Basarnas Kendari Kirim KN SAR Pacitan Usai KM Nurul Salsa Tenggelam di Selayar
Pesonatropis.com – Kepulauan Selayar kembali dihebohkan dengan insiden maritim yang menimpa Kapal Motor Nurul Salsa. Peristiwa KM Nurul Salsa Tenggelam di Selayar ini telah memicu respons cepat dari Badan SAR Nasional (Basarnas) Kantor Wilayah Kendari. Sebagai upaya memperkuat operasi pencarian, Basarnas segera menerjunkan Kapal Negara SAR Pacitan ke lokasi kejadian. Langkah strategis ini diambil untuk memastikan proses penyelamatan berjalan lebih maksimal dan efisien.
Penugasan Armada dan Personel SAR
KN SAR Pacitan resmi meninggalkan Dermaga Basarnas Kawasan Timur Kendari pada pukul 12.10 WITA. Kapal SAR ini membawa serta 28 personel yang memiliki berbagai keahlian untuk mendukung operasi pencarian. Amiruddin A.S., Kepala Basarnas Kendari, menjelaskan bahwa kapal tersebut beroperasi di bawah Bawah Kendali Operasi SAR. Tugas utamanya adalah membantu percepatan pencarian korban yang hilang di perairan Selayar.
Komposisi kru yang berada di atas kapal meliputi satu orang Kepala Seksi Operasi dan Siaga KPP Kendari. Selain itu, terdapat 21 orang kru KN SAR Pacitan dan enam orang tenaga penyelamat. Seluruh personel telah dalam kondisi siaga penuh untuk melakukan operasi di lapangan.
Perjalanan laut dari Dermaga Kendari menuju lokasi perkiraan terakhir hilangnya kapal mencapai 262 mil laut. Dengan memaksimalkan kecepatan hingga 20 knot, Basarnas memperkirakan perjalanan akan memakan waktu sekitar 18 jam. Estimasi waktu ini menjadi pertimbangan penting dalam penjadwalan seluruh operasi pencarian.
Peralatan dan Perlengkapan Pendukung
Untuk menunjang efektivitas operasi penyelamatan, tim SAR membawa berbagai alat utama dan perlengkapan keselamatan. Salah satu peralatan penting adalah satu unit sea rider yang berfungsi sebagai alat transportasi cepat di perairan dangkal. Selain itu, tim juga membawa sekoci dan perahu karet yang dapat digunakan untuk menjemput korban dari permukaan air.
Tim SAR juga dibekali dengan peralatan medis, peralatan evakuasi, perlengkapan komunikasi, serta berbagai peralatan pendukung keselamatan lainnya. Semua perlengkapan ini disiapkan untuk menghadapi berbagai kondisi yang mungkin terjadi di lapangan.
Ketersediaan peralatan yang lengkap memungkinkan tim SAR untuk melakukan operasi dengan lebih fleksibel. Sea rider sangat berguna untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses oleh kapal besar. Sementara itu, perahu karet dapat digunakan untuk membawa korban ke tempat yang lebih aman dengan cepat.
Kondisi Cuaca dan Detail Kejadian
Berdasarkan data resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, kondisi cuaca di jalur pelayaran menuju lokasi operasi dilaporkan berawan. Arah angin bertiup dari timur ke selatan dengan kecepatan antara 2 hingga 20 kilometer per jam. Kondisi cuaca ini relatif mendukung untuk pelaksanaan operasi SAR di perairan Selayar.
KM Nurul Salsa tenggelam di perairan sebelah barat Pulau Polassi pada tanggal 15 Juli 2026. Kejadian ini memicu respons cepat dari berbagai pihak termasuk Basarnas Kendari. Keberangkatan KN SAR Pacitan menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan tidak ada korban yang tertinggal di perairan tersebut.
Operasi pencarian dan penyelamatan ini menunjukkan komitmen Basarnas dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Dengan kombinasi personel terlatih, peralatan memadai, dan kondisi cuaca yang mendukung, diharapkan proses pencarian dapat berjalan optimal. Tim SAR terus memantau perkembangan situasi dan siap melakukan penyesuaian strategi sesuai kebutuhan di lapangan.
