Kebijakan Baru: Pasar Jaya kebut digitalisasi pasar, target 110 rampung tahun Ini
Pasar Jaya Tingkatkan Transformasi Digital Pasar Tradisional
Upaya modernisasi pasar tradisional di Jakarta terus digencarkan oleh Perumda Pasar Jaya. Dalam beberapa bulan terakhir, lembaga tersebut telah mencapai 60 pasar yang berhasil terdigitalisasi, dengan rencana menambah 50 pasar lagi pada 2026. Dengan demikian, target total 110 pasar digitalisasi diharapkan tercapai tahun ini, menurut penjelasan Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, Agus Himawan.
Progres Digitalisasi Pasar
Dalam kesempatan di Pasar Palmeriam, Matraman, Jakarta Timur, Rabu lalu, Agus menyampaikan bahwa pelaksanaan tahap ketiga program ini telah mencakup 60 pasar dari 153 total yang dikelola. Program ini menjadi bagian dari inisiatif besar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperkuat daya saing pasar tradisional dalam era ekonomi digital.
“Ini adalah digitalisasi pasar tahap ketiga. Kita mulai dari Juli 2025, kemudian Desember 2025, dan sekarang tahap ketiga. Sampai saat ini sudah 60 pasar dari total 153 pasar yang kami kelola,” ucap Agus Himawan.
Penguatan Ekosistem Keuangan
Menurut Agus, implementasi digitalisasi tidak hanya fokus pada pembayaran non-tunai, tetapi juga mencakup perluasan layanan keuangan digital. Contohnya, penggunaan QRIS, integrasi perbankan, serta peningkatan pemahaman pedagang tentang sistem keuangan. Proses ini didukung oleh mitra strategis seperti Otoritas Jasa Keuangan Jabodebek, Bank Indonesia, Himbara, dan Bank DKI. Platform pembayaran swasta juga berkontribusi dalam pengembangan ini.
Respons Positif dari Pedagang
Agus menyoroti respons yang baik dari para pedagang, meski sebagian awalnya cemas tentang keamanan transaksi. Kepercayaan mereka meningkat setelah program didukung oleh lembaga resmi pemerintah yang memberikan pengawasan ketat. “Tidak ada kesulitan yang berarti. Ini dikelola oleh lembaga resmi seperti Bank Indonesia dan OJK. Alhamdulillah sampai sekarang berjalan lancar tanpa hambatan,” jelasnya.
Manfaat Sistem Digital
Adopsi sistem digital dianggap memberikan manfaat seperti transaksi yang lebih mudah, pengelolaan keuangan terstruktur, serta potensi peningkatan omzet karena akses pembayaran yang lebih luas. Dengan percepatan kerja, Pasar Jaya optimistis seluruh pasar dapat terdigitalisasi secara bertahap dalam beberapa tahun mendatang. Transformasi ini bertujuan memperkuat peran pasar tradisional sebagai pilar ekonomi rakyat sekaligus mendorong inklusi keuangan di Jakarta.
