Program Terbaru: Iran sebut tuntutan gencatan senjata AS disampaikan lewat perantara

Iran sebut tuntutan gencatan senjata AS disampaikan lewat perantara

Pertengkaran antara Iran dan Amerika Serikat kembali mencuat setelah Teheran mengirimkan permintaan berhenti tembak melalui perantara, menunjukkan upaya untuk mengakhiri konflik yang berlangsung. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengungkapkan dalam konferensi pers bahwa pihaknya telah menyusun dan mengirimkan serangkaian tuntutan berdasarkan pertimbangan kepentingan nasional.

Kami tidak malu untuk menyuarakan tuntutan yang sah dan logis, karena posisi kami telah disampaikan melalui perantara. Pertukaran pesan melalui pihak ketiga merupakan hal yang wajar dan terus berlangsung, kata Baqaei.

Ketegangan di wilayah tersebut memuncak setelah AS dan Israel melakukan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari, yang sampai saat ini mengakibatkan lebih dari 1.340 korban tewas, termasuk pemimpin tertinggi Ali Khamenei. Dalam respons, Iran melancarkan serangan drone serta rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menyimpan aset militer AS. Serangan ini menyebabkan kehilangan nyawa, kerusakan infrastruktur, serta mengganggu kegiatan penerbangan dan pasar global.

Baqaei menegaskan bahwa kesediaan Iran untuk menyampaikan posisi secara jelas tidak boleh dianggap sebagai tanda mundur. “Menyampaikan posisi kami dengan cepat dan berani tidak boleh diartikan sebagai langkah mundur,” tambahnya. Ia juga menyatakan bahwa Iran siap mengumumkan tanggapan lebih lanjut jika diperlukan.

READ  Berita Penting: Serangan udara Israel di pinggiran Beirut tewaskan empat orang