Rencana Khusus: Ini solusi Pemprov DKI ringankan beban TPST Bantargebang
Pemprov DKI Umumkan Strategi Mengurangi Beban TPST Bantargebang
Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengungkapkan beberapa langkah untuk mengurangi beban Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi. Salah satu langkah utama adalah fokus pada pengurangan sampah di tingkat sumber, seperti rumah tangga, kantor, dan area permukiman.
Pemilahan Sampah dan Pengurangan Volume
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menjelaskan bahwa semakin banyak sampah yang bisa dipilah dan dikurangi, semakin kecil tekanan yang dihadapi TPST Bantargebang sebagai tempat pengolahan akhir. “Pengurangan sampah di sumber merupakan komponen kritis dalam strategi jangka panjang pengelolaan sampah Jakarta, serta mengurangi volume sampah yang masuk ke fasilitas pengolahan setiap hari,” kata Asep dalam keterangan, Rabu.
“Langkah-langkah ini terbukti efektif menekan jumlah sampah yang perlu diangkut ke TPST Bantargebang,” tambah Asep.
Kemitraan dengan Teknologi Pengolahan
Dalam upaya memperkuat sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir, Pemprov DKI terus mengembangkan fasilitas pengolahan modern, seperti Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan yang mengubah sampah menjadi bahan bakar alternatif untuk industri semen. Meski teknologi menjadi faktor penting, Asep menekankan bahwa partisipasi masyarakat dalam mengurangi sampah di tingkat awal tetap diperlukan.
“Jika masyarakat semakin aktif memilah dan mengurangi sampah, sistem pengelolaan akan lebih berkelanjutan, dan TPST Bantargebang hanya menerima residu,” ujar Asep.
TPST Bantargebang tercatat menerima rata-rata 7.354 ton sampah per hari dari wilayah DKI Jakarta, sedangkan total beban harian mencapai 7.734 ton. Dengan adopsi pola hidup berkelanjutan, harapan ada pada penurunan volume sampah yang masuk ke fasilitas tersebut.
