebutuhan pasar, sehingga memastikan bahwa respons pemerintah cepat dan tepat. Sultan juga menambahkan bahwa seluruh elemen bangsa, baik dari sektor swasta maupun publik, perlu bersatu dalam mendukung kebijakan tersebut agar dampaknya maksimal.
Keseimbangan Antara Stabilitas dan Pertumbuhan
Konsolidasi yang dilakukan oleh Prof. Dasco dinilai menjadi contoh yang baik dalam menggabungkan stabilitas dengan pertumbuhan ekonomi. Sultan mengungkapkan bahwa kebijakan tersebut tidak hanya fokus pada pengendalian inflasi, tetapi juga menekankan pentingnya investasi dalam sektor domestik. “Kebijakan yang diusung harus selaras dengan aspirasi rakyat, termasuk peningkatan nilai saham emiten nasional,” tegas Sultan.
Menurut Sultan, keberhasilan konsolidasi ini juga tergantung pada komunikasi yang transparan antara pemerintah dan masyarakat. Ia menegaskan bahwa kepercayaan pasar terhadap Rupiah dan IHSG tidak bisa tercapai hanya melalui kebijakan moneter, tetapi juga melalui partisipasi aktif masyarakat dalam memperkuat nilai tukar mata uang lokal. “Kami percaya bahwa dengan kolaborasi yang baik, Rup
