Main Agenda: China kembangkan lapisan nano untuk lindungi fosil telur dinosaurus
China kembangkan lapisan nano untuk melindungi fosil telur dinosaurus
Dalam upaya mengawetkan fosil telur dinosaurus, para ilmuwan Tiongkok menghadirkan inovasi berupa lapisan nano yang dibuat dari emulsi komposit nanosilika. Teknologi ini khusus dirancang untuk menjaga keutuhan fosil-fosil yang ditemukan di Situs Qinglong Mountain, Wuhan, Hubei. Area tersebut menyimpan lebih dari 3.000 telur dinosaurus yang berusia sekitar 86 juta tahun, dan dianggap sebagai salah satu tempat terkonsentrasi serta terawetkan secara optimal di dunia.
Fosil telur dinosaurus terutama terdiri dari kalsium karbonat, membuatnya rentan terhadap udara lembap dan konsentrasi karbon dioksida. Fluktuasi suhu dan kelembapan, selain erosi dari reaksi asam-basa pada lapisan batuan, mempercepat proses pelapukan yang memperparah kerusakan pada struktur rapuh ini. Untuk mengatasi masalah tersebut, tim peneliti dari Universitas Sichuan of Science and Engineering mengadaptasi material nanokomposit agar sesuai dengan kondisi geologi dan iklim lokal.
Seluruh area yang diperlakukan mencakup 6.260,69 meter persegi. Setelah pengujian mendalam, pelapisan telah berhasil membungkus fosil-fosil langka ini dengan lapisan tahan lama. Deng Jianguo, profesor dan peneliti utama, menjelaskan bahwa emulsi ini mampu membentuk lapisan kedap udara yang memperkuat struktur fosil secara menyeluruh.
“Saat emulsi meresap ke dalam fosil telur dinosaurus serta batuan di sekitarnya, lapisan tersebut berperan sebagai pengaman yang stabil dan memperpanjang usia simpan fosil,” kata Deng.
Dalam pernyataannya, Deng menambahkan bahwa teknik ini memberikan perlindungan ganda terhadap pengaruh sinar UV, asam, dan basa. Li Min, insinyur utama proyek, mengungkapkan bahwa pendekatan ini menjadi model penting untuk konservasi warisan alam secara sistematis, baik di dalam negeri maupun internasional.
