Rencana Khusus: Tugboat terbalik di PT ASL Batam, tim SAR gabungan cari ABK hilang

Tugboat terbalik di PT ASL Batam, tim SAR gabungan cari ABK hilang

Kota Batam, Kepulauan Riau – Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan terus berupaya menemukan satu anak buah kapal (ABK) yang hilang akibat kecelakaan tugboat yang terbalik di perairan sekitar galangan kapal PT ASL Tanjung Uncang. Kepala Kantor SAR Kelas A Tanjungpinang, Fazzli, menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan kejadian tersebut pada Jumat (6/3) pukul 17.57 WIB.

“Kami dari Kantor SAR Tanjungpinang menerima informasi tentang kecelakaan kapal tunda atau tugboat yang terbalik di perairan dekat PT ASL Batam. Tim kami langsung menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 18.05 WIB untuk berkoordinasi dengan Polairud, KPLP, serta pihak PT ASL,” ujar Fazzli saat diwawancara di Batam, Sabtu.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 14.30 WIB saat tugboat sedang menarik kapal kargo Kyparissia yang dalam proses docking. Dalam kejadian tersebut, terdapat lima orang kru. Dari kelima, satu ABK berhasil selamat, tiga meninggal dunia, dan satu lainnya masih dicari.

ABK yang selamat dikenal sebagai M. Habib Ansyari. Sementara tiga korban meninggal adalah Abdul Rahman (kapten), Guntur Pardede (chief), dan Jhonson Bertuahman Damanik (kepala kamar mesin). Mereka telah dievakuasi ke Rumah Sakit Mutiara Aini Batam untuk penanganan lebih lanjut.

Pencarian Berlangsung Berat

Komandan Pos SAR Batam, Dedius Sembiring, menjelaskan bahwa evakuasi terhambat karena kondisi kapal tenggelam dan tumpahan minyak di dalamnya. “Posisi kapal yang tenggelam membuat operasi penyelam cukup berisiko. Minyak di dalam kapal serta akses ruang dalam yang tertutup menyulitkan proses pencarian,” katanya.

“Korban yang hilang, Yusuf Tankin, masih dalam upaya pencarian. Kami berharap ia dapat segera ditemukan,” tambah Dedius.

Saat ini, kapal telah ditarik ke tepi dan menunggu instruksi lebih lanjut dari pihak galangan. Tim SAR juga menunggu air pasang untuk memudahkan penanganan. Selain itu, pihak galangan telah memasang oil boom di sekitar lokasi kejadian sebagai langkah antisipasi tumpahan minyak.

READ  Pembahasan Penting: Bagas jadi harapan terakhir Indonesia di final Ruichang China Masters

Sejarah Kecelakaan di Kawasan Galangan Kapal

Insiden ini menjadi salah satu kecelakaan terbaru di kawasan galangan kapal tersebut. Sebelumnya, pada 24 Juni 2025, terjadi kebakaran di kapal MT Federal II yang menyebabkan empat pekerja meninggal dan lima lainnya cedera. Kemudian pada 15 Oktober 2025, kapal yang sama kembali mengalami kecelakaan dengan korban 14 orang tewas dan 17 luka.

Pada 29 Desember 2025, dua pekerja meninggal akibat tersengat listrik saat melakukan pengecatan kapal. Kebakaran kembali terjadi pada 25 Januari 2026, namun tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian itu.