Program Terbaru: BGN siap bertanggung jawab bagi korban keracunan MBG di Jaktim

BGN Bertanggung Jawab atas Korban Keracunan MBG di Jakarta Timur

Jakarta, Sabtu — Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan komitmennya untuk menanggung biaya pengobatan bagi para korban yang diduga keracunan akibat konsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta Timur. Pernyataan ini diucapkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, saat berkunjung ke Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit. “Kita sudah menyiapkan penanganan bagi korban keracunan yang tidak terlindungi oleh BPJS Kesehatan,” tutur Pramono.

“Yang tidak ter-cover oleh BPJS Kesehatan, BGN menyatakan akan bertanggung jawab untuk itu,” kata Gubernur DKI Pramono Anung di RSKD Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu.

Pramono menjelaskan bahwa bagi korban yang telah terdaftar dalam BPJS Kesehatan, pihaknya akan menjamin pengobatan hingga kondisi mereka pulih. Koordinasi antara BGN dan pemerintah DKI serta lembaga terkait, seperti Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan, telah berjalan cepat untuk memastikan respons yang optimal. “Penanganan dan komunikasi intensif antara BGN, pemerintah DKI, serta instansi terkait sudah dilakukan agar korban bisa segera diperlakukan secara komprehensif,” tambahnya.

Korban Keracunan MBG Tersebar di Beberapa Sekolah

Dilaporkan sekitar 135 siswa dan guru mengalami gejala keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program MBG di kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur, pada Kamis (2/4) sekitar pukul 11.00 WIB. Peristiwa ini terjadi saat distribusi makanan dilakukan di sekolah-sekolah. Rinciannya, di SDN Pondok Kelapa 09 terdampak 33 siswa, tujuh di antaranya dirawat di RSUD Duren Sawit. Di SDN Pondok Kelapa 01, 37 siswa terkena, sedangkan di SDN Pondok Kelapa 07, 31 siswa dengan delapan orang menjalani perawatan. SMAN 91 melaporkan 34 korban, terdiri dari 28 siswa dan 6 guru serta tenaga pendidik.

READ  7 Cara Menghilangkan Bau Badan Secara Alami dan Efektif

Keracunan tersebut diduga terjadi karena perubahan menu yang diberikan. Sebelumnya, anak-anak biasanya tidak langsung memakan nasi yang menjadi bagian dari MBG, tetapi pada hari kejadian, menu spageti menarik perhatian sejumlah siswa untuk mengonsumsinya di tempat. Saat ini, kondisi para korban dinyatakan stabil dan sedang dalam proses pemulihan, menurut informasi dari Gubernur DKI.

Pemerintah Provinsi DKI sedang menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab pasti dari kejadian ini. Di samping itu, pihak terkait diminta untuk memberikan penjelasan secara transparan agar masyarakat memahami situasi dan upaya yang dilakukan untuk menangani kasus ini.