Wakil Ketua MPR AM Akbar Supratman Dorong Akselerasi Proyek Irigasi Sulawesi Tengah dengan Alokasi Rp 325 Miliar
Pesonatropis.com – Jakarta — Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), AM Akbar Supratman, menegaskan keseriusannya dalam mendukung pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025. Dokumen tersebut mengatur percepatan pembangunan serta rehabilitasi jaringan irigasi di seluruh wilayah Indonesia. Langkah strategis ini dinilai sangat penting untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus mewujudkan visi besar Presiden Prabowo Subianto menuju swasembada pangan yang berkelanjutan.
Menurut AM Akbar Supratman, sektor pertanian Indonesia tidak akan mampu berkembang secara optimal apabila tidak didukung oleh sistem irigasi yang memadai dan terintegrasi. Kondisi jaringan irigasi di berbagai daerah saat ini masih memerlukan perhatian serius dari pemerintah pusat maupun daerah. Baik dari sisi pembangunan baru maupun rehabilitasi saluran yang mengalami kerusakan akibat usia atau bencana alam, infrastruktur air ini menjadi tulang punggung ketahanan pangan.
Komitmen Memfasilitasi dan Mengawal Inpres
Wakil Ketua MPR tersebut menyatakan kesiapannya untuk memfasilitasi dan mengawal usulan Inpres agar seluruh kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan memiliki pedoman yang sama dalam mempercepat pembangunan irigasi. Koordinasi lintas sektor ini akan memperkuat efektivitas program sehingga tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan terintegrasi dalam satu kebijakan nasional.
“Ketersediaan air merupakan kebutuhan utama bagi sektor pertanian,” tegas Akbar Supratman dalam pernyataannya di Jakarta.
Dengan demikian, pembangunan dan rehabilitasi jaringan irigasi harus menjadi prioritas nasional, khususnya di Provinsi Sulawesi Tengah. Wilayah ini memiliki potensi pertanian yang besar namun masih menghadapi tantangan infrastruktur yang signifikan. Anggaran yang dialokasikan untuk proyek irigasi di Sulteng mencapai Rp 325 miliar, yang akan digunakan untuk berbagai kegiatan pembangunan dan perbaikan saluran irigasi.
Dampak Langsung terhadap Produktivitas Pertanian
AM Akbar Supratman menjelaskan bahwa irigasi merupakan infrastruktur dasar yang memiliki dampak langsung terhadap peningkatan indeks pertanaman. Dengan sistem irigasi yang baik, petani dapat menanam lebih dari satu kali dalam setahun, sehingga meningkatkan produktivitas lahan secara signifikan. Selain itu, efisiensi penggunaan air juga menjadi salah satu manfaat utama dari infrastruktur irigasi yang modern dan terawat.
Keberlanjutan produksi pangan nasional juga sangat bergantung pada ketersediaan air yang konsisten sepanjang tahun. Musim kemarau panjang atau kekeringan dapat menghambat pertumbuhan tanaman apabila tidak didukung oleh sistem irigasi yang memadai. Oleh karena itu, rehabilitasi saluran irigasi yang rusak menjadi prioritas utama untuk memastikan ketersediaan air bagi petani.
Program pembangunan irigasi yang terintegrasi ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan akses air yang lebih baik, petani dapat mengurangi risiko gagal panen dan meningkatkan pendapatan mereka. Hal ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan pertanian yang berkelanjutan dan sejahtera bagi seluruh masyarakat Indonesia.
AM Akbar Supratman juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat lokal dalam pelaksanaan proyek irigasi. Kolaborasi ini akan memastikan bahwa pembangunan infrastruktur air sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan dan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.
Dengan komitmen kuat dari Wakil Ketua MPR, diharapkan proyek irigasi di Sulawesi Tengah dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat jangka panjang bagi sektor pertanian nasional. Anggaran Rp 325 miliar yang telah dialokasikan akan menjadi fondasi penting untuk mewujudkan ketahanan pangan yang lebih kuat di masa depan.

