DEKOPIN Bidik Generasi Z Tepis Anggapan Koperasi Model Ekonomi Lama
Pesonatropis.com – Jakarta, Indonesia – Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN) secara resmi menargetkan generasi muda sebagai fokus utama dalam revitalisasi sektor koperasi nasional. Inisiatif ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang ingin menghidupkan kembali semangat koperasi di seluruh nusantara. Melalui strategi ini, DEKOPIN Bidik Generasi Z Tepis berbagai persepsi negatif yang selama ini melekat pada koperasi sebagai institusi ekonomi tradisional. Presiden menekankan bahwa koperasi memiliki peran krusial dalam memperkuat fondasi perekonomian rakyat sekaligus memastikan kekayaan bangsa terus berputar di dalam negeri.
Peringatan Hari Koperasi Nasional yang ke-79 menjadi momentum penting bagi kebangkitan sektor ini. Acara puncak tersebut diselenggarakan di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno, Jakarta, pada hari Minggu tanggal 12 Juli 2026. Kehadiran langsung Presiden dalam acara ini menunjukkan komitmen pemerintah yang kuat dalam memajukan koperasi sebagai pilar ekonomi nasional.
Komitmen Pemerintah untuk Koperasi Modern
Ketua Umum DEKOPIN, Bambang Haryadi, menyambut positif langkah pemerintah saat ini. Ia menjelaskan bahwa kehadiran Presiden dalam perayaan Harkopnas menjadi sinyal positif bagi perkembangan koperasi. Selama hampir tiga dekade terakhir, sektor koperasi dinilai belum mendapatkan perhatian yang proporsional sesuai dengan amanat UUD 1945 Pasal 33 Ayat (1). Namun, situasi ini mulai berubah dengan adanya dukungan penuh dari pemerintahan baru.
Baru dalam pemerintahan Bapak Presiden, gerakan koperasi mendapat perhatian dan menjadi program prioritas penguatan ekonomi masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Bambang dalam keterangan tertulis yang dirilis pada hari Jumat, 17 Juli 2026. Ia menekankan bahwa kini koperasi bukan lagi sekadar wacana, melainkan telah menjadi agenda prioritas nasional yang memerlukan implementasi nyata.
Membuktikan Koperasi Bukan Hanya untuk Usaha Kecil
Bambang juga secara tegas menepis anggapan masyarakat bahwa koperasi merupakan model ekonomi yang sudah ketinggalan zaman. Menurutnya, sistem koperasi telah lama diterapkan oleh berbagai institusi besar di tingkat internasional. Banyak organisasi global yang menggunakan struktur kepemilikan berbasis anggota sebagai fondasi operasional mereka. Sebagai contoh, sejumlah klub sepak bola ternama di Eropa seperti Real Madrid, Barcelona, dan Bayern Munchen memiliki struktur kepemilikan yang mirip dengan koperasi. Model serupa juga diterapkan oleh Rabobank, salah satu bank terbesar di Belanda.
Stigma bahwa koperasi merupakan alat ekonomi kuno dan kecil sangat tidak relevan. Kami yakin koperasi akan bangkit kembali.
Generasi Z sebagai Masa Depan Koperasi
DEKOPIN juga mulai mengarahkan fokus strategisnya kepada generasi muda. Sekretaris Jenderal DEKOPIN sekaligus Ketua Pelaksana Harkopnas ke-79, Gilang Widya, menyatakan bahwa masa depan koperasi sangat bergantung pada keterlibatan generasi baru. Generasi Z diharapkan dapat membawa perspektif segar dan inovasi dalam pengembangan koperasi di Indonesia. Dengan pendekatan yang lebih modern dan inklusif, koperasi diharapkan dapat menarik minat generasi muda untuk berpartisipasi aktif.
Hal ini penting karena generasi Z merupakan calon konsumen, pekerja, dan pemimpin masa depan yang akan menentukan arah perkembangan koperasi di Indonesia. DEKOPIN pun berkomitmen untuk terus melakukan berbagai program yang relevan dengan kebutuhan generasi muda.
Secara keseluruhan, langkah-langkah yang diambil oleh DEKOPIN dan pemerintah menunjukkan adanya sinergi yang kuat untuk memajukan sektor koperasi. Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, koperasi diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi yang berkelanjutan dan merata di seluruh Indonesia.

