Pengamat Ingatkan Profesionalisme Aparat Harus Berpijak pada Integritas dan Etika

3 minggu ago  ·  3 min read
By David Johnson - pesonatropis.com
khrisna-gen-1784104295-87945f7a14

Solving Problems: Profesionalisme Aparat Berpijak pada Integritas

Pesonatropis.com – Dalam sistem kenegaraan yang berlandaskan hukum, kepercayaan masyarakat merupakan aset yang tak ternilai harganya. Ketika integritas para penegak hukum mulai dipertanyakan, konsekuensinya melampaui sekadar kegagalan dalam memberantas korupsi. Yang lebih fundamental terancam adalah legitimasi negara itu sendiri di hadapan rakyatnya. Pernyataan ini disampaikan oleh Pieter C Zulkifli, seorang pengamat hukum politik, dalam analisis mendalamnya mengenai kondisi penegakan hukum di Indonesia saat ini. Melalui pendekatan Solving Problems, ia menekankan pentingnya fondasi etika yang kuat.

Antara Harapan dan Tantangan Nyata

Di tengah harapan besar yang ditumpahkan masyarakat terhadap agenda pemberantasan korupsi, Indonesia justru menghadapi tantangan yang lebih mendasar. Tantangan tersebut bukan hanya tentang bagaimana memberantas korupsi, tetapi memastikan bahwa mereka yang bertugas menegakkan hukum juga tunduk pada standar integritas yang sama. Pieter Zulkifli menyoroti paradoks ini dengan jelas dalam keterangannya yang dirilis di Jakarta pada hari Rabu, 15 Juli 2026. Proses Solving Problems dalam konteks ini memerlukan komitmen dari seluruh elemen masyarakat.

“Koruptor mencuri uang negara. Sebaliknya, penegak hukum yang kehilangan integritas berpotensi mencuri kepercayaan rakyat terhadap hukum,” kata Pieter Zulkifli dalam keterangannya, Jakarta, Rabu, 15 Juli 2026.

Modal Terbesar dalam Kehidupan Bernegara

Mantan Ketua Komisi III DPR ini menekankan bahwa bangsa yang besar tidak dibangun semata-mata oleh kekayaan alam, pertumbuhan ekonomi, atau kecanggihan teknologi. Mereka berdiri kokoh karena memiliki institusi yang dipercaya rakyat. Menurut analisisnya, kepercayaan itulah modal paling mahal dalam kehidupan bernegara. Tanpa kepercayaan ini, segala kemajuan ekonomi dan teknologi tidak akan berarti apa-apa bagi masyarakat. Solving Problems memerlukan pendekatan holistik yang melibatkan semua pihak.

Kepercayaan publik bukan sekadar konsep abstrak, melainkan fondasi yang menentukan keberlangsungan sistem hukum. Ketika aparat hukum bertindak dengan integritas, mereka tidak hanya menjalankan tugas formal, tetapi juga membangun legitimasi negara. Sebaliknya, ketika integritas mereka dipertanyakan, seluruh sistem penegakan hukum bisa kehilangan kredibilitasnya di mata masyarakat. Dalam kerangka Solving Problems, transparansi menjadi kunci utama.

Era Baru dan Pertanyaan Fundamental

Menurut Pieter Zulkifli, ketika dunia bergerak memasuki era kecerdasan buatan, komputasi kuantum, dan ekonomi berbasis inovasi, Indonesia justru kembali dihadapkan pada pertanyaan yang jauh lebih mendasar. Pertanyaan tersebut adalah apakah masih ada kepercayaan rakyat terhadap benteng terakhir penegakan hukum. Di tengah kemajuan teknologi yang pesat, nilai-nilai integritas dan etika menjadi semakin krusial. Solving Problems di era digital menuntut adaptasi tanpa mengorbankan prinsip dasar.

Profesionalisme aparat hukum harus berpijak pada dua pilar utama ini. Tanpa integritas, profesionalisme hanya menjadi formalitas belaka. Tanpa etika, penegakan hukum bisa kehilangan arah dan tujuan. Pieter Zulkifli mengingatkan bahwa bangsa Indonesia perlu memastikan bahwa para penegak hukum tidak hanya profesional dalam menjalankan tugas, tetapi juga memiliki integritas moral yang kuat. Pendekatan Solving Problems harus konsisten diterapkan.

Kepercayaan publik adalah mata uang yang paling berharga dalam sebuah negara hukum. Ketika integritas aparat hukum dipertanyakan, yang terancam bukan lagi sekadar keberhasilan pemberantasan korupsi, melainkan legitimasi negara di mata rakyat. Oleh karena itu, profesionalisme aparat hukum harus selalu berpijak pada integritas dan etika sebagai fondasi utamanya. Solving Problems memerlukan kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan perubahan nyata.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

MORE FROM THIS CATEGORY