Solusi untuk: Dewan HAM PBB Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus, Desak Diusut Tuntas

Dewan HAM PBB Kecam Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus, Desak Diusut Tuntas

Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memberikan tanggapan terhadap peristiwa penyiraman air keras yang menimpa Andrie Yunus, aktivis HAM. Melalui postingan di media sosial X, akun resmi @UNHumanRights menyampaikan kepedihan atas insiden tersebut. “Kita sangat menyayangkan serangan asam yang mengerikan terhadap Andrie Yunus, Wakil Koordinator Komisi Orang Hilang dan Korban Kekerasan (@KontraS),” tulisnya, Sabtu (14/3/2026). “Para pelaku kekerasan ini harus dituntut tanggung jawab. Pembela hak asasi manusia wajib dilindungi saat menjalankan tugas pentingnya dan bebas mengungkap isu yang mengemuka di masyarakat,” lanjutnya.

“Saya mendengar kabar yang mengkhawatirkan bahwa Andrie Yunus, anggota Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (@KontraS), disiram air keras oleh individu tak dikenal, mengakibatkan luka berat di seluruh tubuhnya,” kata Mary Lawlor, Pelapor Khusus PBB untuk Pembela HAM, dalam unggahannya di X pada Jumat (13/3/2026). “Impunitas atas kekerasan terhadap pelaku HAM tidak bisa diterima. Kita harus mengusut tuntas kasus ini,” seru Mary.

Insiden penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terjadi di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 23.37 WIB. Peristiwa ini terjadi segera setelah korban pulang dari kegiatan rekaman podcast di kantor YLBHI Jakarta. Saat berjalan di lokasi, Andrie diduga dihampiri dua pelaku yang duduk di sepeda motor Honda Beat berusia 2016–2021. Kedua orang tersebut datang dari arah berlawanan di sekitar Jembatan Talang.

Dalam penjelasannya, Dimas mengungkap bahwa pelaku menggunakan motor untuk menjalankan aksinya. “Dua orang laki-laki melaksanakan serangan dengan satu kendaraan, masing-masing bertindak sebagai pengemudi dan penumpang,” ujarnya, Jumat (13/3/2026). Pelaku pengemudi mengenakan kaus putih-biru, celana gelap yang diperkirakan terbuat dari bahan jeans, serta helm hitam. Sementara pelaku penumpang memakai penutup wajah berbentuk buff hitam, kaus biru tua, dan celana panjang biru yang dilihat pendek.

READ  5 Cara Daftar BSU BPJS Ketenagakerjaan yang Wajib Anda Ketahui

Serangan tersebut menargetkan bagian kanan tubuh Andrie, termasuk wajah, mata, dada, dan tangan. Setelah menyelesaikan aksinya, kedua pelaku langsung melarikan diri, sementara korban terlihat terguncang dan berhenti di tempat kejadian. Peristiwa ini memicu kecaman dari berbagai kelompok masyarakat sipil yang menilai tindakan itu sebagai upaya untuk menekan suara kritis dalam bidang HAM.

Dimas menilai serangan tersebut sangat menggemparkan. “Ini bukan lagi peringatan, ini merupakan ancaman serius. Bulan suci ini diwarnai oleh tindakan kekerasan yang menurut kami di KontraS merupakan bentuk perlakuan penuh kejam dan tidak adil,” kata Dimas, yang mengutip pernyataannya dari Kompas TV.

Kasus ini masih menanti penjelasan lebih lanjut dari penyidik, terutama mengenai identitas pelaku serta motif penyerangan. Sebagai Presiden Dewan HAM PBB pada 2026, Indonesia diharapkan menunjukkan komitmen kuat dalam melindungi hak asasi manusia di tengah berbagai kritik yang muncul. Peristiwa penyiraman air keras menjadi sorotan internasional, menambah tekanan bagi pemerintah untuk segera mengambil tindakan tegas.