Mengatasi Masalah: TNI Siaga 1, Kepala Bappisus Bilang SOP Rutin Jelang Lebaran

TNI Siaga 1, Kepala Bappisus Bilang SOP Rutin Jelang Lebaran

Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aris Marsudiyanto menjelaskan alasan dibuatnya status siaga 1 oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Menurutnya, tindakan tersebut adalah bagian dari prosedur rutin yang dilakukan menjelang perayaan Lebaran. “Ini adalah SOP yang biasa dilakukan untuk menjaga kondusivitas selama hari libur, terutama saat masyarakat melakukan mudik pulang kampung,” kata Aris kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Ketua DPR Soroti Perintah Siaga 1, Minta Komisi I Tanya TNI

Aris juga merespons isu viral tentang konvoi kendaraan TNI yang keluar dari Monas dan dikaitkan dengan status siaga 1. Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut merupakan hal wajar sebelum Lebaran sebagai upaya memastikan keamanan rakyat. “Sebelum Lebaran, aparat keamanan pasti meningkatkan pengawasan. Tujuannya agar masyarakat bisa merayakan hari raya dengan tenang, sambil memastikan infrastruktur dalam kondisi baik,” ujarnya.

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto sebelumnya mengeluarkan surat telegram kepada seluruh jajaran TNI untuk melaksanakan siaga tingkat 1. Langkah ini diambil sebagai antisipasi situasi di dalam negeri yang dipengaruhi oleh konflik di kawasan Timur Tengah. TNI menyatakan bahwa tindakan tersebut sesuai dengan tugas pokok mereka.

Surat perintah siaga 1 tersebut dituangkan dalam Telegram Panglima TNI Nomor TR/283/2026, yang ditandatangani Asisten Operasi Letjen Bobby Rinal Makmun pada 1 Maret 2026. Kapuspen TNI Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah menambahkan bahwa siaga tingkat 1 merupakan bagian dari fungsi TNI sebagaimana diamanatkan UU TNI. “Tugas utama TNI adalah melindungi bangsa dan negara dari ancaman yang mengganggu keutuhan wilayah,” ujarnya saat dihubungi, Minggu (8/3).

“Salah satu tugas pokok TNI adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman serta gangguan yang bisa merusak keutuhan bangsa dan negara,”

Kepala Bappisus Aris Marsudiyanto juga menekankan bahwa siaga 1 tidak selalu berarti ada ancaman serius, tetapi sebagai langkah pencegahan. Ia menilai, dengan mengaktifkan status ini, TNI bisa memberikan rasa aman kepada masyarakat sebelum hari raya. “Semua infrastruktur sudah siap, dan ini dilakukan secara terencana bersama Menteri terkait,” tambahnya.

READ  Pembahasan Penting: Komisi III dorong TNI-Polri bersinergi usut kasus Andrie Yunus