PHK Massal & Laba Anjlok – Raksasa E-commerce All In ke Bisnis AI

PHK Massal & Laba Anjlok, Raksasa E-commerce All In ke Bisnis AI

Jakarta, CNBC Indonesia — Massal PHK terjadi di perusahaan e-commerce raksasa Tiongkok, Alibaba. Jumlah karyawan perusahaan tersebut berkurang sekitar 34% sepanjang tahun 2025. Tindakan ini diambil karena Alibaba memutuskan untuk melepaskan bisnis ritel offline sambil meningkatkan investasi pada teknologi kecerdasan buatan (AI), seperti yang dilaporkan CNBC.com, Jumat (20/3/2026).

Menurut laporan keuangan yang dirilis Kamis (19/3/2026), Alibaba menutup tahun dengan 128.197 karyawan, menurun dari 194.320 pada tahun sebelumnya. Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa laba perusahaan anjlok 67% dan pendapatan meleset dari ekspektasi. Saham Alibaba di bursa Hong Kong mengalami penurunan 6% pada perdagangan Jumat (20/3/2026).

Sebagian besar pengurangan karyawan terjadi di kuartal pertama 2025 setelah penjualan grup ritel Sun Art pada akhir 2024. Perusahaan juga melepaskan kepentingan di jaringan toko departemen Intime pada masa yang sama. Perusahaan teknologi ini bergabung dengan sejumlah raksasa teknologi lain yang telah melakukan pemangkasan tenaga kerja dalam setahun terakhir, mulai dari Silicon Valley hingga Hangzhou.

Kebijakan Pemangkasan & Transformasi Bisnis

Pengurangan karyawan dalam beberapa tahun terakhir dilakukan secara bertahap, tetapi pengurangan terbaru jauh lebih signifikan dibandingkan 11% yang terjadi pada Desember 2024. Tujuan utama tindakan ini adalah melepaskan kepemilikan bisnis yang memakan banyak sumber daya manusia dan mengarahkan fokus pada pengembangan AI.

Alibaba ingin menjadi perusahaan AI lengkap yang mencakup manufaktur semikonduktor, komputasi, hingga pembuatan model AI. Minggu ini, perusahaan meluncurkan layanan agen AI bernama Wukong untuk bisnis, sekaligus menaikkan harga layanan cloud dan penyimpanan hingga 34% akibat peningkatan permintaan serta biaya rantai pasokan.

“Kami berupaya meningkatkan pendapatan dari sektor cloud dan AI hingga melebihi US$100 miliar per tahun dalam lima tahun ke depan,” ujar CEO Alibaba, Eddie Wu, dalam konferensi pendapatan hari Kamis.

READ  Kunjungan Penting: TelkomGroup dan Komdigi Pastikan Keandalan Layanan Jelang Idulfitri