Momen Bersejarah: Malam 21 Ramadan Jatuh Pada Tanggal Berapa? Waktunya Memburu Lailatul Qadar
Malam Lailatul Qadar di Bulan Ramadan: Kapan dan Maknanya
Dalam setiap musim suci Ramadan, umat Muslim sangat menantikan datangnya malam ke-21. Malam ini dianggap sebagai kesempatan istimewa yang penuh kelembutan, keberkahan, dan kesempatan menghapus dosa.
Malam berkah ini sering disebut Lailatul Qadar. Dalam kitab suci Al-Qur’an dan hadis-hadis yang terpercaya, malam tersebut dijelaskan sebagai waktu yang lebih bernilai daripada seribu bulan. Seluruh perbuatan baik di malam itu dikategorikan sebagai pilihan terbaik dibandingkan waktu di bulan-bulan lain.
إِنَّا أَنْزَلْنَهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ١ وَمَا أَدْرَكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ ٢ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ٣ تَنَزَّلُ الْمَلَئِكَةُ وَالرُّوْحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ ٤ سَلْمٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ٥
Bersungguh-sungguhlah kalian mencari Lailatul Qadar pada malam ganjil dari 10 malam akhir bulan Ramadan, demikian kata Aisyah RA dalam sebuah hadis. Ini menjadi petunjuk bahwa malam istimewa itu kemungkinan besar terjadi di sepuluh hari terakhir.
Keistimewaan Malam Lailatul Qadar
Menurut situs resmi Nahdlatul Ulama, malam Lailatul Qadar memiliki arti khas. Pada saat itu, Al-Qur’an diturunkan sebagai cahaya yang membedakan antara kebenaran dan kesesatan. Tidak hanya itu, hadis-hadis tambahan menambahkan makna lain yang luar biasa.
Ibnu Katsir dalam tafsir Al-Qadr ayat 1-2 menjelaskan bahwa keberkahan malam Lailatul Qadar setara dengan pahala seribu bulan. Hadis dari Abu Hurairah RA menegaskan bahwa siapa pun yang beribadah di malam tersebut dengan keimanan dan harapan mendapatkan pahala, maka Allah akan mengampuninya dari dosa-dosa yang pernah ia lakukan.
Al-Qurthubi dalam karya al-Muwaththa menyampaikan bahwa Imam Malik, berdasarkan riwayat Ibnu Qasim, pernah mengatakan: “Rasulullah SAW melihat kehidupan umat-umat sebelumnya. Mereka merasa hidup mereka sia-sia karena tidak memanfaatkan waktu dengan baik. Karena itu, Allah memberikan anugerah berupa Lailatul Qadar yang jauh lebih baik daripada seribu bulan.”
