Yang Dibahas: Indonesia-Korsel perkuat kemitraan strategis komprehensif khusus

Indonesia dan Korea Selatan Meluncurkan Penguatan Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus

Jakarta – Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan mengumumkan peningkatan status Kemitraan Strategis Khusus menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus. Tujuan utama dari langkah ini adalah mencapai pertumbuhan inklusif dan kemakmuran bersama kedua negara di masa depan.

“Kedua pemimpin sepakat meningkatkan Kemitraan Strategis Khusus menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus untuk mendorong pertumbuhan inklusif dan kemakmuran bersama di masa depan,”

Pernyataan bersama Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Republik Korea Selatan Lee Jae Myung diluncurkan melalui portal Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI pada Rabu (8/4). Pernyataan ini dibuat setelah Presiden Prabowo melakukan kunjungan kenegaraan ke Korea Selatan pada 31 Maret hingga 1 April lalu atas undangan Presiden Lee Jae Myung.

Dalam kunjungan tersebut, kedua pemimpin menegaskan bahwa kemitraan antara Indonesia dan Korea Selatan telah berkontribusi signifikan pada perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran regional maupun global. Mereka juga memuji perluasan hubungan bilateral dalam berbagai bidang, seperti diplomasi, keamanan, ekonomi, budaya, serta isu-isu internasional.

Enam Aspek Utama Kerja Sama yang Diusung

Kedua pemimpin menyatakan komitmen untuk mengembangkan lima pilar kerja sama yang dirancang guna memperkuat visi bersama. Pilar-pilar tersebut mencakup politik dan keamanan, perdagangan serta investasi, teknologi, ekonomi hijau, pertukaran sosial budaya, dan kerja sama di tingkat regional dan global.

Pada bidang kerja sama politik dan keamanan, Prabowo dan Lee Jae Myung menjanjikan peningkatan pertukaran tingkat tinggi antar kedua negara. Mereka juga mengupayakan kunjungan antar-parlemen serta pengembangan komunikasi yang lebih luas di seluruh sektor pemerintahan untuk memperdalam kepercayaan dan kesepahaman bersama.

READ  Berita Penting: 3 OTT KPK Jelang Lebaran

Di sektor perdagangan, investasi, dan industri, kedua pemimpin menyatakan bahwa kerja sama ekonomi telah menjadi pendorong utama hubungan saling menguntungkan antara Indonesia dan Korea Selatan. Mereka berjanji untuk memperkuat kolaborasi tersebut, khususnya dalam bidang sektor swasta, serta mendorong investasi dua arah yang memberi nilai tambah dan saling menguntungkan.

Selain itu, mereka juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan bisnis yang stabil dan dapat diprediksi. Peningkatan volume perdagangan bilateral akan menjadi fokus utama, seiring upaya memperkuat kerja sama dalam sektor-sektor ekonomi strategis seperti manufaktur canggih, otomotif, baja, semikonduktor, dan industri maritim.

Upaya Mewujudkan Visi Inovatif

Dalam kerja sama teknologi canggih, transisi energi, serta ekonomi hijau, Prabowo dan Lee Jae Myung menyebutkan bahwa kecerdasan buatan (AI) adalah hak universal yang tidak boleh dimonopoli oleh kelompok tertentu. Dalam pertemuan mereka, program “Global AI Universal Basic Society (AI-UBS) Solidarity Initiative” diumumkan sebagai kerangka kerja untuk mengimplementasikan hak-hak fundamental setiap individu.

Kedua presiden berkomitmen mengintegrasikan ekosistem AI di kedua negara agar mampu mengatasi tantangan global di berbagai sektor, seperti kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan, pemerintahan, serta bidang strategis lainnya. Program ini diharapkan dapat menjadi fondasi baru dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat kedua negara.