Agenda Utama: AS pertimbangkan tarik pasukan dari negara NATO terkait Iran
AS Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Negara NATO terkait Iran
Pertimbangan Penarikan Pasukan AS dari NATO
Dari Washington, pemerintah Amerika Serikat sedang mengevaluasi kemungkinan menarik pasukan dari sejumlah negara anggota NATO yang dianggap tidak aktif dalam operasi militer bersama Israel terhadap Iran. Laporan The Wall Street Journal menyebutkan bahwa rencana ini melibatkan perpindahan pasukan ke negara anggota NATO lain yang lebih konsisten dalam mendukung serangan militer terhadap Iran.
Laporan WSJ dan Diskusi dengan Rutte
Menurut laporan The Wall Street Journal, yang dikutip dari pejabat dalam pemerintahan Donald Trump, rencana tersebut mencakup relokasi pasukan ke negara anggota NATO lain yang lebih konsisten dalam mendukung serangan militer terhadap Iran. Sebelumnya, juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengungkapkan bahwa Trump mungkin akan membahas isu penarikan pasukan AS dari NATO dalam pertemuan dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte.
Rencana yang Dibicarakan
Rencana ini telah dibicarakan dalam beberapa pekan terakhir dan mendapat dukungan dari sejumlah pejabat tinggi di pemerintahan. Selain itu, langkah ini dianggap sebagai salah satu dari beberapa alternatif yang dipertimbangkan sebagai bentuk hukuman terhadap ketidaksetujuan NATO dalam membantu operasi militer AS dan Israel.
Kritik Trump terhadap NATO
Pada Maret lalu, Trump menyoroti kelemahan NATO dengan menyatakan bahwa aliansi tersebut tidak memberikan dukungan yang cukup untuk kampanye militer terhadap Iran, menilainya sebagai kesalahan besar.
“Operasi militer di Iran menjadi ujian bagi komitmen NATO terhadap AS,”
katanya. Trump juga menegaskan bahwa bantuan dari NATO tidak lagi dibutuhkan oleh Amerika Serikat.
Kesimpulan Penarikan Pasukan
Trump mengkritik hubungan yang tidak seimbang dalam aliansi tersebut, serta menegaskan kekecewaan Washington terhadap sikap negara-negara anggota NATO. Ia menilai bahwa operasi militer terhadap Iran merupakan ujian bagi dukungan NATO terhadap AS, sekaligus menyebut aliansi ini sebagai hubungan yang tidak seimbang.
