Kebijakan Baru: Barantin: Implementasi sistem e-Phyto RI jadi rujukan Kamboja
Jakarta – Badan Karantina Indonesia (Barantin) menyatakan implementasi sistem sertifikasi fitosanitari elektronik (e-Phyto) yang diterapkan Indonesia menjadi rujukan bagi Kamboja dalam penguatan pengawasan perdagangan komoditas. Pelaksana Tugas Deputi Bidang Karantina Tumbuhan Barantin Drama Panca Putra mengemukakan informasi itu berasal dari perwakilan General Directorate for Agronomy (GDA) Kementerian Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan (MAFF) Kamboja saat melakukan kunjungan di Jakarta. “Kunjungan ini merupakan momentum penting untuk mempererat kerja sama bilateral, khususnya dalam bidang perkarantinaan serta penguatan sistem pengawasan terhadap lalu lintas komoditas antarnegara,” kata Drama berdasarkan keterangannya, Jakarta, Rabu.
Ia menjelaskan kunjungan yang dilakukan pada Selasa (7/4) tersebut juga menjadi sarana pertukaran pengetahuan dan pengalaman dalam penerapan sistem karantina berbasis digital. Menurut dia, Barantin memiliki mandat strategis dalam mencegah masuk, keluar, dan tersebarnya Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), sekaligus mengawasi keamanan dan mutu pangan dan pakan. Lebih lanjut, Drama mengatakan bahwa penguatan sistem karantina tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan di wilayah perbatasan, tetapi juga menjadi instrumen untuk mendukung kelancaran perdagangan internasional dan meningkatkan daya saing komoditas nasional.
Dengan demikian, Barantin terus mendorong penerapan sistem karantina yang modern dan terintegrasi, termasuk melalui implementasi e-Phyto. Perwakilan GDA MAFF Kamboja Heng Chhun Hy mengatakan implementasi sistem e-Phyto memberikan manfaat dalam meningkatkan transparansi, efisiensi, serta kepercayaan dalam perdagangan internasional.
